
"Ada masalah apa dengan anggota kerajaan itu?"Tanya Rei sambil berjalan kearah Yami dan anggota banteng hitam yang sudah berkumpul diluar sambil melihat bola air besar itu.
Menghisap rokok dan mengeluarkan asap "Sihirnya tidak terkendali" ucap yami tanpa memandang Rei dan tatapannya masih terfokus kearah bola air itu.
"Apa kau bisa menghentikan dia?"Tanya Yami menatap Rei.
"Jangan bercanda, biarkan saja bangsawan sombong itu tengge-"Ucap Rei terpotong ketika kerah belakangnya diangkat oleh yami.
"Hey, sialan apa yang kau lakukan"Ucap Rei terkejut ketika kerahnya diangkat.
"Bersiaplah, aku akan meluncu-"Ucap Yami terpotong ketika mendengar suatu teriakan dan melihat seseorang yang terbang dari langit.
"WHAAAAAA"Teriak Asta yang muncul dari langit dan ditangkap oleh Yami.
"Yah, kau sampai tepat waktu. Kalian berdua bersiaplah"Ucap Yami lalu melemparkan asta terlebih dahulu dan di diikuti oleh Rei.
"Apa yang kau maksud, kapten?"Tanya Asta.
"Melampui batasmu"
'Ohh sialan, otak kapten ini bermasalah'Batin Rei lalu menatap asta dan menyuruh dia menggunakan pedang anti sihir untuk membatalkan Sihir Bola Air itu.
Saat Bola Air itu sudah Pecah, dengan sigap Rei mengeluarkan katana dari Grimoirenya, mengalirkan sihir dan menaiki katana itu, lalu melesat menangkap mereka berdua.
Mendarat ketanah dengan perlahan, melepaskan kedua orang itu dengan pelan. Rei menghela nafas lega, ia kira dirinya juga akan terjatuh dan tanpa sengaja memikirkan terbang menggunakan katana.
__ADS_1
Tentu saja anggota banteng hitam mempunyai expresi berbeda beda, terkejut dengan yang Rei lakukan dan tidak menyangka akan menjadikan Katana sebagai tunggangan.
"Berdirilah, tubuh kalian berat"Ucap Rei.
"Wow, dia bisa memikirkan hal itu"
"Bwhahahahaahah"Yami tertawa terbahak bahak.
Asta menghela nafas dan mendorong dirinya berdiri, lalu menghampiri Noelle "Hahaha, itu sihir yang sangat besar" tawa asta kepada Noelle sambil menggaruk kepala belakang "Aku sangat cemburu karena tidak punya mana.
Aku yakin, suatu saat kau akan menjadi kuat jika bisa mengendalikan sihir itu" sambil mengulurkan tangannya dan berusaha mengenal Noelle dengan baik, berharap tidak seperti sebelumnya.
Rei menaikan alis sambil menatap Asta 'Bocah ini terlalu baik bagi orang yang telah menghinanya' Fikir Rei sedikit kagum tapi, merasa kalau dia terlalu naif.
"Tentu..."Ucap Rei menerima makanan itu dan mengelus rambut Charmy sekilas, lalu memakannya.
"Jadi, ternyata masalahmu tidak bisa mengendalikan Sihir ya?"Ucap Magna tiba tiba maju dan angkat bicara "Kenapa kau tidak bilang dari awal.. Kami semua dari banteng hitam, semuanya orang gaga-" terpotong.
"Bicaralah pada dirimu sendiri, preman sialan"Potong Rei sambil mengunyah dan sudah menebak apa yang akan dikatakan oleh Magna.
"Haaaa?"Ucap Magna "Kau ingin bertarung denganku, junior sialan?" dengan wajah preman, urat didahinya muncul dan menatap Rei dengan wajah sangar.
"Bertarung, ayo bertarung, kita bertiga akan bertarung hahaha"Tiba tiba seorang Pria Berambut Pirang maju dan tersenyum antusiasme mendengar tentang pertarungan.
"Kau sudah sembuh, luck?"Tanya Rei mengabaikan Magna dan bertanya kepada Luck dengan rasa penasaran.
__ADS_1
"Ya, mau bertarung?.."Ucap Luck.
"Tentu"
"Sialan mereka mengabaikanku"Ucap Magna sedikit kesal, lalu tatapannya kepada Noelle lagi "Kau tidak perlu sungkan memberitahu masalahmu... Kami, anggota banteng hitam akan membantumu"Ucap Magna kepada Noelle dan membiarkan kedua pria gila itu bertarung.
...°°°°°°°°° Pagi Selanjutnya °°°°°°°°°...
"Heyyy Rei, jadi kenapa kita harus bertarung di pake buta begini?"Tanya Asta.
"Lebih tepatnya kita berlatih... Kalau kau ingin cepat ahli dalam pedang, maka lawan pengguna pedang juga dan lihat pergerakan lawanmu, dengan begitu keahlian pedangmu akan meningkat"Ucap Rei.
"Benarkah? Apakah aku bisa menjadi kuat jika bertarung dengan pengguna pedang?"Tanya Asta dengan mata berbintang dan sangat berenergi mendengar itu.
"Tentu, kau bisa sedikit meniru pergerakanku agar semakin ahli"Ucap Rei mengangguk tersenyum melihat antusiasme dari Asta.
"WHOAAA BAIKKKK"Teriak Asta semangat.
Setelah melakukan pertarungan dengan Luck kemarin Malam, kekuatan serta pengendalian Sihir Rei menjadi lebih baik melawan seorang penyihir dan sedikit mengerti tentang kekuatan sebuah Grimoire.
Kemudian saat ingin beristirahat, dia berfikir bagaimana jika melawan orang yang mempunyai kekuatan anti sihir seperti Asta dan harus mempersiapkan semuanya dari sekarang jika ingin menjadi lebih kuat.
Dan pertarungan sekarang di pagi buta itu karena permintaan dari Rei agar mengetahui lebih jelas.
Ya, meskipun suatu saat kekuatannya mungkin akan kembali. Tetapi, Rei juga ingin berusaha keras dan tidak ingin merepotkan Eva.
__ADS_1