
Rei dan Luck masih bercakapan, mengabaikan perkenalan finral sampai magna membubarkan semua, dan dia bertingkah seperti seorang preman+senior.
"Dua orang lemah seperti mereka adalah anggota baru Banteng Hitam? Huh, jangan membuatku tertawa"Ucap Magna dengan wajah dan tingkah seperti preman.
"Hmm?"Dehem Rei.
"Jika kalian tidak mempunyai jubah ini, maka aku Magna Swing tidak akan pernah menerimamu"Ucap Magna sambil memperlihatkan sebuah jubah berwarna hitam dan berlambang kepala banteng.
"Ohhhh-"
Saat Rei ingin membalas ucapan magna, tiba tiba mata asta berbintang ketika melihat jubah itu. "WOW, JUBAH KSATRIA SIHIR" berteriak dengan semangat.
"Ingin satu jubah ini?"Ucap Magna dengan expresi geli melihat Asta "Lewati dulu upacara penyambutan anggota baru Banteng Hitam, sekarang".
°°°°°°°°°
Di Luar Markas Banteng Hitam.
"Aku tidak peduli metode apa yang kalian gunakan tapi, yang harus kalian lakukan adalah memblokir atau menghindari sihir yang aku lemparkan kearah kalian"Ucap Magna kepada asta dan Rei "Jika kalian berhasil, aku akan memberikan jubah ini".
"SIAP, AYOO"Teriak Asta semangat dan percaya diri dengan mata bintang saat melihat jubah yang berada di tangan magna.
"Apakah ospek ini benar benar harus? Kurasa lebih baik aku mencari lawan lain"Ucap Rei yang sedikit menurun niat bertarungnya kalau melawan Magna dengan bantuan Asta. Benar saja, anak berambut pirang langsung maju kedepan dengan senyuman yang tidak pernah hilang.
"Hey magna, jangan terlalu serakah"Ucap Luck sambil memegang bahu magna "Biar aku yang menguji pria itu" Dengan senyumannya.
"Ti-"
Sebelum magna berkata, luck mengabaikannya dan maju kehadapan Rei untuk berbicara tentang pertarungan upacara penyambutan itu.
__ADS_1
"Hehe, sepertinya kita tidak perlu menunggu lama untuk bertarung"Ucap Luck.
Melihat Luck maju dengan senyuman yang mirip dengan dirinya, mau tidak mau Rei mengangguk dan menyeringai. Tidak seperti pertarungan sebelumnya melawan Bangsawan Gendut saat Ujian Ksatria Sihir, sekarang Rei merasa kalau Luck akan lebih menghibur.
"Tentu, kita akan bertarung sekarang"Ucap Rei mengangguk.
"Hehehehehe, kalau begitu kita akan cari tempat"Ucap Luck.
Mengangguk, mereka berdua menjauh dari tempat asta dan magna untuk bertarung. Seluruh Anggota Banteng Hitam saling memandang melihat itu.
"Bagaimana mungkin Luck menguji Anggota baru"
"Semoga saja pria tampan itu baik baik saja"
"Aku tidak peduli dengan mereka, hanya Marie yang aku pedulikan"
"Mereka akan menjadi teman yang baik"
°°°°°°°°
"Tentu, buat aku terhibur dengan seluruh kekuatanmu"Ucap Rei mengangguk dan menyuruh Luck agar tidak menahan diri.
[Sihir Penciptaan Petir - Sepatu Dewa Petir]
Melihat Luck mengeluarkan Sihir Pertama dari Grimoirenya. Rei membuka Grimoire juga, menarik Katananya, dan mengucapkan Mantra [Nafas Api]
'DUAR'
Mereka berdua menendang tanah sampai meninggalkan retakan dari tanah itu, melesat dengan kecepatan penuh. Katana Rei bertabrakan dengan Sepatu petir milik Luck.
__ADS_1
[Bentuk Pertama - Pedang Membara]
Seketika Katana di selimuti oleh Api yang tebal. Luck melihat itu sedikit menjauh, tidak ingin bertindak ceroboh, dan melihat sihir yang dikeluarkan oleh Rei.
Tidak ingin kejadian sebelumnya terulang. Rei mengucapkan mantra bentuk kedua, memperkuat pedangnya, agar tidak mudah di Blokir oleh musuhnya.
[Bentuk Kedua - Penguat Pedang]
Katana yang diselimuti Api tebal seketika menghilang seperti terserap, sekarang terlihat bahwa bilah katana itu mengeluarkam sebuah Rune yang bersinar berwarna Merah kehitaman.
"Heheheheh"Tawa Luck langsung maju tanpa keraguan melihat lawan semakin kuat dan serius. Mereka berdua saling bentrok lagi, terlihat tidak ada sedikit keraguan dari serangan itu.
'DUAR'
"Apa-apaan kekuatan dia"Ucap Vanessa tercengang melihat Rei "Apakah dia baru saja mengubah Afinitas Sihirnya?" Dengan wajah yang masih tidak percaya saat melihat Api yang menyelimuti pedangnya seketika padam, dan terlihat seperti katana itu semakin kuat, tajam.
"Aku tidak tau pasti, entah dia sudah mengeluarkan kekuatan penuh atau tidak. Tapi, yang aku lihat dia seperti masih menahan diri"Ucap Finral yang masih memperhatikan pertarungan mereka.
"Masih menahan diri? Sekuat apa dia?"Vanessa masih terlalu tercengang dengan anggota barunya, dan tidak percaya usianya yang masih kecil sudah memiliki kekuatan besar.
"Ya, kalau kau ada disana saat ujian pasti terkejut. Bahkan, semua kapten mengangkat tangan dan ingin memberi tempat untuk dia"Ucap Finral menjelaskan dan memberitahu.
"Termasuk Pasukan Bangsawan?"
"Benar. Sayangnya, kapten merencanakan hal licik untuk menariknya. Jika dia tidak masuk, maka Asta tidak akan diberi tempat dipasukan manapun"Ucap Finral hanya tersenyum pahit mengingat tingkah Kaptennya.
"Membicarakanku dari belakang saat aku sedang bertarung di markas, apa kau ingin kubunuh, hah?"Ucap Seorang Pria dengan nada beratnya sambil mencengkram perut.
"Ahhh, aku tidak bermaksud, kapten"
__ADS_1
Sedangkan anggota banteng hitam tidak tau harus berkata apa dan mengeluarkan expresi apa ketika mendengar penjelasan serta perilaku kaptennya.