Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Pemilihan Ksatria Sihir Baru.


__ADS_3

"Ahem~"Dehem William Vengeance mengambil panggung seperti meminta perhatian kepada semua kandidat.


"Saya ingin berterimakasih pada kalian atas partisipasi dalam ujian ini."


"Kami dari kapten kerajaan Clover sangat beruntung melihat banyak anak muda yang memiliki semangat seperti kalian yang bercita cita menjadi Ksatria Sihir"


"Sekarang, disinilah semuanya akan menjadi serius"Ucap William dan nadanya berubah serta expresinya menjadi sangat serius.


"Saat nomormu dipanggil, silahkan maju selangkah. Dan, semuanya tergantung kapten yang mengangkat tangan untuk memilihmu sebagai ksatria sihir"Lanjut Willian.


Mendengar itu semua, hampir seluruh kandidat mempunyai expresi gelisah dan mereka sadar bahwa momen saat ini sangatlah penting.


"Fajar Keemasan, Fajar Keemasan, Fajar Keemasan"


Rei mendengar banyak orang berdoa sambil menyilangkan kedua tangannya, mereka sangat berharap akan memasuki Pasukan Fajar Keemasan.


'Apakah pasukan itu kuat?'Batin Rei memandang pria bertopeng, atau kapten dari pasukan fajar keemasan. Tatapan mereka saling bertemu, dan terlihat senyuman terlihat dari pria bertopeng saat melihat Rei.


"Peserta Nomor satu maju"Ucap William.


...°°°°°°°°°°°...


"Nomor 60 - Gagal"


"Nomor 78 - Singa Merah"


"Nomor 108 - Gagal"


"Nomor 153 - Gagal"


Semua orang yang mendapat kegagalan mempunyai wajah lesu seperti tidak ada rasa semangat lagi, mereka berjalan sambil menunduk.


'Sebegitu penting ya menjadi Ksatria Sihir?'Batin Rei memperhatikan setiap kandidat yang gagal.


"Nomor 164 Maju"


Menutup matanya sesaat, yuno melangkah maju kedepan dan menunggu keputusan para kapten.


Sontak semua orang tercengang, mereka melihat semua kapten pasukan mengangkat tangan dan, tentu saja membuat semuanya terkejut karena Yuno dari kalangan Rakyat jelata bisa memasuki pasukan bangsawan.


"APA!!!..."


"Semua kapten mengangkat tangan!!.."

__ADS_1


"Yuno..."Melihat kejadian dihadapannya, mau tidak mau asta mengatakan namanya..


Menatap salah satu kapten, yuno berkata "Aku memilih Fajar keemasan"


...°°°°°°°°°°°°°°°...


"Nomor 165 maju"


Menelan ludah dan meyakinkan diri sendiri, asta menarik nafas dalam dalam dan melangkah maju dengan jantung yang berdetak kencang.


'Semoga dia bisa masuk salah satu pasukan'Batin Rei tidak ingin harapan asta dan semangatnya hancur oleh mereka semua.


Kenapa? Dalam satu tahun penuh, asta selalu membantunya tanpa mengharapkam imbalan, dan selalu menemaninya setiap ingin berlatih.


...Seketika suasana menjadi hening....


'Apakah semua kapten ingin kubunuh?'Batin Rei merasa sangat amat kesal melihat suasana menjadi sepi ketika asta maju.


"Tentu saja semua kapten tidak akan mengangkat tangan"Ucap Salah Satu kapten mengisap rokoknya sambil beranjak dari tempat duduk.


"Kapten yami..."Ucap Salah satu bawahannya.


"Kalaupun kau benar benar hebat dalam pertarungan pedang itu tapi, tidak ada kapten manapun yang menginginkan kekuatan yang tidak bisa di identifikasi"


"Seperti yang kau dengar, yang kami cari dari seorang Ksatria Sihir adalah"Ucap Yami sambil mengeluarkan kekuatan Sihir besarnya.


Merasakan kekuatan Sihir yang dikeluarkan oleh yami, semua peserta termasuk yuno seperti tertindas dan dipaksa berlutut, dengan keringat dingin yang mengucur.


Di sisilain, Rei menaikan alis saat merasakan sihir yang dikeluarkan oleh yami. Bingung dengan semuanya, padahal dia sendiri sadar kekuatannya masih lemah tapi, sihir itu seperti tidak berpengaruh.


