Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Judi II


__ADS_3

"Sebagai anggota banteng sihir dan ksatria sihir... Aku akan mengajari dan memberitahu sesuatu dari pepatah yang bijak juga, itu disebut melakukan keburukan, suatu saat nanti pasti akan terbalas"


Mendengar kata kata itu, yang awalnya mempunyai expresi kelegaan, sekarang Yami mempunyai expresi bingung dan tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Rei.


"Kau tau yami, dengan mengancam seseorang agar aku masuk dalam pasukanmu, sampai orang itu putus asa dan berlutut dihadapan seseorang...


Jika kau mengira aku peduli kepada orang itu, tidak aku sama sekali tidak peduli, hanya saja aku benci melihat orang yang mempermainkan seseorang seolah takdir dia berada di tanganmu.


Dan sekarang yang kau rasakan, apa yang pernah dia rasakan saat itu, di permainkan dan merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan karna ulah orang lain..."


"Aku memang tidak suka orang mempermainkan takdir seseorang tapi, aku sangat suka membalaskan perbuatan buruk dari orang itu dengan cara yang lebih buruk agar orang itu mengerti" Rei berkata dengan serius.


"Aku fikir sudah waktunya untuk mengakhiri game ini"Mengalihkan tatapannya kepada Dealer, Rei berkata tanpa memperdulikan expresi mereka.


Melihat bahwa dealer itu akan melakukan tugasnya dan membereskan kartu itu serta meminta taruhannya, yami mempunyai keringat dingin.


'Sialan!!.. Aku tidak menyangka dia akan membalas dendam dalam permainan ini, aku harus memikirkan sesuatu untuk menyelamatkan hidupku'Yami berfikir dengan keringat yang mengucur di keningnya.


Sementara yami terjebak dalam kemarahan Rei karena perilakunya dulu, ia menemukan suatu ide yang percaya akan berhasil.

__ADS_1


"Sebuah Pertarungan!!.."


"Hah??.." Magna dan Yami saling memandang, lalu tatapan mereka terpaku kearah Rei.


"Kau suka bertarung, kan? Kalau kau melupakan permainan ini, aku akan memberikanmu sebuah pertarungan yang lebih dari Luck"Yami tertawa dan percaya bahwa idenya akan berhasil tetapi, tawanya terganti dengan expresi terkejut.


"Aku fikir kau salah menilaiku, yami.. Aku tidak suka bertarung, dan tidak suka melihat kekerasan"Rei berkata dengan wajah datar dan membuat mereka semua terkejut.


"Tidak suka bertarung dan tidak suka kekerasan?"


"Omong kosong, sialan" Yami mendobrak meja dengan tangannya "Sudah banyak aku melihatmu bertarung dengan luck dan asta, setiap pertarungan itu kau menikmatinya bahkan, kau selalu tersenyum... Kau Gila bertarung"


"Lalu bagaimana kau menjelaskan tentang hasrat perang atau bertarungmu??.. Ketika pertama kali kita bertemu, kau bilang ingin mencari lawan kuat, sial...


Bahkan, saat di desa sosshi kau sangat menikmati pertarungan dengan gila, sampai akan membunuh pria berwajah luka itu!!!.. Bagaimana kau menjelaskan tentang itu?"Magna angkat bicara dan tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Rei.


"Sieghhhh~ biar aku jelaskan, alasanku banyak bertarung adalah agar aku bisa memamerkan kekuatan dan menghancurkan siapa saja yang menentangku, atau yang berniat melakukan hal buruk kepadaku"Rei menjelaskan dengan kebohongan dan tersenyum dalam hati karena alasannya berhasil ketika melihat expresi mereka suram.


"Itu.... terdengar tidak menyenangkan"Magna bergumam dan tidak tau harus berkata apa untuk membantu kaptennya.

__ADS_1


Beranjak dari tempat duduk, menatap yami dan magna secara bergiliran sambil berkata "Ambil saja semuanya, aku tidak terlalu gila dan serakah akan harta.. Melihat expressi jelek kalian, aku sudah cukup puas" lalu pergi meninggalkan mereka yang membulatkan mata tidak percaya.


"Sialan, aku ini seniormu!!..."Teriak Magna


"Bwahahaha kalau itu yang kau inginkan, aku tidak akan sungkan mengambil uang ini dan melanjutkan permainan dengan orang lain, lalu melampaui batasku!!..."Tidak peduli dengan ucapan itu, yami tertawa dan mengambil semua uang yang didapatkan oleh Rei tanpa malu.


'Haha sial, aku telah membawa orang berbahaya dalam pasukanku'


"KAPTEN BERIKAN AKU SEDIKIT"


"Tidak sekarang, setelah dilipat gandakan, aku akan membagikannya kepada kalian"


"Bagaimana kalau nanti kalah, berakhir tanpa membawa apapun?"


"Kau tau, sebagai pria kita harus berani mengambil resiko!!..."


"Hmmppp pria pria bodoh ini, aku lebih baik menjauh dari mereka"


'Dia keren'

__ADS_1


__ADS_2