
'Begitu, ya... Jadi ini kekalahanku. Sudah lama aku tidak merasakan kekalahan, haha. Apakah aku harus bahagia? Menyerah?'Tertawa dalam hati melihat dirinya tidak bisa bergerak, Rei merasa pandangannya semakin buram. Saat matanya akan tertutup sepenuhnya, tiba tiba ada suatu suara robot yang muncul dikepalanya.
[Ding! System Absolutely Void God Active!..]
[Ding! Quest Terpicu!..]
[Kalahkan Lotus Penyihir Dari Kerajaan Diamond!..]
[Hadiah: Inventory Terbuka]
[Tidak ada Penolakan! Quest Wajib Di selesaikan!..]
"Ev-Evaaaa..."Gumam Rei tersadar, matanya terbuka lebar ketika mendengar itu dan tanpa sengaja mengucapkan nama yang telah dia rindukan dalam satu tahun penuh ini.
Hening, tidak ada jawaban saat Rei memanggil nama itu. 'Eva?..' panggil ulang karena tidak mendapatkan jawab.
[Ding! Nona Eva masih dalam pemulihan!..]
'Begitu, ya..'Batin Rei mengangguk mengerti 'Bodohnya aku. Padahal sudah berjanji akan menunggu dia, tetapi aku sangat mudah menyerah, cih...'
"Sepertinya sampai disini saja, anak nakal"Lotus memutuskan untuk mengakhirinya ketika melihat keadaan Luck yang sudah hampir tenggelam "Nah, sekarang"
mengalihkan pandangannya kearah Rei "Karena kau akan memasuki jurang dari sihirku. Sekarang aku menyarankamu untuk tidur siang sampai aku dan anak buahmu mendapatkan harta di dungeon ini" Membalikan tubuhnya, Penyihir Diamond meninggalkan kedua pemuda itu sambil melambaikan tangan sebagai ucapan perpisahan.
"Sudah, ya? Melihat keadaan temanku yang mudah terkena sihirmu, bukan berarti aku akan terkena juga, kan?" Tiba tiba suara seseorang terdengar membuat penyihir diamond menghentikan langkahnya.
"Maaf saja, aku tidak berniat menyerah di tengah jalan" mengatakan itu ketika melihat penyihir diamond itu menatapnya dengan wajah terkejut karena melihat Rei di selimuti oleh Bercakan Petir berwarna ungu dan terbebas dari jeratan sihirnya.
Mengelus lehernya, Rei mengalihkan pandangan kepada Rekan mudanya "Hey Luck, kurasa aku akan menang dalam taruhan ini" dengan seringai yang terukis dalam bibirnya, Rei berusaha membuat Luck tersadar kembali.
"Hehe, jangan berharap aku akan memberikanmu lawan yang kuat ketika semuanya menjadi sangat menyenangkan, hehe" Mendorong dirinya keluar dari jeratan, Luck tersadar dengan seringai dan senyuman Khasnya.
'Ada misi, ya? Berarti hanya harus mengalahkan dia saja? Kalau tidak dibunuh, tidak masalahkan? Dan, apa Murasame?'Banyak Pertanyaan dalam kepala Rei, tetapi memutuskan untuk memfokuskan melawan Musuh dulu.
Melihat kedua pemuda keluar dari sihirnya, Penyihir Diamond menaikan alis dan menghela nafas "Hahhh.. Anak nakal ini... Betapa semangatnya".
Merasakan dua gelombang sihir luar biasa dari kedua anak muda di hadapannya, senyum riang cepat memudat dari sudur bibir penyihir diamond itu.
'Jika aku terus bertarung dengan mereka seperti ini. Aku akan cepat lelah dan tidak akan sempat menyelesaikan Misi mengambil harta dungeon ini'
__ADS_1
Untuk pertama kalinya memasuki Dungeon ini, sikap dan senyum riang Penyihir Diamond yang goyah tersendat ketika melihat dua pemuda penyihir kerajaan semanggi bertarung setara dengan dirinya.
"Aku-akui, kalian benar benar sangat mengejutkanku. Tapi, sekarang sudah waktunya bagi kalian untuk tidur siang"Ucap Penyihir Diamond.
'LEDAKAN'
Tanpa mengucapkan sepatah kata kepada penyihir diamond itu, Rei dan Luck menendang tanah sebagai jawaban. Menggunakan sihir masing masing, menyerang dia dengan kecepatan kilat.
"Hahh.. Maaf anak nakal, aku tidak bisa kalah di sini.." Melihat Penyihir Muda menuju arahnya, Penyihir Diamond membanting tangannya ke tanah, membuat gerakan menyegel.
[Smoke Creation Magic: Smoke Binding Cross Poison]
Muncul sekumpulan asap di bawah penyihir diamond, asap itu menelan dua pemuda Rei dan Luck dalam bentuk salib.
