
Butuh puluhan tahun Rei mencapai Lantai 100 Menara Kematian dan itu sudah menyelesaikannya. Bos dari Lantai 100 yaitu Seekor Singa yang di selimuti api, mempunyai Ekor seperti Ular.
Tinggi dari Singa Tersebut mencapai 50 Meter, tapi jika dibandingkan dengan Serigala Abu. Dia tidak apa apanya, memang perbedaan levelnya yang jauh.
Rei juga mengalahkan mereka tanpa susah payah karena kedua pedangnya sangat menakjubkan.
"Sangat melelahkan dan membosankan bertemu dengan monster jelek. Eva, apa aku bisa keluar dari sini sekarang?"Ucap Rei dan bertanya kepada Eva.
"Tentu buat Rei apapun bisa. Tapi butuh banyak Energy untuk menutup Menara ini agar semua Penghuninya tidak kabur, dan jika kabur pasti akan mengakibatkan kehancuran Semesta. Apalagi, Bos terakhir menara ini lebih kuat dari Dewi yang Rei kenal"Ucap Eva menjelaskan secara detail.
"Wow, apakah dia memang sekuat itu? Kukira orang terkuat hanya kau dan Resya saja. Tapi, kenyataannya ada yang lebih kuat dari Resya"Ucap Rei serasa mendapat tantangan, tapi sangat malas karena butuh waktu lama mencapai bos terakhir.
"Ya dia sangat kuat. Dia Etitas yang sama sepertiku, dan aku sengaja menyegelnya demi keamanan Semesta"Ucap Eva memberitahu dan menceritakan semuanya tentang Bos terakhir yang di segel.
Bos itu termasuk Etitas yang sama seperti Eva, dia tercipta dari kehampaan. Saat mengetahui ada makhluk yang tercipta dari Ras yang sama, Eva awalnya hanya diam dan mengawasi dia dalam ujung kegelapan.
Awalnya baik baik saja, tapi saat Dunia dalam ratusan tahun semesta dalam kedamaian. Mendadak dia menghancurkan semua semesta, dan itu dengan alasan Bosan.
__ADS_1
Tentu Saja seluruh Dewa, dan Dewi Tertinggi bertindak untuk menghentikan dia. Tapi, mereka tidak berhasil. Bahkan, hampir semua Dewa Musnah olehnya dan hanya tersisa Dewi Tertinggi saja yaitu 'Resya' dengan keadaan luka parah.
Saat itu juga Eva mengumpulkan semua kekuatan dari seluruh Alam Semesta dan menciptakan sebuah Menara Kematian untuk menyegel Etitas tersebut.
Eva menyimpan Menara itu dalam Dimensi ciptaannya dan itu membuat dirianya lebih mendominasi daripada etitas tersebut. Awalnya dia berusaha keluar dari kurungan itu, tapi tidak semudah itu karena Eva Menggunakan seluruh Energy Alam semesta dan Etitas tersebut hanya bisa menarik Energi dalam Menara saja.
Karena itu, dia tidak pernah lagi melawan atau bisa disebut menyerah.
"Ohh Shit!!... Bahkan Para Dewa hampir musnah olehnya"Gumam Rei sangat terkejut mendengar semua cerita dari Eva karena makhluk itu bisa memusnahkan alam semesta, bahkan para dewa dibuat tunduk. Dan itu, hanya dengan alasan 'Bosan?'
"Ya, Aku juga tidak bisa berkata kata melihat tingkah dia. Hanya karena bosan, dia sampai menghancurkan semesta dan para Dewa"Ucap Eva hanya menghela nafas mengingat kejadian dalam ribuan juta tahun yang lalu.
Rei terdiam mematung, ia tidak bisa membayangkan jika Etitas tersebut lolos dari segel yang Eva buat. Mungkin, dia akan menghancurkan alam semesta lagi untuk melampiaskan rasa kesalnya karena sudah di kurung dalam waktu lama.
"Rei tenang saja. Seharusnya Segel itu masih bertahan dalam jutaan tahun lagi"Ucap Eva menenangkan Rei agar tidak merasa terancam oleh dia.
Mendengar itu, Rei mengerti kalau Eva hanya menenangkan dirinya.
__ADS_1
"Yah, untung saja. Saat ini kekuatanku masih belum cukup untuk mengalahkannya"Ucap Rei menghela nafas lega.
"Jadi bagaimana? Apa Rei akan berhenti disini?"Tanya Eva
"Butuh berapa Energy untuk menutup Menara ini?"
"Hampir seluruh Energy Eva. Mungkin, Eva akan tertidur dalam waktu beberapa tahun jika menutup menaea ini. Karena pintu juga terbuka, jadi secara otomatis Segel yang Eva ciptakan sedikit rusak"Ucap Eva..
Rei terdiam kebingungan. Inginnya keluar dari Menara karena bosan hanya melihat Monster, ia juga ingin menyicipi makanan luar. Disisilain, ia tidak mungkin mengorbankan Eva demi keinginan Egoisnya.
Melihat Rei terdiam dengan wajah bimbang, Eva memutuskan keluar dan duduk di hadapannya.
"Jangan Khawatir. Hanya butuh 10 Tahun Energyku akan Pulih sedikit, dan itu sudah membuatku terbangun agar bisa menemanimu"Ucap Resya sambil memegang pipi Rei.
"Tetap saja, itu terlalu lama bagiku!.. Lebih baik aku melanjutkan Menara ini, dan membunuh makhluk itu"Ucap Rei berdiri dan ingin memasuki portal.
Tapi terhenti saat tangan kiri di tarik oleh Eva.
__ADS_1
"Tidak Rei, meskipun kamu punya kedua pedang itu untuk mengambil kekuatan setiap musuh. Aku yakin kamu tidak akan mengalahkannya, dan kita juga tidak tau kekuatan dia sudah meningkat sampai mana.. Aku tidak ingin kamu mengambil Resiko"Ucap Eva.
"Bagaimana mungkin? Bukankah kamu masih bisa membantuku?"Tanya Rei.