
Setelah menyelamatkan penduduk desa Sosshi dari penyerangan Kelompok berwajah luka dan tudung... Anggota Banteng hitam di beri sebuah kartu merah oleh penduduk desa dan akhirnya meninggalkan Desa Sosshi dengan sapu terbang tapi..
Tidak seperti sebelumnya saat noelle bersama Rei, sekarang Magna membawa dua orang dan Rei sendiri dengan menaiki pedang.
"Kenapa kau tidak membawa satu, junior sialan!!.."Magna dengan kesal karena membutuhkan sihir banyak jika membawa lebih dari satu orang.
"Tidak bisa melihat pedangku yang tipis, ya? Kurasa kacamatamu sudah rusak"Balas Rei tanpa memandang Magna dan masih menghadap kedepan sambil terbang berdiri diatas pedang.
"Kau kan bisa Menggendong 1 orang"
"Siapa? Asta? Jangan bercanda"
"Noelle, kau bisa menggendong dia"
"Tidak, Kau saja gendong dia... Aku duluan, selamat tinggal"
"Sialan ini...."
'Hmmpp, berani sekali dia menolakku.. Me-menannya siapa yang ingin di ge-gendong olehmu'Noelle kesal dan tanpa sengaja melampiaskan itu ke tubuh asta, mencengkram punggungnya.
"WHAAAAA SAKIT"Teriak Asta.
"KALIAN.... DIAMLAH SIALAN!!!"Magna berteriak kesal karena sangat susah mempertahankan keseimbangan saat sapu terbangnya membawa dua orang dan mereka tidak bisa diam
°°°°°°°°°
Ruang utama markas banteng hitam...
"Hahahaha, selamat telah menyelesaikan misi pertamamu sebagai ksatria sihir"Yami tertawa dan mengucapkan selamat kepada tiga anggota barunya
"Kalian sangat lucu, entah bagaimana misi hutang ini menjadi misi yang di setujui oleh Raja Penyihir tapi... Lihat, kalian mendapatkan bintang pertama dari raja penyihir" sambil memperlihatkan sebuah bintang berwarna emas kepada mereka, lalu yami menunjukannya ke kuartet.
"Tunggu!!.. Ini serius?"Magna terkejut misinya akan mendapatkan bintang.
"WHOAAA!!!.. DAPAT BINTANG"Mata Asta bersinar dan berteriak ketika mendapatkan bintang itu.
Sementara mereka bahagia mendapatkan bintang, Rei mempunyai pertanyaan dalam dirinya dan memutuskan bertanya kepada mereka.
"Begitu penting kah bintang dari raja penyihir?"
"Tentu saja penting... Bintang bintang ini mewakili peringkat pasukan kita, dengan bintang terbanyak di kerajaan akan diakui yang terbaik" Suara wanita tiba tiba dari arah belakang dan melewati mereka, berhenti di hadapan Rei.
__ADS_1
"Kenapa berhenti dihadapanku, kau ingin bertarung?"Rei menaikan alis menatap mata Vanessa yang berada dihadapannya.
"Hey, apakah kau harus bersikap seperti itu pada wanita?"Vanessa mengerutkan alis kesal dan mendekati wajah Rei lalu, membisikan sesuatu di telinganya "Ingin minum bersama?"
"Tidak tertarik..."
"Huu, tidak seru"
"Jumlah bintang yang dimiliki, Mewakili hasil kerja dari pasukan Ksatria Sihir."Finral tiba tiba datang dan angkat bicara untuk membantu menjelaskan itu.
"Omong omong, Fajar Keemasan saat ini menduduki peringkat pertama dengan 70 Bintang"
"70?" Asta berlari kearah yami dan bertanya "Lalu kita berapa? berapa bintang yang dimiliki oleh Banteng Hitam? Kita tidak boleh kalah dari Fajar keemasan" sambil menatap Yami dengan rasa penasaran
"Hmm" Yami tersenyum dan meletakan bintang di dinding yang di penuhi oleh bintang bintang berwarna hitam "Akhirnya bintang Negatif berkurang menjadi 30"
"Negatif?"
