
"Hahahaha, ayo teruskan, ini sangat menyenangkan"Ucap Luck dengan tawanya dan senyum yang selalu terpasang di setiap detiknya, seperti sangat menikmati pertarungan dengan Rei.
Luck menendang Katana Rei sedikit keras, menjadikan batu lompatan untuk kembali kebelakang.
Tentu saja, Rei sedikit melangkah mundur karena kekuatannya sekarang tidak seperti saat di Dunia Ekor Peri atau Menara Kematian.
Apalagi, kemampuan Penguasaan Instannya seperti tidak aktif, dan peningkatannya sedikit melambat.
"Ini belum seberapa"Ucap Rei menyeringai, seringai semakin terukir dalam bibirnya.
[Bentuk Ketiga - Kekuatan Api]
Tanpa sadar mengucapkan mantra itu, Grimoire milik Rei semakin bersinar berwarna merah bersamaan dengan Katananya yang semakin menyala nyala.
"Kekuatan Baru Ya"Ucap Luck memiringkan kepalanya melihat Grimoire milik Rei bersinar dan katananya mengeluarkan nyala api.
Melihat Rei seperti mempersiapkan suatu serangan. Luck memanfaatkan moment itu, melesat dengan kecepatan penuh, tiba tiba muncul di sebelah Rei, dan menggunakan kakinya yang diselimuti oleh petir untuk menendang tubuh Rei.
'BANG'
Rei terlempar beberapa meter sampai menabrak pohon, ia tidak sempat menghindari serangan itu, dengan kekuatan yang sekarang, matanya tidak sempat mengikuti kecepatan Luck.
"Arghhh.. Uhukkk.. Uhukkk" Rei terbatuk dan mengeluarkan seteguk darah dari mulut, ia merasa tulang rusuknya seperti patah karena tendangan itu.
Baru saja terbatuk, tiba tiba Luck kembali muncul dihadapannya, mengangkat kakinya, bersiap menendang kepala Rei tanpa ada keraguan dari matanya.
Melihat itu, Rei menahan tendangan itu dengan katananya dan membuat dirinya terpental kebelakang lagi. Sekarang, dirinya sangat terpojok karena masalahnya tidak bisa mengikuti kecepatan Luck.
[ Shadow Step ]
Seketika Rei muncul di belakang Luck seperti bayangan dan siap menusuk tubuhnya tanpa keraguan tapi, dia berhasil mengelak serangan tusukan itu, dan dengan terpaksa ia menyerangnya menggunakan Kaki, menendang dia sampai terpental menabrak pohon, sama seperti dirinya tadi.
__ADS_1
Tapi, meskipun serangan pedangnya tidak mengenai Luck. Tubuh dia meninggalkan Nyala Api oleh kekuatan dari bentuk ketiga nafas apinya.
"Arghhhhh"
°°°°°°°
"Tidak Buruk, dia bisa muncul seperti bayangan"Ucap Yami.
"Itu seperti sihirnya" mereka semua mengangguk setuju karena melihat mulut Rei bergerak seperti mengucapkan sesuatu, dan tiba tiba muncul di belakang Luck.
"Semoga saja itu bukan kartu truffnya..."
°°°°°°°
Terkagum dengan kecepatan Rei serta Katana yang menyala nyala itu, Luck memiringkan kepala ketika melihat pakaiannya terbakar, perasaan sudah menghindari pedangnya, tapi masih meninggalkan api di tubuhnya.
"LUAR BIASA... KAU BENAR BENAR KUAT, REI!!!.."
[Sihir Penciptaan Petir - Sarung Tangan Dewa Petir]
"Siap untuk ronde kedua?"Ucap Rei masih dengan senyumnya seperti menikmati pertarungan dengan Luck, ia merasa seperti hidup kembali.
"Tentu"
'DUAR'
[Bentuk Ketiga - Kekuatan Api}
[Bentuk Ketiga - Kekuatan Api}
Rei mengayunkan Katananya dari jarak jauh, seperti bulan sabit dengan element api. Luck pun melemparkan suatu serangan seperti Bola Petir dengan jumlah banyak kearah tempat Rei.
__ADS_1
Ketika serangan jarang jauh mereka terhenti, dalam sekejap kedua pria itu melesat dengan kecepatan tinggi, membuat tanah yang tadi dipijakinya retak, dan bentrokan terulang lagi.
Beradu serangan Katana dengan tubuh petir, membuat ledakan disetiap mereka beradu pukulan, membuat tanah retak, serta angin kencang, dan masih menahan kecepatan mereka.
Sibuk dengan menahan semua pukulan petir, Rei terdorong kembali sampai mengeluarkan salah satu elementnya untuk bertahan [Sihir Angin - Badai Pisau] seketika di sekitar Rei muncul sebuah badai yang sedikit besar dan tajam, tapi tidak berpengaruh bagi pemiliknya.
Sambil mengeluarkan dan mempertahankan sihir badai yang menyelimuti dirinya, Rei melesat kembali menuju Luck tanpa keraguan, seringai terukir dalam bibirnya.
Melihat Rei mengeluarkan sihir baru dan Element baru lagi, Luck memiringkan kepala dan mempunya express terkejut. Dia memundurkan langkahnya, tidak ingin ceroboh mendekati badai yang mengelilingi Rei.
Tentu saja, Rei tidak akan memberikan Luck waktu untuk menghindari dirinya saat sedang menuju kearah tempat dia, dan menggunakan serangan jarak jauh Api seperti tadi.
[Bentuk Ketiga - Kekuatan Api}
[Bentuk Ketiga - Kekuatan Api}
[Bentuk Ketiga - Kekuatan Api}
Melihat Luck hanya berfokus menghindari serangan jarak jauh api itu, Rei memanfaatkannya dan seketika muncul di sebelah dia, menyayat tubuhnya serta menendangnya sampai dia terpental.
'BANG' Luck terpental dan menabrak pohon
"ARGHHH PANAS"Teriak Luck ketika mendapat sayatan dari tubuhnya dan terlihat dari sayatan itu meninggalkan seberkas nyala api seperti akan memanggang dagingnya.
Teriakan itu bersamaan dengan hilangnya badai yang menyelimuti tubuh Rei, itu karena kekuatannya masih belum cukup untuk mempertahankan suatu sihir, jadi hanya kekuatan dari Grimoire saja yang bisa Rei gunakan sepuasnya.
Mengetahui sihir yang diciptakannya menghilang, tidak ingin memberikan waktu beristirahat untuk lawannya. Rei muncul di hadapan Luck dan mengangkat pedang keatas, bersiap membelah tubuh Luck menjadi dua bagian.
"HEHEHEH, Terpancing"Ucap Luck menghilang dari hadapan Rei dan muncul dibelakang, menendang punggungnya dengan kuat sampai membuat Rei terpental, ia lalu menembakan banyak bola petir kearahnya saat Rei terpental terbang.
Melihat banyak Bola Petir menuju kearahnya, Rei menancapkan katana ketanah dan mendorong tubuhnya menghindari semua serangan itu sambil memblokirnya.
__ADS_1
'Sialan, didunia ini aku tidak bebas menggunakan sihir yang aku ciptakan. Sia sia saja manaku melimpah'Batin Rei merasa tulang punggung seperti akan patah akibat tendangan Luck.
'BUK' Tubuh Rei menabrak Pohon karena tadi masih dalam keadaan terbang.