Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Pertarungan Selesai


__ADS_3

[Sihir Penciptaan Air: Sarang Naga Laut]


Seketika dalam area tertentu muncul kubah besar air yang terdiri dari beberapa pusaran, mengeliling dirinya, teman teman dan penduduk desa.


"WHOAAA!!..Hebat Noelle"Asta berteriak kagum.


Penghalang air milik Noelle melindungi seluruh penduduk dari Serpihan Es yang melesat.


"Haha!.. Aku percaya bahwa kau bisa mengendalikan sihir jika mencobanya, noelle!!.."Magna tersenyum sambil mengagumi sihir milik Noelle.


"Hmm?"Rei tidak terlalu tertarik dengan itu, sudah seharusnya bagi bangsawan seperti Noelle mempunyai sihir seperti itu..


Meninggalkan Anggota Banteng Hitam yang masih senang memuji sihir penghalang itu, Rei keluar dari penghalang sambil membuka halaman Grimoire.


[Nafas Petir]


Samar samar seluruh tubuh Rei berwarna ungu, menatap Grimoire, membacanya dan menggunakan salah satu mantra itu sebelum menghilang dari tempat.


[Bentuk Kedua: Serangan Kilat]


Pria berwajah luka beserta temannya yang masih dalam keadaan terkejut langsung tersadar ketika salah satu temannya berteriak dan terlempar keras oleh seseorang.


'BANG'


"Dua"


Tidak sampai disitu saja, Rei melajutkan langkahnya dan mempertahan kecepatan untuk menyelesaikan mereka. Dalam hati, ia masih mempunyai rasa kesal karena mereka berani mempermainkan dirinya dengan menyerang penduduk desa.


'BANG'


'BANG'


"4.. Giliran pria sialan ini"Berjalan perlahan menuju Pria berwajah luka, menatap dia dengan seringai, rei bergumam dan memikirkan penyiksaan apa yang harus dilakukan pada orang seperti dia.


'Genjutsu'


Menghilang dari tempat, mencekik Pria berwajah luka itu, mata Rei dengan dia saling bertatapan dan tiba tiba pria itu terdiam saat melihat mata merah Rei.


"Selamat datang di Dunia Ilusiku"Dengan Seringai, Rei menghampiri Pria berwajah Luka secara perlahan sambil mengangkat pedang dan menyayat dada dia.

__ADS_1


"ARGHHHH... DIMANA INI!!.."


"Kau tuli, sudah kubilang ini Dunia ilusiku... Aku akan menyiksamu dalam satu bulan kedepan dan waktu di Duniamu hanya beberapa detik.. Jadi, nikmati layananku yang berharga ini"


Penyiksaan mengerikan dimulai, perlahan lahan anggota tubuh dia terpotong dan terpisah, seketika sembuh kembali dan di bedah lagi oleh Rei hanya dalam waktu satu minggu dia sudah tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa.


"Sieghhh~ membosankan"


Kembali kedunia nyata, menatap tubuh Pria dengan mulut berbusa, lalu berbalik dan berjalan menuju dalam penghalang yang di buat Noelle.


"Hahaha kerja bagus, kawan"Magna tertawa sambil mengagumi kekuatan anggota barunya, apalagi Rei bisa mengalahkan musuhnya tanpa bantuan.


"Hmmppp, Kalau kau bisa melakukan hal itu, berarti kau pantas berada di tim yang sama denganku"Membuang muka merahnya dan menyibakan rambutnya, noelle berbicara dengan angkuh.


"Nahhhh, sekarang"Magna menghampiri Pria berwajah luka dan teman temannya "Mari kita berurusan dengan orang orang sialan ini" langkahnya terhenti ketika melihat Pria berwajah luka mulutnya berbusa.


Menoleh kebelakang, menatap Rei "Oiii Junior sialan, apa kau membunuh orang ini?" Magna bertanya kepada Rei dengan penasaran.


"Tidak, kau cek saja"Rei mengangkat kedua bahu dan tidak peduli dengan keadaan musuh lemah itu.


"Rei, kau baik baik saja? Tubuhmu lebih banyak luka daripada yang lain"Asta menghampiri Rei dan memperhatikan tubuh yang penuh sayatan serta darah mengucur.


"Aku sangat baik"


...°°°°°°°°°°...


"Horeeee"


"Mereka berhasil"


"Hebat"


"Pertama, [Sihir Api: Kilatan Penjara Api].. Selanjutnya, [Sihir Api Pengekang: Ikatan api pengekang"Magna menggunakan mantra api untuk mengikat para penjahat.


"Kau lebih pintar dari penampilanmu, ya... Kupuji kau"


"Diam kau... Aku ini seniormu, lo!!... Kenapa Sikapmu sok lebih tinggi dariku!!???"Magna Berteriak kesal kepada Noelle.


"Kau saja yang seenaknya sendiri menganggap dirimu seta-"

__ADS_1


"Magna-senpai"


Pria Bertudung mendadak membuka Grimoire dan menghilang dari hadapan mereka.


"Cih"


"Apa yang kau lakukan!!..Kau ceroboh sekali ya, senior..... Ah"Noelle Menatap keatas kubah air seketika menghilang dan membuat semua penduduk kebasahan.


"Dingin sekali"


"Hahahahah, kau masih perlu banyak belajar ya, nona noelle"Magna tertawa ketika melihat Noelle tidak bisa mempertahankan sihirnya.


"Dari pada itu, satu orang berhasil kabur, aku lalai sekali sialan!!.."Lanjut Magna.


"Berisik, kalian berdua sama sama orang bodoh"Rei tidak tahan dengan perkelahian mereka dan memutuskan angkat bicara.


"Haa? Aku mendengarmu, junior sialan!"


"Ka-kauuu"


...°°°°°°°°...


"Yahh, kami terselamatkan"


"Mereka masih muda, lo"


"Terimakasih"


"Tidak usah berterimakasih"Magna menjawab.


"Ini tidak seberapa, kok."Noelle sambil menyibakan rambutnya.


"Kalian adalah penyelamat kami"


"Hey"Rei tiba tiba angkat bicara, membuat mereka menatapnya.


"Beritahu aku jika ada lawan yang lebih kuat dari mereka"


Tidak mengharapkan perkataan itu, mereka mempunyai expresi muram dan senyuman pahit. Menatap tubuh Rei yang penuh luka, mereka tidak habis difikir dia masih ingin mencari lawan yang lebih kuat dari Pria Berwajah Luka..

__ADS_1


__ADS_2