
[Bentuk Pertama: Armor Petir]
[Bentuk Kedua: Serangan Kilat]
[Sihir Penciptaan Api: Ledakan Bola Api]
Sementara Rei dan Magna menggunakan mantra masing masing untuk memblokir serpihan es tajam itu, asta menggunakan pedang anti sihirnya untuk menebas setiap sihir es itu.
"Mama"Salah satu anak desa menangis ketakutan.
"Tidak apa apa sayang, ksatria sihir akan melindungi kita"dengan nada lembut, memeluk dia untuk menenangkan anaknya.
Melihat Rei dan teman temannya masih berdiri sambil memblokir serpihan es dengan usaha keras. Pria Berwajah Luka itu sudah tidak sabar dan mengangkat tangannya, seketika serpihan es semakin mengecil.
mementingkan orang lain dari pada tubuhnya sendiri, armor petir yang tidak bisa memblokir banyak serangan, tubuh Rei tersayat beberapa kali oleh serpihan itu tapi, ia abaikan karena rasa sakit sekarang sangat biasa dibandingkan saat di dunia sebelumnya.
'Sialan, jika saja aku bisa menggunakan susanoo' tanpa memperdulikan darah yang mengucur di tubuhnya, ia terus menerus memblokir serpihan es yang mengarah ke penduduk desa.
'Arghhh!.. Sihirku tidak akan bertahan lama'Magna mengutuk kondisinya dan merasakan 'Mana' sudah hampir habis.
"Hey magna, asta"Sambil memblokir serpihan es, Rei memanggil anggota banteng hitam.
Magna, Asta yang sedang memblokir serpihan Es menoleh kearah Rei "Ada apa?" magna bertanya penasaran.
"Jika kalian menyerah pada kondisi, berarti kalian sangat lemah dan tidak pantas menjadi Ksatria sihir"Dengan senyuman terukir dan tidak peduli keadaan dirinya.
"YA, KAU BENAR.. KITA TIDAK BOLEH MENYERAH SAMPAI DISINI!!..."
Seketika semangat mereka menaik mendengar itu, tanpa rasa khawatir, tanpa ada ketakutan, mereka memblokir serpihan dengan cepat.
__ADS_1
'Hahahaha mereka sangat lucu' Rei tertawa dalam hati melihat semangat mereka berdua muncul lagi hanya dengan kata kata seperti itu.
Melihat kekacauan dan ketiga anggotanya yang sedang bersusah payah memblokir serpihan es, Noelle menggigit bibir serta mengepalkan tangan, lalu ia menatap Pria Berwajah luka itu.
"Jika aku berhasil menyerang dia, maka semua serpihan ini akan berhenti"Noelle membuka Grimoire sambil mengangkat tangan, saat ingin mengucapkan mantra, tiba tiba terdengar teriakan.
"JANGAN MEMAKSAKAN DIRI, NOELLE"Magna Berteriak ketika melihat apa yang akan di lakukan oleh Noelle. Bukannya tidak percaya dengan dia tapi, jika nanti sihirnya tidak terkendali, maka penduduk desa bisa terkena serangannya juga.
[Bentuk Kedua: Serangan Kilat]
'TRENK'
Melihat lebih banyak serpihan es kearah Noelle, dengan cepat Rei melesat dan memblokir serpihan itu menggunakan katananya.
"Diamlah ditempat, lain kali aku akan membiarkan serpihan es mengenai tubuhmu"Ucap Rei kepada Noelle sebelum berpindah tempat untuk melindungi penduduk desa lainnya.
'Ap-apakah aku hanya beban bagi mereka?'
"Baik"
'Aku, disini hanya aku yang tidak berguna sebagai ksatria sihir'
"Ohh sial, merepotkan sekali melindungi orang lain"Rei merasakan sesuatu yang sudah lama tidak pernah dirasakan lagi, sudah tidak biasa melindungi orang lain.
Mengingat tentang hidupnya sebelum bereinkarnasi, saat masih menjadi petarung, memenangkan banyak kejuaraan sampai banyak orang yang membenci dan memusuhinya.
Dua teman berharga Rei menjadi sasaran musuhnya, mereka dibunuh, karena itu juga rei tidak ingin terlalu dekat atau berteman dengan seseorang dan selalu berusaha mengabaikan orang orang.
Sekarang, melindung orang orang yang sudah lama tidak ia pedulikan, perasaan itu kembali lagi. Tidak tau, hanya saja tubuhnya bergerak sendiri untuk melindungi mereka.
__ADS_1
°°°°°°°°
'Ap-apakah aku benar benar tidak berguna'
Noelle tenggelam dalam fikirannya sambil memundurkan langkah, seorang gadis kecil dengan air mata berlinang merangkak kearahnya dan menarik baju Noelle.
"Nona ksatria sihir, tolong kami Hiks~"
"Ohh sial, asta lindungi preman ini"Suara Rei terdengar.
"Aku sedang mencobanya"
"Sialan, sihirku hampir habis"
"Sieghhhh~ kau punya tangan, pukul saja serpihan esnya"
"Berisik sialan, serangan ini terlalu kecil"
"Kacamatamu untuk apa? Liat bokong wanita?"
"Aku mendengarmu, junior sialan!!.."
'BOOM'
Tiba tiba sejumlah sihir yang sangat besar terasa, semua orang yang berada di sekitar itu terkejut dan mereka seketika menghentikan pertarungan, mencari Pemiliki sihir itu.
"Kekuatan sihir ini...."Gumam Pria Berwajah Luka.
"Apa-apaan sihir besar ini..."Magna terkejut sambil menoleh kebelakang.
__ADS_1
Halaman Grimoire terbuka dengan cepat, cahaya berwarna biru muda menerangi dengan sihir besar menerangi area itu.. Sambil berjongkok, Noelle menjatuhkan tanganya ketanah dan mengucapkan mantra barunya.
[Sihir Penciptaan Air: Sarang Naga Laut]