Sedetik, duadetik semua kebingungan Rei terganti oleh seringai. Merasa yami orang kuat, darah dan mana dalam tubuh mendidih, berteriak menginginkan pertarungan dengannya.


"Tidak ada yang menginginkanmu, karena kau tidak memiki kekuatan sihir sedikitpun"Ucap Yami menghisap rokok dan mengeluarkannya lagi.


"Jangan bercanda!!.."Ucap Rei.


"Hah?"Ujar Yami mencari pemilik suara itu dan menemukan Pria berambut putih, wajah tampan, dan mata biru langit.


'Bukankah dia pengguna katana?'Batin Yami.


"Kau mengatakan yang dilihat Kapten adalah ksatria sihir yang mempunyai sihirkan? Bagaimana bagian 'Ksatria'?... Mereka yang memegang pedang dan mengalahkan musuh musuhnya sudah bisa di panggil seorang 'Ksatria'.."Ucap Rei.


Yami tidak menjawab ucapan itu, dia melepaskan kekuatan sihirnya lebih besar dan berniat membuat Rei tertindas dihadapannya.

__ADS_1


Merasakan sihir semakin kuat yang diarahkan, Rei tidak merasa sesuatu berat seperti tertindah. Malahan, dia menatap yami dengan seringai yang semakin lebar.


"Tidak tau berapa banyak manaku tapi, kau tidak akan bisa membuatku tunduk. Bahkan, jika harusnya mati lebih baik mati daripada tunduk pada seseorang"Ucap Rei.


Perlahan lahan suasana menjadi sesak nafas, ya Rei mengeluarkan beberapa persen Aura Kematian dan semua orang merasakan sesak serta ketakutan yang mendalam.


Bahkan, yami dan kapten lain berkeringat dingin merasakan Aura seperti itu.


'Dia bukan orang biasa'Batin semua orang dan para kapten.


"Terus apa tujuanmu menjadi Ksatria sihir?"Tanya Yami juga berusaha menahan Aura yang Rei keluarkan menggunakan 'Mana Skin'.


"Ohh tentang itu... Mungkin, mencari orang kuat seperti kau"Ucap Rei


"Apa kau kuat? Ayo bertarung denganku"Lanjut Rei dengan seringainya.


"Huu? Aku kapten, tentu saja kuat"Ucap Yami.


"Apa kau tau nama pedang yang keluar dari Grimoiremu?"Lanjut Yami.


"Tentu, ini katana"


Tercengang, yami membulatkan mata dan menjatuhkan rokoknya.


"Darimana asalmu?"


"Tidak tau, tiba tiba aku berada di Desa mereka berdua. Sekilas ingatanku sedikit kabur, hanya mengingat beberapa kenangan saja"Ucap Rei mengangkat bahu, memandang yuno dan asta bergiliran.


"Yang benar saja, apa kau mempermainkanku?"


"Jika tidak percaya tanya saja mereka berdua. Saat aku sadar, aku sudah berada di tempat mereka"


"Huhh? Terserahlah..."Ucap Yami lalu memandang Asta, dan berkata "Oi pria pendek"


"Ya?"


"Kau bilang tadi akan menjadi Raja Penyihir, kan?"


"Ya, pak!!."


"Hmm... Itu berarti kau tidak hanya berencana mengalahkanku tapi, semua kapten lainnya juga. Apa kau berfikir bahwa orang sepertimu yang tidak mempunyai mana dan kekuatan sihir akan bisa menjadi Raja Penyihir?"


"Sayaaa-" Asta menunduk, menatap kakinya. Apa yang dikatakan oleh yami cukup memukulnya. Dia sadar bahwa dirinya tidak dianugerahi atau dicintai oleh mana seperti orang lain, tetapi untuk menyerah pada mimpinya begitu mudah..... Itu adalah sesuatu yang paling tidak bisa dilakukan!!..

__ADS_1


Mengepalkan kedua tangan, menggigir bibirnya. Asta menatap Kapten Yami dengan mata serta wajah yang penuh dengan tekad.


"Aku tidak peduli jika aku tidak mempunyai sihir. tidak peduli berapa kali aku terjatuh. tidak peduli apa yang dikatakan orang lain padaku. Suatu hari... AKU AKAN MENJADI RAJA PENYIHIR!!.."Ucap Asta dengan penuh tekad dan semangat.


__ADS_2