"Aku tidak bisa bergerak..."Luck berkata ketika dirinya terkena sihir Penyihir Diamond itu, berusaha mendorong dirinya untuk keluar namun, sangat susah.
"Sudah waktunya, anak nakal!.. Seharusnya sihir ini bisa mengikat kalian sam-"Perkataan Penyihir Diamond Terhenti ketika mendengar seseorang membaca mantra.
[Nafas Petir]
'BANG'
"Yah, anak ini sangat berenergi..."Penyihir Diamond Berkata ketika melihat Rei sanngat mudah keluar dari Sihirnya.
"Bersiaplah, Paktua! Sekarang, Aku akan menghancurkanmu!" Rei menjawab dengan seringai dan wajah yang penuh tekad.
Setelah bertarung dengan Penyihir Diamond dalam beberapa waktu, Rei sudah mengetahui dan membaca sihir dia. Perlahan lahan kepercayaannya untuk mengalahkan dia semakin tinggi. Ditambah pertaruhan dengan Luck membuat Rei semakin bersemangat, ada pula mengingat tentang Eva dan System membuat dirinya semakin percaya diri.
"Menghancurkanku, ya? Itu perkataan yang bagus, anak nakal."
[Sihir Penciptaan Asap: Penjara Asap Raja yang Memburuk]
"Awalnya aku berfikir untuk tidak menggunakan Mantra ini untuk anak muda sepertimu, tetapi melihatmu dan temanmu tidak berhenti untuk menyerah, itu membuatku sangat pusing"
Mengaktifkan mantra lain dari Grimoirenya, Arus asap yang kuat mulai muncul mengelilingi tempat Rei dan menjebaknya didalam sebuah Kubah.
"Sihir ini tidak cukup untuk menghentikanku!.."Rei berkata dengan wajah datar sambil menatap Penyihir Diamond yang tersenyum.
"Aku tahu, setidaknya aku bisa membuatmu berhenti dalam beberapa waktu"Ucap Penyihir Diamond mengangguk "Bersenang senanglah di dalam kubah itu.."
__ADS_1
Melihat dirinya di penjara oleh Kubah Asap, Rei menaikan alis 'Yah, untungnya aku sudah merencanakan sesuatu agar kondisi seperti ini tidak terulang lagi' menoleh kedepan dan menatap Penyihir diamond.
"Huh? Apakah ada sesuatu dengan wajahku?"Tanya Lotus mengerutkan alis ketika melihat tatapan Rei.
"Sekarang... Aku sangat mengerti"
"Mengerti apa?"
"Yami yang kau lawan itu sudah bertahun tahun, kan?"
"Ya.."
"Jika dibandingkan dengan kekuatanmu dan yami di masa sekarang. Aku tidak yakin kau bisa bertahan dalam waktu lama, ya bisa dibilang kekuatanmu jauh di bawah yami"Ucap Rei mengingat Aura Kapten yami yang lebih kuat dan mencoba membandingkan Penyihir diamond itu dengannya.
"Begitu,ya..."Lotus mengangguk mengerti " Haahhh.... Mungkin, ini karena aku sudah terlalu tua. Yah, bagaimana pun bakat Kaptenmu lebih bagus dariku... Betapa Irinya" Tidak menyela apa yang dikatakan oleh Rei, Penyihir diamond menerima dan sadar tentang dirinya.
Melihat musuhnya lengah karena meratapi perkataan dirinya, Rei menyeringai, menghilang dari tempat seperti tertiup angin.
[Nafas Api]
[Bentuk Ketiga: Kekuatan Api]
Beralih ke nafas api saat dirinya berada di hadapan Penyihir Diamond, Rei memberikan serangan kuat di Dada dia dan tidak ragu untuk menusuk dadanya dengan nafas api.
'SRETTT'
Tercengang oleh kejadian yang tidak terduga, Penyihir diamond memundurkan langkahnya, menyentuh dadanya ketika merasakan rasa sakit dan panas menjalar ke tubuhnya.
"Urghhhh... Dada Saya..."
Melihat penyihir diamond meronta ronta kesakitan, Rei tidak memberikan waktu untuk dia. Menarik katana itu dari dadanya sambil menandang dia dengan keras, mengucapkan sebuah mantra
Melihat tempat dimana Penyihir Diamond berada, Rei mengangkat tinggi pedang diatas kepalanya, melemparkan sebuah api kearah dia.
[Bentuk Ketiga: Kekuatan Api]
Merasakan sejumlah besar energi berkumpul di suatu tempat, penyihir diamond menoleh untuk melihat kearah itu dan terlihat sinar cahaya berwarna merah menyilaukan bersamaan dengan rasa panas.
LEDAKAN
__ADS_1