Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Anti-Sihir


__ADS_3

Rei menatap mata gadis itu dengan tajam, dalam beberapa detik mereka melakukan kontak mata sampai Noelle membuang mukanya dengan wajah merah.


"ME-MENJAUH DARIKU"Teriak Noelle sambil mengeluarkan sihir air seperti tadi tapi, dia masih membuang muka dan tidak mengenai Rei, dan berujung mengenai orang dibelakangnya.


'BUK'


Disisilain Asta mengibas-ngibaskan pedang hitamnya agar kabut yang tercipta dari bentrokan dua sihir itu menghilang tapi, ketika kebut itu menghilang sepenuhnya, tiba tiba ada suatu sihir air yang mengarah kepadanya dan tidak sempat menghindari sihir itu.


"Ahhhh"


Mendengar suatu teriakan, sontak Rei dan Noelle melihat kearah suara itu dan menemukan Asta tergeletak banjir dengan tubuh basah.


"Pfftthahahahah"Magna tertawa terbahak bahak melihat asta terkena sihir air itu.


Rei hanya menoleh sesaaat, matanya menatap Noelle lagi "Kau benar-benar meremehkanku, ya..." bersamaan dengan suhu panas yang meningkat drastis membuat Noelle berkeringat.


''A-aku tidak-"


Melihat gadis dihadapannya hanya diam dengan wajah ketakutan, Rei menghela nafas, memasuki katananya kedalam Grimoire sambil membatalkan semua sihirnya, niat bertarung yang tadi kuat seketika menurun drastis dan tidak tertarik melanjutkan pertarungan melawan gadis yang sedang ketakutan.


"Sieghhh~ Kukira dia kuat sebagai anggota kerajaan, ternyata hanya gadis biasa"Gumam Rei pergi meninggal Noelle dengan expresi kecewa karena tidak bisa bertarung.


Rei menghampiri kedua pria itu, dan bertanya kepada Magna "Apakah turnya sudah selesai?" dengan wajah datar.


"Huh, biarkan aku mengantar kalian ketempat terakhir, tempat istirahat kalian"Ucap Magna mnghentikan tawanya dan mereka melanjutkan langkah, meninggalkan Noelle yang masih terdiam.

__ADS_1


°°°°°°°°


"Disinilah kalian akan tidur beristirahat"Ucap Magna sambil menunjuk dua ruangan bersebelahan dan memasukinya.


Ruangan itu tidak terlalu besar dan kecil, banyak jaring laba laba di setiap atap serta dinding seperti akan hancur. Tentu saja, Asta dan Rei sedikit mengagumi kamar mereka masing masing


Bagi Asta itu adalah kegembiraan, dia tumbuh di sebuah panti asuhan dan harus berbagi kamar dengan anak anak lain. Jadi, melihat dirinya mempunyai kamar sendiri sangat bahagia, meskipun kotor.


Rei di sisilain mempertahankan wajah datarnya dan sedikit bersyukur mempunyai kamar sendiri. Dalam satu tahun lebih tinggal di panti asuhan, Rei merasa tertindas dan tidak bisa beristirahat tenang karena asta tidak bisa diam saat tidur.


"Mengapa kamarku bersebelahan dengan dia?"Ucap Rei berbalik dan bertanya kepada magna dengan penasara, ia merasa tidak bisa beristirahat dengan tenang mengingat asta selalu berteriak.


"Aku merasa kalian berdua sangar cocok, pengguna pedang. Jadi, kupikir aku memilihkan kamar kalian bersebelahan"Ucap Magna.


'Aku masih penasaran dengan pedang hitam miliknya'Batin Rei yang masih mengingat Asta seperti bisa memotong suatu sihir, saat di ujian ksatria sihir sebelumnya.


"Hey asta"Panggil Rei.


"Yaaa?"Jawab asta menoleh menatap Rei.


"Apa kau baik baik saja? Gadis angkuh itu sudah menyerangmu cukup keras"Tanya Rei mengingat asta terkena sihir air dari Noelle.


"Tentu aku baik baik saja, serangan seperti itu tidak mungkin menghentikanku hahaha"Ucap Asta mengangguk "Setelah ini, aku akan membersihkan kamarmu, rei"


"Bagaimana dengan pedangmu? Kau tidak punya sihir tapi bisa mengeluarkanmya dari Grimoire"Tanya Rei yang sudah tidak tahan dan sangat penasaran.

__ADS_1


"Anti-sihir, pedangku bisa memotong sihir apapun"


"Anti-sihir?"


"Ya"


"Keren juga, lain kali kita akan bertarung"Ucap Rei dengan Antusiasme dan merasa tertarik dengan kemampuan asta.


"Tentu, kita bisa bertarung kapan kapan"Ucap Asta mengangguk semangat.


°°°°°°°°


Duduk dikamarnya, Rei membuka Grimoire, membulak balikan setiap halaman. Saat bertarung dengan Luck dengan serius, ia menyadari beberapa hal yaitu munculnya sihir baru dari element petir.


Jika Nafas api yang awal didapatkan berfokus pada serangan, bahkan dengan bentuk ketiganya juga memperkuat serangannya seperti Aoe, meskipun tidak mengenai target tapi, masih meninggalkan nyala api di tubuh lawan.


Sedangkan Nafas Petir yang baru didapatkan, berfokus pada kecepatan langkah dan serangan. Tidak seperti nafas api yang mempunyai kekuatan besar, disisilain nafas petir serangannya tidak besar, tapi sangat cepat.


Tapi, hal yang paling di bingungkan adalah kenapa Nafas Petir muncul dengan sendirinya? Tidak, mungkin tidak muncul dengan sendiri. Rei merasa butuh suatu pancingan dari seseorang, seperti Luck yang mempunyai element petir dan berujung Grimoirenya mengeluarkan nafas itu.


'Sieghhhh~ Grimoire sangat merepotnya, lebih baik menciptakan sihir sendiri'Batin Rei menghela nafas dan menutupi Grimoire, lalu membaringkan tubuhnya tapi, terhenti ketika merasa suatu mana berkumpul dalam satu titik.


Merasakan mana yang amat besar di sekitar areanya, Rei membuka jendela dan melihat Bola Air besar melayang, terlihat di tengah bola itu ada seseorang yang tidak asing.


'Sieghhh~ Gadis bangsawan lagi... Sebenarnya, apa yang dia inginkan'Rei tidak tau harus berkata apa melihat Noelle membuat kekacuaan lagi, seperti merasa paling hebat mengeluarkan sihir besar itu.

__ADS_1


__ADS_2