Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Dasar Psychopat


__ADS_3

Setelah membantai seluruh monster di lantai satu, ia langsung memasuki Portal yang tiba tiba muncul dihadapannya saat membunuh monster yang terakhir.


tanpa basa basi langsung memasuki Portal itu dengan keadaan berantakan karena tubuh yang penuh bercakan darah dari semua monster, Topeng, rambut, jubah yang awalnya berwarna putih indah, sekarang menjadi berwarna merah.


[Memasuki Lantai 2 Dimulai]


Saat memasuki Portal itu tempatnya tidak berbeda jauh dengan lantai satu yang terlihat seperti hutan, bahkan semua monsternya juga terlihat masih sama yaitu Serigala bersama dengan sekawanan Goblin.


Bedanya dari ukuran tubuh mereka yang sedikit lebih besar dari pada lantai satu, tapi tidak terlalu besar, dan hanya sedikit lebih besar saja, tapi jika di lihat oleh orang lain mungkin terlihat sama, Rei tau karena dari levelnya membuat monster itu menjadi semakin besar.


Rei menyeringai dibalik topengnya melihat kelompok yang sudah ia lawan barusan di lantai satu, lalu ia mengambil kedua pedang kesayangan dari sarung pinggang yang indahnya.


"Hey ayo kita Berdansa"Ucap Rei


Sontak Monster yang ada disekitar Rei langsung mencari arah suara itu, dan menemukan Pria Bertopeng yang penuh dengan bercakan darah di seluruh pakaiannya.


'AUUUUUUUU' Serigala itu memanggil semua kawanannya ketika melihat Rei, instingnya bertambah sebagai binatang buas bahwa Rei sangat berbahaya.


Tiba tiba banyak monster yang datang dari segala arah hutan karena mendengar lolongan dari Serigala itu yang menandakan ada suatu serangan, lalu tatapan mereka semua mengarah Pada Rei yang sedang memegang kedua pedang, dan secara serempak semua monster itu mengelilingi Rei.


Rei hanya menyeringai dibalik Topengnya ketika melihat segerombolan Monster itu mengelilingi dirinya, ia merasa tidak berbeda jauh seperti sebelumnya, tetapi ia menganggap semua monster itu pinta karena mengerumuni dirinya agar tidak kabur.

__ADS_1


Secara Serempak Monster itu langsung berlari menuju Rei sambil membawa berbagai senjata, dan untuk Goblin Archer langsung melesatkan anak panahnya mengarah menuju tempat Rei.


Dengan santai Rei hanya menghindar sambil menyerang monster itu dengan kedua pedangnya, ia sengaja tidak memakai keterampilan berpedangnya dulu karena ingin menikmati pertarungannya, dan menurutnya itu akan sedikit menghibur jika dirinya tidak memakai kemampuannya.


Karena Rei tidak memakai keterampilannya, ia kadang terkena anak panah yang di lesatkan oleh goblin itu, kadang juga mendapatkan cakaran serigala, tetapi masih tidak bisa merusak jubah Rei yang dibeli dari System.


Satu jam berlalu, masih banyak monster yang terus menerus berdatangan untuk menyerang Rei tanpa henti, dan membabi buta, tetapi itu akan berakhir dengan kematian karena Kedua Pedang Rei sudah sangat tajam dengan menyerap Energi kehidupan, dan Membunuh banyak Monster.


Melihat ada Serigala yang menyerang dari arah kiri ia langsung menebasnya dengan cepat, lalu ia juga melihat panah yang melesat dari arah kanan serta depan, dan belakangnya ada Hobgoblin yang akan menyerangnya dengan kapak.


Rei yang melihat itu menundukan kepala untuk menghindari panah itu, dan menggunakan kedua pedangnya untuk menahan serangan dari Hobgoblin dari arah berlawanan itu, setelah itu langsung memotong tangan Hob Goblin, lalu menusuk jantungnya.


Seketika pergerakan Rei langsung menjadi sangat amat cepat semua tubuh serta pedangnya dialiri oleh Petir bersamaan dengan Hujan Pedang Pedang yang melesat dari atas langit menyerang segerombolan monster dengan kecepatan kilat.


Beberapa jam berlalu sebuah Portal Muncul kembali menandakan Bahwa semua monster di lantai 2 sudah habis tidak tersisa, ia diam dulu untuk mengendalikan semua kekuatan yang sudah didapatkan dari segerombolan monster itu.


"Meskipun aku sedikit kerepotan dengan jumlah semua monster itu, tetapi itu sangat menyenangkan haha"Ucap Rei sambil duduk di tengah tumpukan mayat monster yang telah ia bunuh.


[Dasar Psychopat huh]


"Hey aku hanya membunuh monster yang mengancam saja, lagian jika aku tidak membunuhnya maka aku yang terbunuh"Ucap Rei menolak julukan itu.

__ADS_1


[Rei tidak boleh mati sebelum kamu mengabulkan permintaan dari Eva nanti]


Rei menaikan alis mendengar ucapan Eva, ia lalu bertanya "Berarti Aku boleh mati jika sudah mengabulkan permintaanmu?"


[Hmmpp bukan begitu maksud Eva]


"Menghela nafas~ yah aku mengerti, jadi semoga saja kamu tidak meminta aku untuk bunuh diri"Ucap Rei


[**Hmmppppp dasar Rei bodoh, siapa yang ingin kamu bunuh diri huh, kalau ingin mati Eva tidak akan membantu Rei sampai sekarang menjadi sangat kuat.


Eva juga gaakan memberi kesempatan untuk kehidupan kedua Rei, jadi jangan berfikir buruk tentang permintaan Eva nanti huh**]


Rei terkekeh mendengar Eva yang sedang kesal memarahi dirinya, lalu ia berkata "Yah maaf kalau begitu, akukan tidak tau tentang permintaanmu nanti, lagian aku tidak mempunyai apapun untuk diberikan"


[**Setidaknya jangan berfikir buruk tentang Eva huh, dan aku tidak meminta beda padamu, tapi ya kamu tunggu saja setelah menyelesaikan menara ini, disitulah kamu akan mengetahui permintaanku.


Jadi semoga kamu menyelesaikannya lebih cepat, Eva juga sudah tidak sabar hehe. Semangat Rei**]


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan, aku akan berusaha menyelesaikannya lebih cepat"Ucap Rei lalu berdiri, dan berjalan kearah Portal itu untuk melanjutkan perjalanannya yang masih panjang.


Rei memutuskan untuk tidak bermain main dengan monster lemah itu, ia akan menggunakan 'Little Black Hole' nya jika melawan banyai monster lemah agar tidak menghabiskan waktu, dan itu juga bermanfaat karena Black holenya menyerap kekuatan mereka yang tersedot kedalamnya.

__ADS_1


__ADS_2