Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Rei Hazuri Vs Luck Voltia [ II ]


__ADS_3

"Kapten, sepertinya dia sudah berada pada batasnya"Ucap Finral yang masih memperhatikan Rei menyenderkan tubuhnya di pohon sambil memejamkan mata.


"Benar, kita harus menghentikannya. Dia terkena banyak serangan, aku takut tubuhnya akan hancur"Ucap Vanessa yang melihat Rei lebih banyak terkena serangan, daripada serangannya mengenai tubuh Luck.


"Biarkan saja.. Bocah itu akan melampui batasnya"Ucap Yami menghisap Rokok dan mengeluarkannya, merasakan Ki dari Rei seperti meningkat, seperti mempersiapkan sesuatu dengan cara berdiam sambil memejamkan matanya.


°°°°°°°°


Melihat Rei tidak bergerak sedikitpun, Luck tentu saja memanfaatkan itu dengan menyerangnya kembali, melesat kearah tempat dia. Bersiap mendaratkan sebuah pukulan tapi, mendadak meloncat kebelakang, insting bertarungnya seperti menyuruh untuk mundur.


Terlihat bercakan petir berwarna ungu mengelilingi tubuh Rei, bersamaan dengan halaman Grimoire yang terbuka dengan cepat, mengeluarkan sebuah cahaya berwarna ungu terang.


Seketika kedua mata yang tadinya berwarna biru, sekarang berubah menjadi merah kehitaman dengan tiga koma, tatapannya semakin tajam, dan senyuman seringai semakin melebar.


'Kurasa tidak masalah menggunakan mata ini...'


°°°°°°°°


"Bwahahahahah, sudah kuduga... Bocah itu tidak bisa dianggap remeh"


"Apakah hanya aku yang merasakan perasaan buruk ketika melihat mata merah itu...."


"Di-dia menggunakan element lain? Apa apaan dengan matanya!!....."


"Rei akan menjadi teman terbaik..."


"Marie cintaku"


°°°°°°°°


[Nafas Petir]


Meledak keluar dari tubuhnya, Gelombang listrik dari cahaya berwarna ungu mengeliling Area dan meledak kesegala arah.


Tidak tau kenapa, secara tidak sadar Rei mengucapkan mantra itu.


Cahaya yang terang menarik perhatian semua anggota Banteng hitam, bahkan asta dan magna yang sedang dalam pertarungan langsung terhenti.


Mereka dikejutkan oleh element yang berbeda dari Rei, apalagi sebuah petir yang berwarna ungu. Tentu saja, mereka baru kali ini melihat petir berwarna seperti itu. Mereka juga merasakan kalau Sihir/Mana Rei melonjak ke tingkat lebih tinggi.


Yang paling mengejutkan bagi mereka semua adalah Bola Matanya yang berwarna merah, tiga koma berada di tengah bulatan, tatapannya sangat menusuk, expresinya menjadi lebih dingin memberikan perasaan yang menakutkan bagi semua orang yang melihatnya dan terlihat dia seperti dalam kehilangan kendali.


'BANG'


'BANG'

__ADS_1


'BANG'


Karena Luck hanya berjarak beberapa meter dari Rei, dia harus mendorong dirinya sendiri hinga batasnya untuk menghindari gelombang petir yang akan datang menghampiri nya.


[Bentuk Pertama - Armor Halilintar]


Seketika tubuh Rei diselimuti oleh bercakan atau nyala petir berwarna ungu, tanpa sadar juga mengucapkan sebuah mantra pertahanan dari element petir.


[Bentuk Kedua - Serangan Kilat]


Melihat Luck fokus menghindari gelombang petir darinya, Rei mulai berlari kearahnya dan tidak ingin memberikan waktu untuk dia dengan cara menggunakan mantra terus menerus.


[Bentuk Kedua - Serangan Kilat]


[Bentuk Kedua - Serangan Kilat]


[Bentuk Kedua - Serangan Kilat]


'HAHAHAHAHA' Dalam Hati Rei merasakan amat kesenangan.


Menghindari serangan petir dengan susah payah yang terus menerus menyerangnya tanpa henti, senyum Luck menghilang dan terlihat butiran keringat diwajahnya.


Bukan hanya kecepatan dari serangan saja yang meningkat Drastis tapi, dari langkahnya seperti kilat dan meninggalkan jejak petir berwarna ungu. Mata Luck sekarang tidak bisa mengikuti kecepatan itu, dan tubuhnya terkena banyak serangan.


