
Terbangun dari pingsannya, kedua orang bertudung tersadar, mereka membuka mata dan melihat kebawah bahwa dirinya sedang diikat oleh sihir api.
Lalu mereka menatap ketuanya pria berwajah luka yang masih belum sadarkan diri, mereka penasaran apa yang telah dilakukan oleh kstria sihir itu sampai membuat ketuanya lama terbangun.
"Ohhh, kalian sudah sadar ya, sialan!!...."Magna berkata ketika melihat kedua orang itu sadar "Aku ingin beristirahat sebentar dulu sampai energi sihirku kembali, setelah itu kalian akan kubawa ke ibukota kerajaan dengan Crazy Cyclone-ku" dengan wajah premannya.
"Karena sudah melukai dan membunuh penduduk desa. Kalian harus menyelasinya seumur hidup, dasar bodoh"
"Kalian itu siapa? Tujuan kalian itu apa? Akan kami buat kau menceritakan semuanya di markas ksatria sihir kami"
"Aku menolak"tiba tiba pria berwajah luka membuka mata dan angkat bicara, tatapannya terpaku kepada Pria berambut putih "Waktu akhirku sudah habis...."
Seketika cahaya berwarna ungu menerangi area pria berwajah luka.
'Ada item sihir didalam tubuhnya?'
"Suatu saat kau akan merasakan kehancuran, bocah"Sambil menatap Rei dengan kebencian, lalu pria berwajah luka itu mengucapkan salah satu mantra.
[Sihir Es: Hukuman suhu rendah]
Seketika Pria berwajah luka diselimuti oleh es dan terpecah menjadi serpihan.
"Tekad yang kuat sekali"
"Huh? Lebih memilih mati daripada dipenjara, ya? Tidak buruk juga untuk penjahat kecil seperti mereka"Gumam Rei menaikan alis, lalu pergi meninggalkan temannya yang masih dalam keadaan terkejut.
"Apa kalian akan berdiam diri? mereka sudah mati"sambil berjalan, rei berkata kepada ketiga temannya.
"APA!!.."Asta berteriak dengan nada tinggi, berlari kearah Rei dan mencengkram kerahnya "BAGAIMANA BISA KAU BERKATA SEPERTI ITU KETIKA MELIHAT ORANG MATI!!..."
Melihat tindakan asta yang mencengkram bajunya, Rei mengangkat kedua bahu sebagai jawaban "Ohh, ini pertama kalinya bagimu melihat orang mati? Kukira, kau sudah mempunyai pengalaman mengingat mimpimu menjadi Ksatria sihir" dengan wajah datar "Kau tau? Ini dunia yang kejam, kau akan mengerti suatu saat"
"APA KATAMUU!!..."Tidak menerima perkataannya, asta berkata dengan nada tinggi dan menguatkan cengkramannya.
__ADS_1
"Jika kematian seseorang memengaruhimu, kau gagal sebagai Ksatria sihir"Melepaskan genggaman Asta dan pergi meninggalkan mereka.
"HENTIKAN ASTA!!..."Tiba tiba Magna berteriak ketika melihat Asta akan mengejar Rei lagi "Biarkan dia pergi dan dinginkan fikiranmu"
°°°°°°°°
Duduk di salah satu atap bangunan, Rei menyaksikan matahari terbenam yang indah dan merasakan magna sedang menghampirinya untuk berbicara.
"Ada apa?"
"Tidak.. Aku hanya penasaran tentang yang kau bicarakan tadi.. Tenang saja, asta sedang bersama Noelle"
"Aku tidak peduli dengan mereka"
"Jadi, tentang yang kau bicarakan ta-"
"Jangan terlalu memanjakan seseorang, magna.. Sebagai seorang Ksatria sihir dia harus terbiasa dengan kemungkinan bahwa dia akan melihat kematian"
"Aku mengerti tapi... Ini misi pertama dia sebagai Ksatria sihir, dia seharusnya tidak melihat kejadian seperti itu"
Kedua pria itu terdiam dalam beberapa saat sampai Rei memutuskan untuk berbicara.
