Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Dungeon I


__ADS_3

"1, 2, 3, 4, 5 Woahhhh!!.. Asta Kau benar benar mempunyai Grimoire 5 daun!!"Menghitung jumlah daun dari Grimoire yang dimiliki oleh Asta, Rei berkata dengan terkejut.


Mendengar semua itu, Asta tampak bingung dan tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Rei, dia mengangkat bahu sambil melanjutkan push-upnya.


'Dia mempunyai Grimoire 5 daun tapi, kenapa tidak ada yang tertarik dengannya? Bukankah mereka terkejut melihat Yuno mendapatkan 4 daun dan, asta mempunyai lebih banyak daun'


Mengingat saat berada dalam ujian Ksatria Sihir, semua orang mempunyai expresi terkejut ketika melihat grimoire yuno yang mempunyai 4 daun. Rei merasa sangat aneh dengan itu, mereka tertarik dengan grimoire 4 daun tapi, tidak tertarik dengan Grimoire yang mempunyai 5 daun milik asta.


'Sieghhh~ Dunia ini sangat membingungkan. Memikirkan Grimoire ku sendiri saja sudah bingung, ditambah lagi dengan Grimoire orang lain' Rei menghela nafas dan berkata dalam hati, lalu menatap Asta.


"Hey asta, ayo bertanding olahraga"


"Serius? Ayoooo"Asta menatap Rei dengan semangat dan percaya akan memenangkan pertandingannya dalam hal fisik.


...°°°°°°°...


Duduk dilantai kamarnya dalam posisi lotus, Rei memejamkan matanya dan berkonsentrasi pada nafasnya. Karena Noelle menolak membantu dirinya dan tidak tau penyihir yang mempunyai element air.


Rei mempunyai suatu ide untuk memunculkan element air dalam Grimoirenya dengan cara merangsang, mengalirkan element air dalam tubuhnya, berharap akan muncul didalam Grimoire.


Setelah tidak terhitung banyaknya sesi pertarungan melawan Luck yang mempunyai element petir, Rei berfikir jika merasakan suatu element yang mengenai tubuhnya, samar samar Grimoire itu seperti akan mengeluarkan sesuatu dan, sekarang dirinya sedang mencoba mengalirkan element air itu dalam tubuh.


Sepulang dari desa hage, membawakan keperluan kepada mereka, memberikan seluruh gajihnya. Rei memusatkan perhatian pada peningkatan kecepatan reaksinya dengan berdebat melawan luck, tanpa menggunakan Sharingan. Juga, Rei ingin membiasakan bertarung dengan satu pedang.


"Sieghhhh~ cara ini sangat cuma-cuma, aku harus mencari lawan yang mempunyai element lain agar grimoireku mendapatkan mantra baru dan bisa mengeluarkan sihir sepuasnya"


Merasakan sedikit susah sihir ciptaannya hanya bisa di pakai dalam beberapa kali sehari, Rei berusaha menciptakan sebuah sihir dari Grimoire agar bisa menggunakan sepuasnya.


Tidak tahu kenapa tapi, sepertinya dunia sekarang yang Rei pijaki seperti ada suatu larangan, meskipun mananya seperti tidak terbatas, selain sihir dalam grimoire, sihir ciptaannya sendiri seperti dibatasi.

__ADS_1


...°°°°°°°...


'BANG'


Ketika Rei ingin melanjutkan latihannya dengan merangsang Grimoirenya, tiba tiba pintu kamar hancur dan terbakar menjadi serpihan debu.


"Bangun, junior sialan... Kapten yami ingin berbicara denganmu"Dengan nada penuh semangat, magna seketika membeku melihat Rei hanya menggunakan ****** *****.


"APA-APAAN INI!!.. KENAPA KAU TIDAK MEMAKAI CELANA, JUNIOR SIALAN!!.."Magna berteriak terkejut melihat itu.