"HAHAHAHA, BERIKAN AKU LEBIH"Tawa Rei terdengar tidak terkendali sambil menendang Luck dengan keras sampai terbang.


[Sihir Petir - Bola halilintar]


Seketika muncul beberapa bola petir ungu di setiap ujung jarinya dan menembakan semua bola itu kearah Luck tanpa keraguan, tidak peduli akan membunuhnya, kesenangan mengendalikan dirinya.


'DUAR'


'DUAR'


"Tidak mungkin"Gumam Vanessa.


Luck terus menerus menghindari sihir halilintar dari Rei dan menunggu suatu celah darinya sambil mengaktifkan sebuah mantra.


"Ketemu"Ucap Luck melihat sebuah celah dan menembakan banyak bola petir berwarna biru muda tanpa henti kearah Rei, percaya tembakan itu akan mengenainya.


"Lambat"Ucap Rei menggunakan sharingannya dan menghindari semua serangan bola petir yang di lemparkan kearahnya sangat mudah.


Saat bola terakhir Luck berakhir, mendadak sosok Rei menghilang dari tempat dan muncul di hadapan dia.


[Nafas Api]

__ADS_1


[Bentuk Pertama - Pedang Membara]


Dengan cepat Rei mengaktifkan mantra lain, dan menyayat tubuh Luck dengan katana yang diselimuti nyala api, lalu menendangnya keras sampai dia terlempar beberapa meter dan terhenti saat tubuh dia menabrak batu besar sampai hancur.


'BANG'


'BANG'


'BANG'


Tentu saja Rei tidak berhenti disitu, tidak ingin menyianyiakan keadaan Luck yang tergelatak. Rei langsung melesat dengan kecepatan tinggi, muncul dihadapan Luck dan bersiap menusuk tubuhnya dengan katana yang masih menyalakan api.


"Tidak, cepat hentikan pertarungannya"


"Dia sudah kehila-"


'TRANK'.


Mendadak ada yang memblokir serangan rei menggunakan sebuah katana, dan membuatnya sampai termundur karena perbedaan yang kuat.


"Mau sampai mana kalian menghancurkan Area markas, bocah sialan"


Sontak Rei dan Luck menoleh kearah pemilik suara itu, mereka menemukan pria besar dengan wajah sangar, dia sedang menggenggam sebuah katana sambil menghisap rokoknya.


Mendengar ucapan itu, kedua anak yang bertarung melihat sekitar dan benar saja, tanah hancur retak, pohon terbakar dan meninggalkan jejak api bersama dengan kilat.


'Yah, aku tidak sadar..'


...°°°°°°°°...


Memejamkan matanya untuk mengembalikan mata berwarna biru langit, lalu menatap Luck yang sedang terluka parah. Rei mengembalikan Katana kedalam Grimoire, lalu menyimpan di saku sambil berjalan menghampiri Luck yang tergeletak.


Rei memajukan tangan kanan sambil berkata [Heal], seketika cahaya berwarna hijau muncul, dan pendarahan dari sayatan di tubuh Luck terhenti.


"Aku hanya bisa menghentikan pendarahanmu saja"Ucap Rei sambil memberikan tangan kanan untuk membantu Luck berdiri.


"Wow... Terimakasih, Rei. Lain kali kita akan bertarung lagi"Ucap Luck menerima uluran tangan itu dan berdiri sambil tersenyum.


'Kukira mental dia akan turun mentalnya melihat dirinya mendekati kematian tapi, malah mengajakku bertarung lagi'Batin Rei kagum dengan Luck yang tidak mempunyai rasa takut.


"Sihir penyembuhan? Bukan hanya mempunyai sihir serangan dan kecepatan tapi, dia mempunyai sihir penyembuhan juga?"Gumam Vanessa tercengang lagi dan tidak tau harus berkata apa melihat Rei mengeluarkan berbagai sihir.


Anggota lainnya pun membulatkan mata tidak percaya, mereka masih mengingat juga tentang tiga element yang dikeluarkan oleh Rei. Dan, sekarang yang dilihatnya dia bisa menggunakan sihir Penyembuhan.


Tentu saja Yami yang berada di dekat mereka juga ikut terkejut tapi, mempertahankan expresi datarnya.

__ADS_1


'Bocah ini, bakatnya mengerikan'Batin Yami.


__ADS_2