Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Judi I


__ADS_3

"Bagaimana bisa kau memenangkannya?... Pasti ini hanya kebetulan, ayo main lagi!... Aku percaya kali ini pasti, aku akan menang!!..."


Setelah menyelesaikan masalah di desa Sosshi, Magna mengundang Re dan anggota lainnya ke tempat yang ia dan yami sering kunjungi ketika mereka ingin berjudi dan minum.


Melihat anggotanya bermain kartu, entah bagaimana yami bisa bergabung dan melakukan judi dengan anak buahnya.


"Gajihkuu.... Gajihku habis dalam waktu singkat.."Memundurkan langkahnya dengan tatapan kosong, Asta berkata dan mempunyai expresi muram melihat uangnya habis karena mengikuti permainan itu..


"Akuuu kalah... Aku kalah oleh Rakyat Jelata"Melihat rekannya dari rakyat jelata mengalahkan dalam permainan itu, Noelle berkata dengan expresi berbeda dan melanjutkan permainan karena tidak ingin kalah oleh mereka.


'Benar saja, pasukan ini sangat bermasalah.. Bahkan Asta dan Noelle dibiarkan mengikuti judi seperti Ini'Melihat kedua rekan seangkatannya bermain tanpa ada yang melarang. Rei hanya bisa tersenyum pahit dan melanjutkan permainan kartunya setelah mendapatkan kemenangan beruntun.


"HAHAHA, tidak buruk, anak nakal"Menghisap rokok dan mengeluarkannya, yami berkata dengan tawanya dan mengeluarkan sekantong uang dari saku, lalu menyimpannya di meja.


"Aku akan bermain denganmu sampai uang ini habis!!.."


"Kapten...."Magna terkejut melihat itu dan memandang Yami dengan expresi tidak percaya.


Melihat Kantong besar yang berisi banyak koin didalamnya, Rei menaikan alis dan menatap yami dengan expresi yang kurang percaya.


"Kau yakin?..."

__ADS_1


"Tentu saja, saat ini, aku akan melampui batasku di hadapan kalian"Dengan rasa percaya diri, yami berkata sangat serius.


Melihat expresi yang penuh dengan rasa percaya diri, Rei tersenyum dalam hati dan memikirkan sesuatu untuk membalaskan dendam atas pemaksaan yang dia lakukan saat ujian ksatria sihir.


Tidak ada sedikitpun rasa takut didalam hati jika kalah, menurutnya permainan kartu ini hanya seperti permainan anak kecil. Tentu saja, di kehidupan saat dibumi, Rei dan teman temannya melakukan kesenangan dengan berjudi seperti sekarang.


"Maksudku, bukankah uang itu terlalu sedikit?"Berusaha menahan senyum dalam hati, Rei berkata dengan expresi datar dan berusaha memancing yami agar mengeluarkan sesuatu yang berharga.


Mengerutkan kening sambil menatap pria dihadapannya, yami menghisap rokok dan mengeluarkannya, lalu mengambil sesuatu dalam saku dan menyimpan sebuah buku di atas meja.


"Aku akan menambahkan ini!!...."


"Hmm?..." Melihat Yami mempertaruhkan Grimoirenya, Rei menggelengkan kepala dan tidak tertarik "Sebagai Kapten Ksatria sihir akan memalukan jika tidak mempunyai Grimoire..." Rei berkata kepada yami dengan expresi datar dan menatap dia.


"Huh? Untuk apa aku peduli tentang itu!!... Sekarang, saat ini aku akan melampui batasku!!..."


"Kapten...."


"Ohhh..."


"Baik, kalau itu yang kau inginkan.. Jangan menyesal, aku tidak akan bercanda dalam permainan kali ini"Rei berkata kepada yami dengan expresi dan nada serius.

__ADS_1


'Aku mempunyai firasat buruk' Yami dan Magna berkata dalam hati.


Melihat kedua pihak sudah siap melanjutkan permainan, dealer melakukan tugasnya dengan mengocok dan membagikan kartu kepada pemain.


'Hahahahaha'Tertawa dalam hati ketika melihat kartunya, melihat yami sudah meletakan kartunya di atas meja dengan wajah percaya diri, secara perlahan Rei meletakannya juga dan tertawa dalam hati ketika melihat expresi dia.


"Sialan!..." Yami dan Magna berkata dengan expresi suram.


"Bagaimana?.... Ingin melanjutkannya lagi? tapi,,, kulihat kau tidak mempunyai apapun lagi, uang habis bahkan, Grimoire sekarang sudah menjadi milikku"Rei berkata dengan expresi jengkel dan dalam hati tertawa terbahak bahak.


"Tunggu!... Sebagai kapten anggota Banteng Hitam, aku akan mengajarimu sesuatu dari pepatah bijak dan suci, yang di sebut mengambil satu untuk tim".


"Ohhh?"


"Jadi, kau harus mengutamakan dan membantu kawan terlebih dahulu"Yami berkata dengan serius berusaha membujuk Rei agar tidak mengambil Grimoirenya.


"Aku mengerti"


"Bagus" Yami menghela nafas lega, dan berkata lagi "Mari lupakan semuanya" mengambil grimoirenya, tetapi terhenti ketika Rei berbicara.


"Sebagai anggota banteng sihir dan ksatria sihir... Aku akan mengajari dan memberitahu sesuatu dari pepatah yang bijak juga, itu disebut melakukan keburukan, suatu saat nanti pasti akan terbalas"

__ADS_1


__ADS_2