"Ini kamar sudah rusak, kotor.. Ditambah kau menambahkan kerusakan lagi dengan membakar pintu.. Sebagai Junior, sepertinya aku harus memberikanmu pelajaran, ya"Rei Berdiri dari tempat, menghilang dan memukul perut magna dengan keras sampai terlempar.


'BANG'


"JUNIOR SIALAN!!.. LIHAT SAJA, AKU AKAN MEMBALASMU!!.."Magna berteriak sebelum menghilang dari pandangan Rei.


"Sieghhhh~ benar benar bermasalah orang disini, membuka pintu saja harus dibakar"Helaan nafas yang bisa Rei lakukan melihat tingkah semua Anggota Banteng Hitam yang sangat bermasalah.


...°°°°°°°...


"Hmmmpp"Melihat expresi berbeda yang di berikan oleh Rei kepada dirinya, Noelle sangat kesal.


Melihat semua anggota yang di panggilnya sudah berkumpul, yami mengeluarkan laporan yang di terima dari raja penyihir dan memberitahu semuanya kepada mereka.


"Menurut laporan ini, Dungeon baru muncul di dalam wilayah kerajaan semanggi ini. Raja penyihir mempercayakan kepada kami"Yami menyimpan laporan itu dan menatap mereka.


"Dungeon?"Asta berkata dengan expresi bingung, sementara Rei menaikan alis, tentu saja tau karena dirinya saat berada di bumi selalu membaca genre fantasy.


"Lebih sederhananya, sebuah dungeon adalah reruntuhan peradaban tua yang penuh dengan artefak kuno dan harta peninggalakan"Vanessa tiba tiba menjelaskan kepada juniornya agar mengerti.

__ADS_1


"Peradaban Kuno?"Asta masih tidak mengerti.


"Ya" Vanessa mengangguk, dan melanjutkan "Tapi mendapatkan Relik ini tidak mudah. Dungeon biasanya diisi oleh ratusan jenis jebakan untuk menghentikan penjelajah mencapai harta itu"


'Ohhh, ini menarik..'


Setelah Vanesaa menjelaskan semuanya tentang dungeon itu, yami melanjutkan perkataannya tentang laporan dan memberitahu mereka sesuatu yang penting.


"Sementara dungeon lokasinya berada di wilayah kerajaan, itu juga berbatasan dengan tepi wilayah musuh. Jadi untuk memastikan mereka tidak membawa artefak untuk melawan kita suatu saat nanti, tugas kita mengambil artefak itu sebelum musuh mengambilnya atau menghapus dungeon itu."


'Musuh dari kerajaan lain, ya... Sepertinya akan menarik jika aku ikut dalam dungeon itu.. Siapa tau, aku akan mendapatkan artefak juga untuk meningkatkan kekuatan'


"AKU, AKU AKAN PERGI"Asta berteriak dengan semangat membara.


"Yang jelas Kau dan Rei akan pergi kesana"


"Huh?"


"Aku tidak tau kau melakukan apa tapi, karena suatu alasan Raja penyihir secara pribadi memilih kalian berdua dalam misi ini"Yami menjelaskan dan mengangkat kedua bahu, sedikit bingung dengan permintaan raja penyihir tapi, tidak terlalu memperdulikannya karena jika dia tidak menyuruh, dirinya juga pasti akan memilih kedua pria itu.


"EHHHHHH"Semua orang berteriak dan memandang kedua orang itu dengan expresi terkejut, mereka tidak percaya Rei dan asta secara pribadi di pilih oleh raja penyihir.


"Kapan kalian bertemu raja penyihir?"


"Kenapa kau tidak memberitahuku?"


"Bagaimana mungkin raja penyihir bertemu dengan rakyat jelata sepertimu dan bukan aku!!.."


Melihat situasi dihadapannya, tawa yami seketika pecah dan terhenti saat melihat Luck.

__ADS_1


"Luck, kau akan pergi bersama mereka"Yami berkata kepada Luck.


"Sungguh? Bagus hahaha"


__ADS_2