
"Umm, tapi bagaimana dengan serigala ini? Aku ingin membunuh dia?"Tanya Eva sambil menatap Rei menunggu jawaban darinya, lalu menjentikan jarinya, dan muncul sebuah Portal.
Mendengar itu, Rei memandang Wanita Serigala yang mempunyai wajah sedih, lalu ia menatap Eva, dan bertanya "Apakah kamu benar benar akan membunuh dia?".
"Umm.. Tentu saja Eva akan membunuh dia karena tadi berani menertawakan Rei dan ingin mengambil Rei dari Eva"Ucap Eva dengan wajah polosnya sambil memandang Rei.
Rei hampir tersandung mendengar ucapan Polos serta Wajah Polos Eva, ia lalu menghela nafas berusaha menenangkan diri, dan berkata "Yah itu terserah mu kalau ingin membunuhnya..."
'Apakah Eva benar benar bisa membunuh? Aku sedikit tidak percaya, apalagi saat melihat wajah polosnya'Fikir Rei sangat penasaran tentang apa yang Eva lakukan kepada Wanita Serigala itu.
Eva yang ingin membunuh Serigala Wanita itu tidak jadi karena mendengar sesuatu, lalu ia menatap Rei sambil berkata "Hmmpp Rei jangan meremehkanku..
Membunuh itu seperti permainan bagiku, bahkan setiap aku bosan di dalam kegelapan itu, aku selalu bermain main dengan nyawa makhluk hidup" sambil mengembungkan pipinya serta expresi polosnya.
Mendengar itu, Rei tercengang karena Eva bisa membaca pikirannya dan tidak mengharapkan mendapat jawaban dengan kejam dari Eva tentang mempermainkan nyawa.
"Ini hukuman karena sudah membaca fikiranku tanpa izin"Ucap Rei lalu memberikan sebuah pukulan cinta ke kepala Eva.
__ADS_1
"Aww~... Tapikan itu untuk mengawasimu agar tidak memikirkan wanita lain selain diriku, lagian jiwamu sudah menyatu denganku.."Ucap Eva sambil mengelus kepalanya karena mendapatkan pukulan cinta.
"Menyatu?.."Tanya Rei menaikan Alisnya.
"Umm"Eva Mengangguk.
"Dengan kata lain kita tidak bisa dipisahkan"Ucap Eva dengan senyuman yang cantik.
Mendengar itu, Rei terkekeh karena Melihat Eva yang sangat polos, lalu ia mengelus kepala Eva, dan bertanya "Jadi mau kamu apakan Wanita serigala itu?".
Eva memegang dagunya seperti sedang memikirkan 'Apa yang harus dilakukan', lalu ia memandang Wanita Serigala, dan berkata "Mungkin menyiksanya dulu dengan mencabut bulu bulunya, setelah itu aku akan memotong jarinya, lalu membunuhnya" dengan wajah polosnya.
"Tolong bunuh aku saja, aku tidak ingin disiksa olehnya"Ucap Sang Wanita serigala dengan wajah yang pasrah dan lesu tanpa semangat.
Rei memandang Sang Serigala Wanita sekilas, lalu ia memandang Eva.
"Ya, lebih baik kamu langsung bunuh saja.. Lagian dia tadi hanya bercanda saja"Ucap Rei yang tidak ingin melihat kekejam Eva dan di angguki oleh sang serigala.
__ADS_1
Mendengar itu, Eva memiringkan kepalanya sambil memandang Rei.
"Kamu tidak bohong?.. Kalau tadi dia hanya bercanda, aku tidak akan membunuhnya juga.."Ucap Eva.
"Tapi dengan satu Syarat yaitu, kamu harus menjadi Peliharaanku"Lanjut Eva sambil menunjuk Sang Serigala.
Mendengar itu, Sang Serigala langsung mengangguk dan sangat berterimakasih kepada Rei karena telah menyelamatkanya, lalu ia berubah menjadi Serigala kecil.
Rei hanya menggelengkan kepalanya melihat Eva yang sangat polos, ia juga tidak masalah Serigala dihadapannya menjadi peliharaan Eva dan tidak merasa terancam karena tidak ada satupun makhluk yang bisa mengancam Eva.
Tentu saja Rei berfikir dirinya tidak merasa terancam juga karena adanya Eva.
'Aku penasaran jika Acnologia bertarung dengan Serigala itu'Fikir Rei sambil memandang serigala kecil dihadapannya, lalu meloncat kearah Eva dan dipeluk olehnya.
[ Kalau Rei ingin dia bertarung dengan Acnologia, nanti eva akan menyuruhnya ]
♣
__ADS_1
{ Note: Untuk tanda pagar jadi Percakapan mereka lewat telepati ya }
♣