
Setelah pertarungan di ganggu oleh Yami, Rei dan Luck menunda pertarungan serta merencakan akan bertarung di lain waktu.
Meskipun keadaan Luka Luck sedikit parah tapi, saat diberikan pertolongan pertama oleh Rei, dia bilang lukanya sedikit tidak terasa lagi dan hanya harus menunggu sampai menutup sepenuhnya.
Mereka berdua yang bertarung gila gilaan, sekarang menerima perhatian medis singkat. Rei merasa tulang tulangnya ada yang beberapa patah, dan ia tidak bisa menggunakan sihir penyembuhan pada diri sendiri.
Tentu saja Rei dan Asta diberikan Jubah Ksatria Sihir dari Pasukan Banteng Hitam oleh magna, dan dipakaikan oleh Vanessa menggunakan sihirnya.
"Dengan jubah itu, sekarang kalian adalah Anggota Banteng Hitam"
"WOWWWW"Teriak Asta penuh energi, mata berbintang, dan bersemangat ketika mendapatkan Jubah yang diinginkannya.
Tidak memperdulikan tentang itu, Rei hanya berfokus pada kekuatan yang baru keluarnya dari Grimoire. Sedikit bingung tapi, sangat bahagia.
"Hahahah, Kapan kapan kita bertarung lagi, rei"Ucap Luck dengan senyumannya menyadarkan Rei dari lamunan.
"Tentu, kita bisa bertarung nanti"Ucap Rei dengan wajah datar
Mendengar percakapan mereka berdua tentang pertarungan selanjutnya, semua anggota banteng hitam hanya bisa tersenyum pahit dan tidak percaya Luck akan menemukan teman bertarung yang lebih berbahaya dari pada dirinya.
"Haruskah kita mengatakan sesuatu pada mereka?"
"Tidak, selama mereka bertarung tanpa ada niat membunuh, kita tidak perlu ikut campur"
"Bukankah tadi kau liat, kalau Rei seperti akan membunuh Luck?"
"Tidak... Aku hanya berniat membuat mental lawanku melemah dan merasakan rasa takut akan kematian"Ucap Rei membuat mereka terkaget karena bisa mendengarnya.
"Ahh-haha ya"
Mereka mengeluarkan keringat mendengar itu dan tidak menyangka pendengaran Rei sangat tajam padahal, pembicaraan itu seperti berbisik.
"Nah sekarang"Ucap Magna menghilangkan situasi canggung "Karena kalian sekarang Anggota Banteng Hitam resmi, aku akan menemani kalian Tur mengelilingi markas"
°°°°°°°°
"Jadi ini adalah Aula Makan"Ucap Magna menunjukan Ruangan yang seperti kantin dengan banyak meja makan dan kursi.
"WHOAAA"Asta berbintang.
°°°°°°°°
"Ini adalah pemandian"
"Waa panas"
°°°°°°°°
__ADS_1
Selanjutnya, Magna membuat kedua Juniornya ke koridor yang sedikit mematikan karena memiliki banyak jebakan.
"Ini adalah Aula yang mengarah ke ruangan tidur Wanita. Jika seorang Pria melangkah sedikit, maka jebakan akan otomatis aktif"Ucap Magna.
°°°°°°°°°
"Dan disini adalah penjara ruang bawah tanah, tempat peliharaan kapten yami"Ucap Magna.
Berdiri di depan jeruji besi, tiba tiba terlihat beberapa Hewan Buas yang mengeluarkan Air Liur, dan mengaum saat melihat tiga orang itu.
'ROARRR'
"Whoaaa.. Kenapa di markas ksatria sihir ada hewan berbahaya"Teriak Asta terkejut.
"Kapten yami menyukainya"Ucap Magna mengangkat kedua bahunya dan melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya.
'Sieghhh~ Sebenarnya ada apa dengan markas ini'Batin Rei hanya bisa menghela nafas, dan tidak tau harus berkata apa dengan markas dan seluruh anggota banteng hitam yang bermasalah.
°°°°°°°°°
"Dan, disini kita memilik-
Sebelum Magna memperkenalkan tempat sekarang, tiba tiba muncul seorang gadis berambut perak di hadapan mereka.
"Ternyata kau disana"Ucap Magna kepada gadis tersebut, lalu menatap kedua Junior Pria barunya "Rei, Asta.. Dia juga sama seperti kalian, seangkatan dengan kalian".
'Dia mempunyai mana melimpah, aku harus mencoba bertarung dengannya'Batin Rei merasakan mana yang melimpah dari gadis itu dan seketika darahnya mendidih lagi, menginginkan sebuah pertarungan.
"Hai, aku asta dari Desa Hage.. Mari kita bekerja sama untuk mencapai tuju-"Terpotong ketika uluran tangan Asta di tampar oleh gadis itu.