"Haa?"
"Yang benar saja"
"Dengan begini, selisih kita dengan Fajar Keemasan tinggal 100 Bintang"Yami menatap bintang itu sambil menyimpan rokoknya dalam mulut.
'Kalau Harus mengejarnya butuh perjuangan'Asta mempunyai Wajah muram dan mengingat Yuno yang berada di pasukan fajar keemasan.
"Dan satu hal lagi" Yami berbalik kebelakang dan menatap anggotanya itu "Ini gaji kalian untuk bulan ini" Sambil memberikan kantong berisi uang kepada mereka.
"WHAAA!!! DAPAT UANG!"Asta berteriak bahagia dan menatap Uang itu dengan mata berbintang.
"Bayaran?"Rei menaikan alis dan menerima kantong uang itu tapi.
"Terimakasih!!.."
"Kapten, terimakasih!!.. Dengan begini, aku bisa makan banyak makanan enak"
"Ya, makanlah"
"Jumlah yang sangat kecil"
Merasa bingung dengan kenyataannya, mengingat misi yang dijalani hanya karena hutang kapten, sekarang mendapatkan bayaran.
__ADS_1
"Bukankah kau mengatakan misi ini tidak akan di bayar?"
"Hmm?"Yami menghisap rokok dan mengeluarkannya "Setelah mendapatkan laporanmu, Raja penyihir menganggap misi ini sebagai bisnis ksatria sihir"
"Begitu, ya"
"Besok kalian libur, ya... Jadi jangan menyia-nyiakannya"Yami memberitahu kepada semua anggota pasukannya.
Mengantongi kantong yang berisi uang, merasa tidak ada yang harus dilakukan, Rei memutuskan untuk pergi ke suatu tempat dan ingin mengasah sihirnya, tetapi terhenti ketika suara wanita memanggilnya.
"Hey Rei"Vanessa memanggil Rei sebelum menghilang dari hadapannya.
"Ada apa?"Rei menoleh kebelakang dan menatap wajah Vanessa dengan penasaran.
"Karena kalian telah mendapatkan bayaran pertama, kupikir akan tepat menemani kalian mengelilingi Kota Kastil"Sambil berjalan dan berkata kepada Rei, asta dan noelle
"Mengelilingi kota? Tidak, terimakasih"
"Ohh, ayolah" Vanessa menghampiri Rei "Apakah kamu tidak ingin menghabiskan waktu dengan Oneesan mu ini?" Vanessa berkata dengan cara genit.
'Kepalamu oneesan, kau fikir usiaku berapa tahun'
"Tidak tertarik"Melepaskan tangan Vanessa dari bahu, Rei melanjutkan langkahnya.
"Hmm"Vanessa mengerutkan alis sambil memegang dagu "Jika kamu ikut dengan kami, maka minuman pertama menjadi milikmu, Bagaimana?" Masih berusaha membujuk Rei.
"Ohhh..."Tanpa menoleh ke belakang, Rei berkata dan masih dalam keadaan berjalan.
"Hoyyy, ayo Rei"Asta berlari dan berhenti dihadapan Rei "Noelle juga akan ikut dengan kita".
"Aku tidak peduli"Melanjutkan langkahnya melewati asta dengan wajah datar dan saat keluar dari markas seketika sosok Rei menghilang dari hadapan mereka.
"Tingkah dia, seperti ada yang berbeda"
"Biarkan saja"
°°°°°°°°
"Uang ini harus kuapakan?"Sambil duduk diatas batu besar dan menatap sekantong uang "Yah, kuberikan saja pada gereja di desa hage" Rei memutuskan memberikan setengah jumlah uang dan setengah lagi untuk keperluannya.
"Baiklah, sudah saat aku berlatih" berdiri dari tempat duduk, meloncat ketanah, membuka baju dan memulai latihan malam diawali dengan fisik, melanjutkannya dengan ayunan pedang dan diakhiri oleh kekuatan Sihir.
__ADS_1
"Segini sudah cukup, mungkin"