Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Dungeon IIII


__ADS_3

DUAR


DUAR


DUAR


sudah beberapa waktu rei dan luck berusaha memberikan serangan pada penyihir diamond itu, tetapi tidak ada satupun pukulan yang mengenainya karena dia lebih diuntungkan saat berada dalam area sihirnya.


"Sangat destruktif..... Kalian harus menenangkan diri kalian sementara, jika sifat kalian seperti ini, maka kau tidak bisa menarik seorang gadis"


"Yah, kau sangat menyebalkan, aku semakin ingin membunuhmu"Berkata dengan datar, wajah rei menjadi serius dan sudah merencanakan sesuatu karena sudah beradaptasi dengan cara sihir dari penyihir kerajaan diamond itu.


'Sementara aku akan menyimpan Sharinganku dulu...'


Karena dirinya tidak terlalu yakin bisa sampai membunuh penyihir diamond, Rei memutuskan tidak akan menggunakan sharingan untuk berjaga jaga, atau bisa dibilang sharingan sebagai Kartu Truffnya dan dia tidak ingin pihak musuh mencari titik lemah ketika mengetahui tentang kekuatan matanya.


[Sihir Angin: Badai Pisau]


Perlahan badai menyelimuti tubuh Rei, begitu pula dengan asap hitam kemampuan dari penyihir diamond tertiup. Saat asap itu hilang, dengan kecepatan kilat melesat menuju penyihir itu yang masih dalam expresi terkejut karena melihat dirinya menggunakan element lain.


Melihat rekannya bergerak dan menjadi serius, Luck tidak ingin kalah, dia melesat kearah yang sama dengan kecepatan tinggi dan menyerang menggunakan serangan yang cukup menghancurkan.


"Mati!..."


BOOOM


Ketika penyihir diamond masih dalam terkejutnya, dia tersadar saat melihat kedua anak muda sedang menuju kearahnya dengan kecepatan kilat. Karena Reaksinya sedikit lambat akibat tadi, jadi dia terkena serangan yang lumayan, tetapi masih sempat menghindari kedua serangan itu dan langsung menyelimuti Area dengan Asap hitam lagi untuk menutupi dirinya.


'Anak muda itu, dia mempunyai element angin juga'


Sambil bersembunyi dibalik awan asap, keringat bercucuran di wajahnya, dia mempunyai expresi masam melihat tubuhnya terkena serangan mereka dan masih tidak menyangka kalau dia mempunyai element angin yang bisa mengancam sihirnya.

__ADS_1


'Aku harus merencanakan sesuatu untuk mengulur waktu...'


Mengumpulkan asap sebagai awan, penyihir kegelapan menaiki awan itu dan terbang diatas kedua pemuda.


"Jubah itu... Kalian ksatria sihir dari banteng hitam, ya?"


Menebak bahwa Penyihir diamond seperti mengulur Waktu, Rei menaikan alis dan melesat kearah penyihir itu sambil bertanya "Kau tahu tentang kami?"


"Tentu, saya pernah bertengkar dengan kaptenmu di masa lalu. Dia bahkan memberiku bekas luka yang cukup indah disini"Meloncat kebelakang untuk menghindari semua serangan, penyihir kerajaan Diamond memperlihatkan bekas luka di Dadanya.


"Woahhhhh, kau melawan kapten yami"Sambil menembakan bola petir, Luck berkata dengan nada terkejut.


Rei menaikan alis melihat Pria di hadapannya memperlihatkan dada. Dia memandang Pria Diamond itu dengan Jijik. "Siapa yang menang?." Tanpa memperlambat serangannya, Rei terus menerus menyerang Penyihir kerajaan Diamond sambil bertanya dengan penasaran


"Ahh, sayangnya pertarungan kami terganggu sebelum mendapatkan kemenangan"Penyihir diamond berkata sambil menunduk, menghindari serangan katana "Apakah kaptenmu tidak pernah membicarakan Lotus dari Jurang Maut?."


"Tidak"Melihat ada celah dari penyihir diamond, Rei beralih ke nafas api dan menyerang Penyihir diamond dengan serangan kuat.


[Bentuk Ketiga: Kekuatan Api]


'BANG'


"Cih"Rei Mendengus kesal melihat serangan itu di hindari oleh musuh dengan mudah.


"Yah, mendengar itu sangat menghancurkan Hati"Penyihir Diamond berkata setelah menghindari serangan Rei.