Gadis itu menampar uluran tangan asta, menyibakan rambutnya dengan wajah angkuh dan memandang asta dengan tatapan menjijikan.
"Kau serangga kecil, berani sekali serangga rendahan dengan sihir kecil berbicara denganku"Ucap Gadis itu dengan angkuh.
'Hmm? Nada bicaranya, seperti babi itu'Batin Rei mengingat lawan ujiannya yaitu tuan babi bangsawan yang sangat angkuh.
"Namaku Noelle Silva. Anggota keluarga Silva, dari kerajaan semanggi ini"Ucap Noelle dengan angkuh sambil menyibakan rambutnya.
"KE-KELUARGA KERAJAAN"Asta terkejut.
'Tidak heran dia angkuh, ternyata anggota kerajaan ya. Aku jadi penasaran dengan orang bangsawan lainnya'Batin Rei.
"Dan kau"Ucap Noelle memandang Rei dari atas kebawah sambil menunjuknya tapi, tiba tiba ia terdiam mematung melihat wajahnya.
"Ka-kau, beraninya kau diam saja, cepat berlutut"
"Hmm?"Dehem Rei menaikan alis mendengar Gadis dihadapannya sangat berani menyuruh dirinya berlutut.
__ADS_1
"HEI!!!... Apa kau tuli sampai tidak mendengarkanku? Mungkin Kata kata manusia terlalu susah di pelajari oleh Binatang sepertimu"Lanjut Noelle mempunyai urat didahinya melihat Rei hanya merespon dengan deheman.
"Wow anggota kerajaan mulutnya kotor sekali.. Orang sepertimu harus aku musnahkan dari bumi"Ucap Rei sudah tidak bisa menahan diri lagi.
Membuka Grimoirenya, mengambil katana dan menarik nafas dalam dalam, mengeluarkannya secara perlahan.
[Nafas Api]
Seketika suhu di sekitar Rei menjadi panas, tubuhnya di selimuti cahaya berwarna Jingga dan di kelilingi oleh api memyerupai tornado, dia melakukan kuda kuda bersiap menebas Noelle tanpa keraguan.
Mau tidak mau, asta, magna, dan noelle terpaksa mundur.
"Ke-kekuatan sihir besar"Ucap Noelle membulatkan mata terkejut karena kekuatan Rei seperti seorang bangsawan lainnya.
"BERANI SEKALI BINATANG SEPERTIMU MENGARAHKAN SENJATA DIHADAPANKU, SEMUT RENDAHAN!!!.."Teriak Noelle sambil menunjuk Rei bersiap mengeluarkan sebuah sihir "Aku akan menunjukan perbedaan besar status kita"
"Bagus"
[Sihir Air - Bola Naga Laut]
Mengucapkan sebuah mantra, seketika keluar sebuah Air yang besar dari ujung tangannya dan langsung mengarahkan ke tempat Rei.
"Ketahuilah tempatmu, serangga rendahan!!.."
Melihat serangan aliran air dihadapannya, Rei bersiap menggunakan salah satu bentuk nafas apinya untuk membelah api itu.
[Bentuk Kedua - Penguat Pedang]
Sambil memegang pedang dengan kedua tangannya, Rei mengangkat pedangnya keatas, bersiap menebas aliran itu dengan kekuatan apinya, dan mengakibatkan area dipenuhi dengan Uap.
"Ehhh"Ucap Noelle terkejut melihat Rei memblokirnya menggunakan Sihir berelemen Api. Noelle keluar dari Kabut itu, tidak ingin terkena serangan karena pandangannya terhalang.
[Nafas Petir]
[Bentuk Kedua - Serangan Kilat]
Seketika Rei menghilang dari tempat dan melesat mencari keberadaan Noelle, di setiap jalan yang dilewati meninggalkan jejak petir.
"Disana"Ucap Rei melihat Noelle dipojok dinding, lalu melesat kearah dia dan bersiap menyerangnya tanpa keraguan tapi, terhenti beberapa puluh cm karena melihat gadis itu hanya diam saja.
"Berani sekali kau bertarung tidak serius denganku, gadis kecil"Ucap Rei sedikit kesal karena merasa gadis kerajaan itu meremehkannya, ia menancapkan pedang di dinding sebelah telinga Noelle.
Rei menatap mata gadis itu dengan tajam, dalam beberapa detik mereka melakukan kontak mata sampai Noelle membuang mukanya dengan wajah merah.
"ME-MENJAUH DARIKU"Teriak Noelle sambil mengeluarkan sihir air seperti tadi tapi, dia masih membuang muka dan tidak mengenai Rei, dan berujung mengenai orang dibelakangnya.
'BUK'
__ADS_1