Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Asta vs Rei II


__ADS_3

Membuka Grimoire, menarik sebuah katana didalam itu tanpa menggunakan sebuah mantra dan ingin mencoba bertarung tanpa sihir seperti seorang Ksatria sejati.


"Siap bertarung?"Tanya Rei sebelum melesat.


"Yaaaaa, siap!.."


Dalam satu tahun lebih tinggal bersama asta, yang bisa rei perhatikan adalah bahwa kekuatan Fisik Asta tidak seperti penyihir lainnya. Ya semua orang tau, penyihir lebih banyak tidak memperhatikan fisik dan hanya berfokus pada pengendaliannya, apalagi di Dunia sekarang sihir adalah segalanya.


Ya memang jika dibandingkan saat pertama kali tiba di dunia ini, perbedaan kekuatan fisik Rei sangat jauh dengan Asta. Tapi, dalam satu tahun penuh, setiap harinya melakukan latihan di pagi hari, membuat Rei lebih percaya diri karena bisa melakukan Jumlah latihan yang bahkan asta belum melewatinya.


Menatap satu sama lain, kedua pendekar pedang sudah memegang pedangnya masing masing dan saling mengangguk seperti tanda mulainya pertarungan.


Menggunakan Otot-otot kakinya yang sangat kuat, Sosok Asta melesat kedepan sampai membuat tanah tadi retak.


'DUAR'


Saat melesat, mereka berdua meninggalkan sebuah kawah kecil yang dipijaknya tadi.


'TRENKKKK'


Kedua Bilah Pedang Besi saling bentrok, sebuah tanah dibawah mereka hancur seperti kawah dan menciptakan sebuah angin sesaat di sekitarnya.


Tiba tiba Asta mundur dengan wajah terkejut sambil menatap katana yang di pegang oleh Rei "Woww, pedangmu tidak menghilang setelah mengenai pedangku" dengan kaget.


"Pedangku?"Rei bingung lalu menatap Katana sesaat, menatap pedang asta dan kembali menatap katananya "Ohh in-"


'Ehhh tunggu sebentar... Bukankah katanaku muncul dari Grimoire dan semua yang muncul dari situ adalah sihir... Berarti, katanaku bersifat fisik meskipun dapat dari Grimoire'Batin Rei yang menyadari hal penting.


"Jadi begitu ya, sekarang aku mengerti"Gumam Rei tersenyum.


"Kita mulai lagi, Asta... Bersiaplah, aku tidak akan menahan diri"Ucap Rei kepada Asta.

__ADS_1


Menarik nafas dalam dalam, mengeluarkan secara perlahan bersamaan Grimoirenya yang menjadi berwarna Ungu.


[Nafas Petir]


Seperti kulit mana, tubuhnya bersinar berwarna ungu. Seketika Sosok Rei menghilang dari tempat dan muncul dihadapan asta, bersiap memberikan suatu serangan, tapi Rei membatalkannya membuat Asta condong kedepan dengan pedang beratnya.


[Bentuk Pertama - Armor Halilintar]


Seketika Rei muncul di belakang Asta, kedua punggung mereka salung bersentuhan dan membuat asta tersetrum karena seluruh tubuh Rei di penuhi dengan Bercakan Petir Ungu.


Dalam pertarungan semalam dengan Luck, sedikit menyadari bahwa Armor petir bukan hanya bisa sedikit memblokir suatu serangan, tapi jika orang menyentuhnya juga akan terkena serangan itu dan sekarang terbukti jelas bahwa tebakan Rei memang benar ketika melihat asta tersetrum.


"WWOWOWOW"Teriak Asta.


Melihat asta tidak bergerak, Rei membatalkan semua sihirnya dan membantu dia berdiri sambil berkata "Semakin banyak pertarungan, semakin banyak terluka, semakin cepat kau menjadi Kuat dan menggapai impianmu, asta".


