
Saat Rei menatapnya ia sedikit memerah, tetapi saat mendengar apa yang diinginkan olehnya, Eva langsung mengangguk, dan berkata "Ya aku juga tadinya ingin menyarankan itu, tapi aku ingin tau pilihanmu"
Rei langsung memeluk Eva lagi karena sangat bahagia keinginannya diterima olehnya dengan sangat mudah, ia lalu berterimakasih beberapa kali kepada Eva karena selalu membantu dirinya.
Eva yang tiba tiba diserang lagi sangat kaget karena belum siap, tetapi ia sangat bahagia karena mendapatkan pelukan dari Rei lagi, lalu ia membalas pelukannya, dan berkata "Tapi ada aku ingin meminta sesuatu sebagai balasannya"
Mendengar ada Persyaratan, Rei melepaskan pelukannya karena tersadar kalau dia sudah memeluk Eva, lalu ia berkata "Ah maaf aku terlalu bahagia jadi memelukmu lagi" lalu menjauh sedikit dari Eva, dan bertanya "Baiklah sekarang kamu akan meminta apa?"
Rei tidak terlalu peduli karena yang dipedulikan olehnya adalah Bloodline sangat kuat itu, lagian ia juga berfikir kalau Eva tidak akan meminta hal buruk kepadanya, dan dia juga sudah mempunyai segalanya.
"Aku pikirkan dulu, tapi kamu harus berjanji akan mengabulkan permintaanku"Ucap Eva Serius.
Meskipun sedikit bingung, tetapi Rei hanya mengangguk, lalu bertanya "Sekarang bisakah kamu memberikan Bloodline itu?" Rei tidak terlalu mengambil ribet tentang permintaan Eva karena tidak ada yang bisa dilakukan olehnya untuk Eva mengingat bahwa kekuatannya paling kuat, apalagi mempunyai segalanya.
"Tentu, tapi jika kamu nanti tidak mengabulkan permintaanku maka aku ambil lagi bloodline itu"Ucap Eva tersenyum lalu membuka layar hologramnya untuk memberikan 'Bloodline Absolutely Void God' kepada Rei.
(**Selamat Rei mendapatkan Absolutely Void God sebagai gantinya harus mengabulkan satu permintaan Eva, jika tidak maka akan diambil kembali Bloodlinenya)
(Pasang Bloodline Absolutely Void God Y/N**)
__ADS_1
Melihat Layar dihadapannya Rei sangat bahagia karena permintaannya memang diterima oleh Eva, tanpa melihat semua bacaannya, ia langsung mengklik tombol hijau 'Yes' untuk memasang Bloodline itu.
(Memasangkan Bloodline Absolutely Void God di Mulai 1%, 2%, , , , , , ,)
Seketika seluruh Tubuh Rei menjadi sakit bersamaan dengan rasa sangat panas di seluruh tubuhnya, lalu ia berfikir 'Sialan aku terlalu ceroboh karena langsung memasangkannya tanpa persiapan'
Rei langsung terbaring dikasur sambil memeluk tubuhnya untuk menahan semua rasa sakit disekujur tubuhnya, ia juga menggigit bibirnya agar tidak kehilangan kesadaran.
Beberapa jam berlalu rasa sakit yang dirasakan oleh Rei masih terasa, tulangnya seperti terus menerus berganti, bahkan kulitnya melepus terganti oleh kulit yang lebih halus, semua tubuhnya terganti dari dalaman, sampai luar tubuhnya.
Satu hari penuh terus menerus merasakan rasa sakit, tetapi sekarang perlahan lahan Rei merasakan sedikit demi sedikit rasa sakit itu menghilang, ia lalu mencoba untuk mengatur nafas dulu karena hanya merasa rasa sakit sedikit.
Sedangkan untuk Eva hanya berdiam diri dipojok karena jika memasangkan Bloodline kuat seperti itu pasti akan merasakan sangat sakit tidak seperti bloodline lain.
Eva juga sangat Khawatir ketika melihat semua tubuh melupas, ia takut Rei tidak bisa menahan rasa sakit itu karena akan mengakibatkan kematian jika tidak bisa menahannya.
Ketika melihat Rei sangat merasakan sakit, ia sengaja untuk mempercepatnya karena tidak tega melihat Rei seperti itu, tanpa sadar ia juga meneteskan air mata melihat semua kejadian dihadapannya.
Jika tidak mempercepatnya maka sudah dipastikan Rei akan merasakan Rasa sakit seperti itu selama bertahun tahun, jadi Eva sengaja karena tidak ingin melihat Rei terus merasakan sakit.
__ADS_1
Saat melihat Rei sudah tidak merasakan rasa sakit itu, ia langsung meloncat ke ranjang untuk memeluk Pria dihadapannya sambil terisak.
Meskipun tubuh Rei banyak Kotoran yang keluar karena telah memasangkan Darah Absolutely Void God, tetapi Eva tidak peduli karena sangat mengkhawatirkan keadaan Rei.
"Hikss~ aku sangat khawatir"Ucap Eva terisak dipelukan Rei yang sedang mengatur nafasnya.
Rei sangat terkejut karena tiba tiba Eva meloncat kearahnya, lalu memeluknya sambil terisak di pelukannya. Ia langsung mengusap rambut Eva agar lebih tenang, dan berkata "Maaf telah membuatmu khawatir" sambil mengusap rambut Eva, lalu ia mencium sesuatu yang sangat menyengat baunya, dan melihat tubuhnya banyak kotoran berwarna hitam.
"Hey lihat aku sangat bau, apa kamu tidak masalah memelukku?"Tanya Rei terkejut dengan banyaknya kotoran.
"Tidak"Ucap Eva lalu mengibaskan tangannya menghilangkan semua kotoran yang ada di sekitarnya dengan Skill yang ia punya.
Rei sangat bingung tiba tiba tubuhnya bersih kembali, bahkan kasurnya sudah sangat bersih, lalu ia bertanya "Kenapa kotoranku hilang"
"Aku yang membersihkannya, jadi biarkan seperti ini dulu"Ucap Eva masih merasa nyaman diam dipelukan Rei.
"Yah aku juga sudah cukup lelah, jadi akan tidur dulu"Ucap Rei langsung menutup matanya karena dirinya memang sangat lelah, ia juga membalas pelukan Eva untuk menenangkan tangisannya.
Mereka berdua langsung terlelap tidur dengan sangat nyaman.
__ADS_1