"Hey Luck"Menghentikan langkahnya, Rei memanggil dia dan berkata saat Luck Menoleh "Tadi kau dengarkan? Dia tidak kalah saat melawan Yami. Berarti kalau kita mengalahkan dia. Kita selangkah lebih dekat untuk mengalahkan Yami!.."


Memikirkan tentang pertarungan yami dan penyihir diamond itu, seringai terukir di mulut kedua anak muda itu. Kedua Pemuda itu saling memandang, menangguk saat bertahap, lalu menghilang dari tempat.


Kecepatan mereka seketika meningkat pesat. Tidak seperti sebelumnya, kedua pemuda semakin gila dan tidak memberikan kesempatan penyihir Diamond untuk bernafas.

__ADS_1


'Anak anak ini... Mereka berkembang dalam pertempuran!..'Penyihir Diamond berfikir dengan keringat yang bercucuran di wajahnya, dia sambil menghindari serangan yang merepotkan dari kedua anak muda.


"Hahahaha, ayo sedikit lagi. Aku akan mena- Ehhhhhh"Tawa Luck seketika terhenti, matanya serangan buram, tubuhnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke lantai.


Melihat rekan bertarungnya tidak menyerang lagi, Rei menoleh kebelakang sambil menyiptkan alis, tetapi terhenti saat pandangannya buram dan keseimbangannya tidak terkendali.


"Shit! Apa-apaan ini!.."Gumam Rei sedikit terkejut namun, mengembalikan wajah datarnya dan menatap Penyihir Diamond itu dengan penasaran.


"Ah, kurasa waktu bermainnya selesai, anak muda."Terkekeh melihat kedua pemuda dihadapan dia terkena sihirnya, Penyihir Diamond sedikit menjauh dan menjaga jarak dari kedua pemuda itu.


"Apa yang kau lakukan?"Merasa penasaran dengan keadaannya, Rei bertanya dengan nada datar serta wajah yang datar agar musuhnya tidak mengira bahwa dirinya terkena perangkap.


"Hehe. Anak Nakal"Menaikan alis melihat Pemuda Berambut Putih iu "Yah, sejujurnya, seluruh ruangan ini telah di selimuti oleh sihir Awanku untuk menjebak kalian".


"Begitu, ya..."Rei mengangguk mengerti dengan expresi datarnya, berusaha tidak memperlihatkan rasa pusing yang ada pada dirinya "Kenapa kami tidak merasakannya?"


"Ok, bukan kau yang tidak merasakan sihirku. Hanya saja Fokus kalian anak anak, kalian hanya berfokus pada serangan. Berlomba mengalahkanku dan bertaruh. Karena itu, kalian tidak menyadari Sihir lemah yang menyebar di daerah kalian sendiri."Lotus menjelaskan kepada Rei.


"Huh? Ini sangat merepotkan. Kapan kau melakukan atau menggunakan sihir ini?. Seingatku, aku dan luck selalu mengawasimu. Tidak memberimu celah untuk mengucapkan Mantra, tetapi kau bisa mengeluarkan sihir seperti ini?"Dengan rasa bingung, Rei bertanya kepada penyihir diamond itu.


"Yah, jika aku menggunakan sihir ini saat kalian anak nakal sudah tiba disini. Aku tidak yakin bisa mengalahkan kalian, mengingat kalian sangat bersemangat melawanku. Sebagai persiapan dan penjagaan untukku. Aku memasang Sihir ini saat merasakan Aura anak nakal menuju kesini."Jelas Penyihir Diamond.


"Bagaimana bisa kau menggunakan sihir seperti ini pada kami?"


"Haahh... Aura kalian berdua membuatku harus waspada, apalagi kau yang mempunyai mana melimpah. Bukan, aku merasa Mana mu seperti tidak terbatas malahan. Jadi sebagai penjagaan, aku sengaja menyiapkan sihir ini"


"Begi-"Ucap Rei terpotong ketika mendengar rintihan Luck "Arghh Rei... Sepertinya aku sudah tidak bisa menahan ini" Lirih Luck dengan nada lemas.


'Begitu, ya... Jadi ini kekalahanku. Sudah lama aku tidak merasakan kekalahan, haha. Apakah aku harus bahagia? Menyerah?'Tertawa dalam hati melihat dirinya tidak bisa bergerak, Rei merasa pandangannya semakin buram. Saat matanya akan tertutup sepenuhnya, tiba tiba ada suatu suara robot yang muncul dikepalanya.


[Ding! System Absolutely Void God Active!..]

__ADS_1


__ADS_2