"Haha benar apa katamu, Rei... Aku tidak bisa menyerah sampai disini, mari lanjutkan pertarungannya"Ucap Asta mempunyai semangat lagi ketika mendengar itu.


"YA MOHON BANTUANNYA, REIIII!!!!.."Teriak Asta.


Mereka melakukan latihan dengan bertukar serangan pedang tanpa sihir, meskipun sudah kelelahan sampai batas, tetapi tidak ada tanda henti sampai seseorang memanggil.


°°°°°°°°°


Setelah menetap di markas operasi 'Pasukan Banteng Hitam'. Rei, Noelle dan Asta di beri perintah untuk melakukan beberapa tugas dan membantu pangkalan. Salah satu tugas itu adalah memberikan makan Monster peliharaan yami, yang berada di penjara bawah tanah.


Selain Asta dan Rei yang berjalan saling bersebelahan, Noelle menjaga jarak dari mereka serta memberikan tatapan dingin kepada mereka.


Di sisilain, Asta mengambil semua tugas itu dengan sangat semangat, tanpa mengeluh sedikitpun. Dan, setelah menyelamatkan Noelle dari Bola Air yang besar, sekarang sikap bangsawan kerajaan itu sedikit hangat, tidak seperti sebelumnya.


Asta dan Noelle sudah saling berkenalan, sedangkan untuk Rei mempunyai expresi dingin, tidak peduli berkenalan dengan Noelle atau tidak. Sedikit membenci seorang bangsawan yang selalu bersikap angkuh, Rei juga menjaga jarak dari Noelle.

__ADS_1


"Hahaha.. orang memang bisa melampaui batasnya jika ingin melindung seseorang yang berharga"Tiba tiba suara tawa dan berat terdengar bergema..


"Benar, itu sangat mengejutkan bagiku"Ucap suara Magna dan mereka berdua melihat Ketiga orang Junior yang sedang melakukan tugasnya.


"Tidakah kalian punya malu? Telanjang bulat, hanya memakai ****** ***** saja"Ucap Rei menaikan alis melihat mereka telanjang.


Rei, Asta dan Noelle berada di bawah tanah, berdiri di depan kandang Monster peliharaan Yami. Wajah Noelle seketika memerah saat melihat Magna dan Yami hanya menggunakan ****** *****.


"Sekarang, kalian akan menerima misi pertama sebagai seorang Ksatria Sihir sebenarnya"Ucap Magna berdiri dihadapan mereka tanpa malu dan seperti seorang senior dengan kewibawaan yang tidak pantas dipandang, menurut Rei.


Mengabaikan keadaan Magna dan Yami... Rei bertanya dengan rasa penasaran "Apa misinya?" menatap curiga mereka berdua, ia menebak kalau mereka tidak akan serius memberikan sebuah misi.


"Haha... Kalian akan pergi ke Desa Sosshi untuk mencari dan berburu babi hutan di daerah desa itu"Ucap Magna.


"...."


"...."


"...."


"Oii sialan!!... Ada apa dengan wajah kalian? Ini adalah misi yang sangat serius sebagai Ksatria sihir!!!!..."Bentak Magna kesal melihat Expresi juniornya.


"Kau tau?... Lebih baik aku melawan Luck habis habisan dari pada melakukan misi membunuh binatang lemah seperti mereka. Lagian, apakah Ksatria sihir harus berburu?


Seharusnya menyelamatkan orang atau menangkap penjahat"Ucap Rei kepada Magna dan memutuskan mengangkat serta mengutarakan pikirannya.


"Tentu saja kita bukan hanya berburu saja, kita akan menyelamatkan banyak orang"


"Dengan nemberikan mereka makanan babi hutan?"


"BISAKAH KAU MENGGUNAKAN PAKAIAN DULU!!"Teriak Noelle dengan nada tinggi, tidak tahan melihat pria bertelanjang, dan membentak Magna.

__ADS_1


__ADS_2