Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Sangat Nikmat


__ADS_3

...TIME SKIP...


Setelah membantai Lantai 2, Rei langsung melanjutkan sampai Lantai 9 dulu untuk beristirahat sejenak karena ia memasuki 9 Lantai tidak pernah beristirahat, tubuhnya penuh dengan bercakan darah, bahkan sekarang baunya sudah tercium bau amis


Sebenarnya Rei membantai monster sangat cepat dari lantai 3 sampai 9, tapi ia memutuskan untuk beristirahat dulu di lantai 9 sebelum melanjutkannya kelantai 10.


Sekarang Rei sedang beristirahat di lantai 9 karena sudah membantai semua monster, ia berniat untuk membersihkan diri terlebih dahulu dan mengganti pakaiannya yang sangat bau amis.


"Huh cukup melelahkan bertarung tanpa henti dengan ribuan monster"Ucap Rei terduduk di sofa yang ia buat.


Setelah membersihkan semua mayat monster yang telah ia bunuh agar tidak tercium bau yang tidak sedap saat dirinya sedang beristirahat, dan ia juga sudah membersihkan diri serta mengganti pakaiannya.


[Rei jangan maksain, meskipun Mana kamu tidak terbatas, tapi tetap saja masih butuh istirahat]


"Aku terlalu menikmati pertarungannya, sampai melupakan istirahat haha"Ucap Rei tertawa canggung.


Mendengar itu, Eva tidak menjawabnya, ia muncul dihadapan Rei, lalu duduk di sofa sebelah Rei, dan Eva berkata "Kalau kamu cape, aku bisa menghentikan menara ini" sambil menyenderkan kepalanya di bahu Rei.


"Huh bukankah itu sama saja kalau aku menyerah pada semua monster jelek itu"Ucap Rei menolak ucapan Eva.


"Bukan begitu maksudku Rei, tapi coba bayangkan butuh berapa tahun kamu bisa mencapai 1000 Lantai, apalagi setiap lantai selalu ada ribuan monster"Ucap Eva

__ADS_1


"Hoo~ Jadi kamu ingin berdua terus denganku? jadi menawariku untuk menghentikan menara ini?"Goda Rei tersenyum kecil.


Eva yang mendengar Ucapan Rei langsung mempunyai wajah yang sangat merah, ia menyembunyikan wajahnya di bahu Rei karena sangat malu, lalu ia berkata "Mouuu~ jangan menggodaku terus"


Melihat tingkah Eva yang sangat imut, Rei tersenyum sambil mengelus rambutnya, ia masih tidak menyangka seorang system akan mempunyai tingkah laku seperti seorang wanita sebenarnya, dan juga sangat imut.


"Haha wajahmu sangat imut"Ucap Rei terkekeh melihat tingkah Eva yang seperti Gadis Kecil.


"Hmmppp jangan menggodaku terus Rei"Ucap Eva mengembungkan pipi sambil menatap tajam Rei, tetapi ia menunduk lagi dengan wajah yang merah saat saling bertatapan karena sangat malu.


Melihat itu, Rei langsung mencubit kedua Pipi Eva karena sangat Gemas saat melihatnya seperti sedang marah, ia mencubit pipinya sambil menariknya keatas agar Eva tidak menunduk, lalu ia berkata "Nah wajahmu seperti tomat" lalu tertawa kecil.


"Hmmpp Rei"Ucap Eva mengembungkan pipi lalu memukul dada Rei karena sangat kesal dirinya terus menerus digoda, lalu menyenderkan kepalanya di bahu Rei kembali ketika puas memukulnya.


"Sudah beberapa hari aku tidak makan, apakah kamu mempunya makanan paling enak?"Tanya Rei kepada Eva.


"Tentu saja Eva punya huh, memang kamu kira aku siapa"Ucap Eva membuat meja sihadapannya dulu, lalu mengibaskan tangannya, dan muncul banyak makanan yang masih hangat.


Melihat sudah ada makanan di meja yang sudah rapih, Rei sangat berbinar sedikit mengeluarkan Air Liur karena sudah lama dirinya tidak makan, dan hanya melihat daging monster yang terasa sedikit jijik, jadi ia tidak ingin memakannya.


Eva terkekeh melihat Wajah Rei yang sangat lucu karena memang sangat Jarang Rei memasang wajah seperti itu jika dihadapan orang lain, tetapi saat sedang bersamanya ia selalu melihat Sifat lain Rei yang belum dilihat oleh orang lain, dan itu membuatnya sangat bahagia karena hanya dirinya yang mengetahui itu.

__ADS_1


Setelah itu mereka berdua makan bersama memanfaatkan makanan yang terlihat masih hangat, meskipun mereka adalah makhluk tinggi yang sudah tidak membutuhkan makan.


Tapi tetap saja untuk Rei belum terbiasa karena awalnya adalah manusia Fana yang selalu senang menikmati makanan, dan untuk Eva hanya mengikuti Rei karena dirinya ingin menyenangkan Rei saja.


Butuh beberapa menit makanan habis tidak tersisa oleh Rei yang sangat menikmatinya sendirian, dan Eva hanya kebagian sedikit karena melihat Rei sangat menyukai makanan itu.


"Sangat nikmat"Ucap Rei bahagia, lalu menatap Eva, dan bertanya "Berapa harga point beli makanan ini?"


"Tentu saja itu gratis karena masakanku sendiri yang sudah di siapkan di ruang jiwa Rei karena aku tau kalau kamu membutuhkan makan meskipun sudah menjadi makhluk tinggi"Ucap Eva lalu Eva menatap Rei dengan serius, dan bertanya "Apakah enak masakanku?"


"Tentu saja masakanmu terenak yang pernah aku makan, kalau bisa sih kamu memasak lagi untukku haha, dan terimakasih karena sudah mengerti tentang aku"Ucap Rei tertawa kecil sambil mengelus Eva karena sangat mengerti.


Eva memerah karena merasakan rasa hangat yang tidak pernah ia rasakan, ia juga sangat bahagia merasakan hal itu, dan ingin terus merasakannya dari Pria disisinya.


"Umm kalau Rei suka, aku akan senang memasak untuk Rei"Ucap Eva bahagia.


"Hey aku hanya bercanda, kalau kamu memasak untukku, aku akan membuatmu lebih repot lagi"Ucap Rei tidak menyangka karena candaannya dianggap serius.


"Hmmpp kalau aku merasa Repot, aku tidak akan membantu Rei sampai sekuat ini, jadi mulai sekarang Eva yang akan memasak untuk Rei"Ucap Eva tersenyum.


"Menghela nafas~ baiklah kalau begitu terimakasih"Ucap Rei tersenyum lembut sambil memeluk kepala eva dengan hangat, lalu berdiri, dan berkata "Yosh kita lanjutkan perjalanannya sampai 1000 lantai" lalu menatap Eva, dan bertanya "Apakah kamu ingin ikut dalam pertarungan?"

__ADS_1


"Tidak, jika aku ikut dalam pertarungan mungkin akan membuatmu cepat bosan, aku akan masuk kedalam Dunia Jiwamu lagi"Ucap Eva berubah menjadi cahaya, lalu memasuki tubuh Rei.


Rei hanya mengangguk sebagai jawaban dari ucapan Eva, ia langsung berjalan menghampiri Portal berwarna hitam itu dihadapannya, dan memasukinya.


__ADS_2