"Hey magna, kau tau sebenarnya aku bukan dari Negeri ini.."
"Apa??!!"Magna terkejut.
"Sebelum aku muncul di negeri ini, aku selalu menyendiri, mengurung dikamar, tidak mempunyai teman, mengabaikan semua orang, mencari uang sendiri....
Tidak tau bagaimana sekarang aku masih hidup tanpa orang tua tapi, teman temanku selalu membantu sampai suatu saat mereka menjadi sasaran dan terbunuh oleh musuhku... Disitu, aku sangatlah terpukul...
Orang berhargaku mati karena diriku dan musuhku membiarkanku hidup dalam penderitaan.. Yah aku tidak hanya berdiam diri saat melihat temanku terbunuh, aku kehilangan akal, secara perlahan aku membunuh semua musuhku...
Kau tau? Aku bukan gila pertarungan tapi,, mencari orang kuat, tanpa peduli mati, aku hanya ingin menghilangkan semua penderitaanku dan melupakan mereka....
__ADS_1
Saat aku tidak mempunyai harapan, tiba tiba seseorang datang dan memberikanku harapan untuk hidup tapi... sekarang aku berpisah lagi dengannya"
Apa yang dikatakan oleh Rei memang kenyataan saat kehidupan di bumi sewaktu menjadi seorang petarung, mendapatkan banyak kejuaraan sampai mempunyai musuh dan berujung teman temannya yang menjadi sasaran...
Setelah melihat orang berharganya mati, hidup Rei seperti hampa dan tanpa tujuan lagi.. Sampai ketika bertemu Eva yang memberikan harapan untuk masuk kedunia anime. Rei memang bahagia tapi, tujuannya hanya ingin menikmati pertarungan melawan orang kuat, agar benar benar bisa mengakhiri hidup dan melupakan semuanya.
Sekarang, tujuannya terganti ketika merasakan banyak orang yang peduli, seperti Resya, Eva dan yang lainnya.. Hidup Rei mempunyai tujuan, yaitu menjadi kuat dan suatu saat ingin melindungi mereka
"Aku tidak tau..."Tiba tiba suara seseorang terdengar dari belakang dan dia melangkah menghampiri Rei.
"Huh?"
'Ahh, dia tidak mempunyai mana.. Aku jadi tidak bisa merasakan keberadaannya'Sambil menoleh dan menatap asta yang sedang berjalan menghampirinya.
"Maafkan aku" Asta membungkuk dan merasa bersalah "Aku tidak tau perjuangan dan penderitaan yang telah kau lalui tapi... aku masih tidak ingin menyelesaikan masalah dengan pertumpahan darah"
"Tidak masalah.. Kau bisa memutuskan apa yang kau inginkan, suatu saat kau pasti mengerti..." Rei menoleh sesaat dan menatap senja lagi "Impianmu menjadi Raja Penyihirkan? Seharusnya kau tau sebagai raja penyihir pasti telah melalui banyak pertempuran dan menumpahkan darah..
Melindungi seluruh Rakyat dari musuh yang akan datang, pasti suatu saat seorang raja penyihir terpaksa membunuh dan menghilangkan ancaman musuh agar rakyatnya aman"
"Yahh... Kau benar tapi, aku akan berusaha mencari cara lain agar tidak ada pertumpahan darah di pihak manapun"Ucap Asta.
"Kalau itu yang kau inginkan, aku tidak bisa berbuat apa apa..."
"Tungguu!!... Apa kau menganggap kita sebagai teman?"Magna angkat bicara dan mengingat saat Rei selalu mengabaikan semua orang.
"Tidak tau..."
"Hahhh??? jangan mempermainkanku, junior sialan!!.."
"Siapa juga yang ingin bermain dengan preman sepertimu"
"Begini juga aku seniormu, sialan!!.."
__ADS_1
"Aku tidak merasa seperti itu"