Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Apa aku boleh membunuhnya??..


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Serigala itu sudah berhenti tertawa, ia sekarang sedang menatap Rei dengan Serius, lalu berkata "Katakan tujuanmu masuk ke menara, Bocah.. Jika tujuanmu ingin memasuki Lantai lebih jauh, maka kau harus mengalahkanku"


"Bukankah ada cara yang lebih mudah yaitu berteman denganmu dengan sebuah Kontrak Nama?"Tanya Rei menaikan alisnya, ia sebenarnya ingin melawan serigala dihadapannya, tapi ketika mengingat kekuatannya ia urungkan.


"Bocah apa kau berniat menjadikanku sebagai Tunggangan? Jangan Harap"Ucap Serigala itu dengan nada tinggi sambil menatap Rei dengan tatapan tajam.


"Ayolah, aku hanya ingin berteman denganmu.. Bukan untuk menjadikanmu hewan, tapi teman.. Lagian jika aku melawanmu, itu akan sangat merugikan juga buatmu"Ucap Rei berusaha membujuk serigala dihadapannya, ia juga mendapatkan sedikit manfaat jika menebas monster kuat seperti serigala dihadapannya, tapi ia ingin menjadikan.


"Apa maksudmu merugikanku bocah? Apa kau meremehkanku bocah"Ucap Serigala Putih itu dengan nada tingginya sambil mengeram kesal.


"Hmm? Keras kepala sekali.. Jika yang kau inginkan adalah kekerasan, maka aku tidak akan menahan diri"Ucap Rei menyeringai, lalu melakukan Kuda kuda bersiap menyerang serigala dihadapannya, dan berkata "Aku mulai" lalu melesat menyerang serigala besar itu sambil membawa kedua pedang kesayangannya.


Saat melesat, Rei menaikan alisnya karena serigala dihadapannya hanya diam saja dan tidak melawan dirinya, tapi ia masih waspada bisa jadi itu hanya jebakan yang membuatnya mengurungkan niat bertarung.


"Hahahaha cobalah tebas tubuhku bocah"Ucap Serigala itu tertawa, tapi tawa itu terhenti ketika merasakan rasa sakit bersamaan dengan sebagian kekuatannya yang hilang.


Mendengar itu, Rei tersenyum karena kebodohan lawannya yang terlalu meremehkan dirinya, ia dengan senang hati memberikan beberapa tebasan kepada serigala itu.


Tentu saja setiap tebasan, Rei mendapatkan Energi besar atau kekuatan besar yang memasuki dirinya, apalagi yang ia tebas mempunyai level ratusan juta.

__ADS_1


'Dasar bodoh, kadang meremehkan seseorang akan menjadi kematian yang memalukan dari pada orang yang kau remehkan'Fikir Rei terus menerus menebas kulit serigala itu dengan Energy Swordnya agar mendapatkan kekuatan.


Beberapa saat Rei menebas tubuh Serigala besar itu, ia melihat sebuah tangan besar yang melayang diarah kirinya serta tubuh besar yang meronta itu.


Dengan Reflek, Rei langsung meloncat kebelakang menghindari serangan Serigala Putih itu, ia tersenyum karena mendapatkan banyak kekuatan dari serigala dihadapannya.


'Yah aku sengaja hanya menebasnya 9x agar Serigala imut itu tidak mati, dan sekarang aku lebih kuat dari dia.. Mungkin aku harus berterimakasih kepadanya'Fikir Rei tersenyum sambil menatap Serigala itu yang sudah sedikit melemah.


"Yooo anjing kecil, apakah kau masih ingin meremehkanku? Hanya dengan satu tebasan lagi, kau akan mati dengan pedang kesayanganku"Ucap Rei menyeringai, lalu ia berkata lagi "Kesempatan untuk menjadi temanku masih berlaku, jadi kau bisa menyerah".


"Sialan Bocah, apa yang sudah kau lakukan dengan kekuatanku?"Teriak Serigala itu merasa lebih lemah, ia tidak menyangka Manusia dihadapannya mempunyai senjata berbahaya yang bisa menembus kulitnya.


"Sialan kau bocah, aku akan membunuhmu sekarang!!!"Teriak serigala itu sambil berlari menuju Rei dan melakukan serangan dengan cakarnya yang mengakibatkan beberapa ledakan besar di sekitar, tapi dengan mudahnya serangan itu dihindari oleh Rei.


"Apa kau punya kata kata terakhir anjing kecil?"Tanya Rei melayang diatas langit sambil mengangkat pedangnya, dan menunggu jawaban dari Serigala besar itu.


"Tu-tunggu.. Tolong jangan bunuh aku... Aku bersedia menjadi temanmu, bahkan jika kamu menginginkan tubuhku, maka akan kuberikan sepenuhnya.. Tapi tolong jangan bunuh aku"Ucap Serigala itu berlutut.


'Haaaa? Dia kira aku penyuka sesama Jenis?'Fikir Rei tercengang dengan ucapan serigala dihadapannya, lalu ia ingin berkata, tapi sebelum berkata Eva keluar dari ruang jiwanya sambil berteriak.

__ADS_1


"Wanita Jalang jangan harap Rei menyukai tubuhmu"Teriak Eva sambil mengeluarkan Aura membunuhnya membuat Serigala dan Rei sesak nafas.


"Eva, ta-tarik Auramu"Ucap Rei yang susah payah menahan kesadarannya ketika merasakan Aura Membunuh sangat pekat sama halnya dengan serigala itu.


Mendengar itu, Eva tersadar dari kebodohannya sambil menarik Aura Membunuh itu, ia lalu menatap Rei yang sedang mengatur nafasnya, dan berkata "Aku minta maaf, aku tidak berniat untuk mengeluarkan aura itu kepadamu" sambil memeluk Rei.


"Menghela nafas~ Tidak Apa-apa.."Ucap Rei tersenyum sambil mengelus rambut Eva dan berusaha menenangkannya agar dia tidak merasa bersalah.


"Umm terimakasih"Ucap Eva tersenyum, lalu ia memandang serigala yang sedang mengatur nafasnya, dan berkata "Jalang, jangan harap kau akan mendapatkan Rei" sambil menatap serigala itu.


Mendengar penggilan itu, Tiba tiba Serigala Putih Besar semakin mengecil dan sekarang terlihat menjadi seorang Wanita sangat cantik, tapi jika dibandingkan dengan Eva masih jauh.


"Kau wanita sialan.. Kau kira aku ingin menawarkan tubuh jika tidak tentang kehidupanku"Ucap Wanita serigala sambil menatap Eva dengan tatapan tajam, lalu ia menatap Rei, dan berkata "Tapi tidak masalah jika aku mempunyai Suami tampan seperti dirinya" sambil menjilat bibirnya.


"Menghela nafas~ Eva bisakah aku melanjutkan kelantai 11?"Tanya Rei yang tidak memperdulikan Wanita serigala itu, ia juga tidak tertarik sedikit pun.


'Bisa repot jika wanita sepertinya mengikutiku'Fikir Rei yang sudah tidak tertarik dengan serigala itu dan tidak melihatnya sebagai anjing imut lagi.


"Umm, tapi bagaimana dengan serigala ini? Apakah aku boleh membunuhnya?"Tanya Eva sambil menatap Rei menunggu jawaban darinya, lalu menjentikan jarinya, dan muncul sebuah Portal

__ADS_1


__ADS_2