
Sedangkan untuk Erza mempunyai Muka Merah karena ia tidak sadar saat berkata dirinya sudah pernah tidur dengan Rei, lalu ia berusaha tenang, dan berkata "Meskipun waktu itu aku sekamar dengannya, tetapi Rei tidur di sofa, jadi kita tidak berbagi ranjang"
Lalu Erza menghela nafas, dan berkata lagi "Kita juga sekamar karena di penginapan hanya tersisa satu kamar"
Rei mengangguk mendengar ucapan Erza karena memang kenyataan sesuai dengan penjelasan yang Erza jelaskan, lalu ia berkata "Yah bisa dibilang itu tidak di sengaja, jadi cepat aku ingin tidur"
lalu Rei menatap Reysa, dan berkata lagi "lebih baik tidur masing masing karena kamar rumahmu masih banyak, jika tidak aku akan pergi dari sini untuk mencari penginapan sendiri"
Reysa menghela nafas karena tidak sesuai harapan, ia kira Erza tidak akan menjelaskannya jadi dirinya bisa mempunyai alasan untuk tidur bersama Rei, lalu ia berkata "Baiklah aku akan mengantarkanmu kekamar" lalu menatap kedua wanita itu, dan berkata "Kalian cari kamar sendiri karena semuanya kosong kecuali yang itu kamarku" lalu Reysa menunjuk pintu kamar.
Erza, dan mira mengangguk, lalu mereka berdiri untuk beristirahat dikamar dulu karena besok harus mengemasi semua barang ke rumah tinggal barunya.
Melihat Erza/Mira sudah pergi duluan, Reysa tersenyum nakal karena masih memiliki kesempatan, ia menunggu kedua Wanita itu masuk kekamar dulu, lalu mengantarkan Rei kekamar.
Saat sudah mencapai kamar Rei langsung memasukinya tanpa memperdulikan Reysa karena ia sudah lelah akibat pertarungan tadi, meskipun energinya tidak ada habisnya,, tetapi tetap saja mentalnya harus beristirahat.
__ADS_1
Tidak lupa juga ia menutupi pintu dulu sebelum terbaring dikasur, ia dalam beberapa menit langsung tertidur pulas.
Rei tidak menyadari ada seseorang diluar pintu untuk menunggunya tertidur, bahkan orang itu langsung memasuki kamar, lalu membaringkan tubuhnya di sisi Rei
Reysa sebenarnya hanya berpura pura pergi saat sudah mengantarkan Rei kekamarnya, ia lalu kembali lagi menunggu diluar kamar Rei karena memang sudah rencananya akan menyelinap kedalam kamarnya untuk tidur bersama, bahkan dirinya sudah menyembunyikan kehadiran agar Penghuni Rumahnya tidak mengetahuinya.
Merasa tidak ada suara sedikitpun, Reysa melihat bahwa Rei sudah tertidur pulas, ia menggunakan salah satu kemampuan mata untuk melihat melewati tembok karena dirinya seorang Dewi.
Melihat Rei sudah tertidur, lalu ia membuka pintu masuk kedalam kamar Rei, ia juga tidak lupa mengunci pintu, bahkan membuat penghalang dikamarnya agar kedua Wanita itu tidak menganggu dirinya saat tertidur bersama Rei.
Setelah itu Reysa membaringkan tubuhnya disebelah Rei, lalu ia mengambil tangan Rei untuk menjadikan bantal kepalanya agar lebih mudah tertidur sambil memeluknya.
(Hmmppp Dewi licikkkkkkk)
Meskipun sedang menggerutu di kepala Rei, tetapi tetap saja itu tidak membuatnya terbangun dari tidur karena sudah memasuki alam mimpi yang indah.
__ADS_1
Pagi hari Rei langsung membuka mata karena dirinya memang sudah terbiasa bangun sangat pagi untuk berolahraga dulu, apalagi sekarang dirinya sedang berada di dunia berbahaya, jadi setiap hari harus berlatih.
Saat ia sudah membuka mata langsung melihat Wanita Cantik yang sedang tertidur pulas di pelukannya, sontak Rei semakin melebarkan matanya karena sangat terkejut, tetapi ia tenang kembali, lalu melepaskan pelukannya untuk berlatih dulu
Rei juga berniat kabur dari kamar karena jika Kedua Wanita penghuni rumahnya tau maka akan semakin merepotkan, jadi lebih baik untuk pergi agar bisa hidup dengan tenang.
Setelah keluar dari kamar, ia langsung mengaktifkan mata sharingannya karena akan berlatih di Dunia di mensinya seperti kamui, tetapi beda dengan Obito yang hanya ada balok, kalau Rei dipenuhi udara segar seperti hutan Dunia kamuinya.
Sebenarnya ia juga berniat untuk tinggal di Dunia kamuinya jika Reysa tidak menawarinya tempat tinggal, tetapi ia sudah terlanjur berjanji tentang tidak akan meninggalkannya, bahkan tidak tega saat melihat wajah sedihnya.
Tanpa basa basi ia langsung melepaskan baju, hanya memakai celana pendek dengan tubuh telanjang karena berlatihnya agar lebih leluasa, ia langsung mengaktifkan 'Domain Gravitasi', dan mengaturnya menjadi 200x.
Tiba tiba tubuh Rei seperti tertekan sesuatu yang sangat berat, tulangnya retak karena tidak terlalu kuat menahan Gravitasinya, tetapi langsung beregenerasi.
Rei langsung berolahraga dulu seperti biasa untuk membiasakan dengan gravitasinya, ia juga sengaja mengatur Gravitasi itu langsung menjadi besar karena memanfaatkan Pertumbuhan cepatnya.
__ADS_1
Dalam satujam penuh Rei terus berlatih tidak ada hentinya, ia membutuhkan Waktu 30 menit untum berolahraga, sisanya untuk bermain pedang dengan Clone yang dibuatnya.
Rei tidak memberikan Gravitasi kepada Clone itu, dan berakhir dirinya selalu terkena serangan dari Clonenya, tetapi ia memang sengaja karena ingin terbiasa bermain pedang dengan Gravitasi beratnya agar nanti lebih cepat permainannya jika tidak menggunakan Gravitasi.