Absolutely Void God System

Absolutely Void God System
Desa Hage


__ADS_3

Di sebuah Desa dengan pemandangan yang indah dan damai. Terlihat seorang Pria jangkung, rambut berwarna hitam legam, mata kuning, dan wajah tampan.


Pria tersebut sedang membawa sebuah Keranjangan yang berisi seperti kentang. Dia sedang bersama seorang wanita, dan wanita itu menggunakan pakaian seperti seorang Biarawati.


"Terimakasih sudah membantuku, Yuno"Ucap Seorang Wanita tersebut dengan senyuman yang indah sambil berjalan kesuatu arah bersama Pria yang bernama Yuno.


"Tentu, anda bisa mengandalkan saya, Sister Lily"Ucap Yuno.


Langkah mereka semua terhenti ketika melihat Cuaca mendadak menjadi gelap, mereka memandang keatas dan terlihat awan yang menandakan akan adanya hujan..


Melihat akan turun hujan, mereka semua berlari cepat. Tapi terhenti lagi saat ada sambaran petir yang ke sembarangan arah, bersamaan dengan ledakan besar.


Setelah ledakan itu terdengar, seketika cuaca menjadi cerah kembali, awan gelap hilang dalam sekejap, hanya terlihat debu diarah sambaran itu.


Yuno dan Sister Lily merasa penasaran dengan kejadian itu, langsung menuju tempat ledakan. Yuno menggunakan sebuah Element Angin untuk menghilangkan Debu yang menutupi pandangannya.


Mereka juga mengira Awan dan Sambaran Petir tadi diakibatkan oleh seseorang yang mempunyai Sihir besar. Jadi, sebagai jaga jaga desanya, mereka memutuskan untuk melihat.


Saat debu hilang sepenuhnya dari pandangan mereka. Mereka melihat seorang Pria dengan rambut putih, tubuh yang halus namun, terlihat kurus.


Pria itu terbaring tergeletak dengan tubuh kotor namun, hanya ada beberapa luka lecet. Mereka juga menebak kalau Pria itu Seusia dengan Yuno dan Asta.


Sister dengan cepat langsung meminta yuno membantu Pria Kecil itu dan membawanya kedalam gereja untuk memberikan pertolongan.


Akhirnya Yuno dan Sister Lily membawa Pria tersebut kedalam Gereja.


"Sister, apa yang terjadi pada dia?"Tanya Yuno


"Aku tidak tau pasti tapi, sepertinya dia kecelakaan atau terkena sihir orang lain"Ucap Sister Lily yang mempunyai wajah khawatir dan sedikit binging dengan kejadian barusan..


Yuno mengangguk mengerti, mereka mempercepat langkah agar tidak terjadi sesuatu pada Pria yang di bawanya.


...°°°°°°°°°...


Rei terbangun di sebuah ruangan yang sedikit berantakan, dinding yang seperti akan roboh dan atap sedikit kotor tapi, ia tidak mempermasalahkan itu.


Yang Rei permasalahkan adalah dimana dirinya berada, dan kenapa tubuhnya penuh dengan perban seperti seorang yang sakit saja. Saat melihat seluruh tubuhnya, Rei membulatkan mata melihat tangan yang lebih kecil dari sebelumnya.


"Ohh, anda sudah bangun ternyata"Ucap seorang wanita yang terdengar dari arah pintu..

__ADS_1


Rei mencari pemilik suara itu dengan penasaran, ia melihat ada seorang Wanita yang menghampirinya sambil membawa nampan.


'Siapa dia? Dan dimana aku?'Batin Rei yang masih bingung.


"Saya kira butuh waktu lama anda akan bangun, ternyata hanya dalam beberapa Jam saja. Kalau boleh tau, sambaran petir apa tadi?"Ucap Sister Lily dan menanyakan tentang sambaran tadi.


"Maaf, anda siapa? Dan ini ada dimana?. Tentang sambaran petir yang anda tanyakan, saya tidak tau apapun"Ujar Rei yang masih bingung.


"Ummm maaf, saya Sister Lily biarawati di gereja ini, anda bisa memanggilku Sister. Sekarang, anda berada di Desa Hage"Ucap Sister Lily.


"Sepertinya anda bukan dari Desa ini ya? Kalau boleh tau, anda berasal dari mana?"Tanya Sister Lily yang baru pertama kali melihat wajah asing seperti Rei.


"Rei, saya dari negara asing, dan tidak sengaja berada di tempat seperti ini"Ucap Rei sedikit bingung dengan kondisinya karena Eva/System tidak menjawab panggilannya.


"Umm begitu, apakah negara anda sangat jauh?"Tanya Sister Lily yang masih penuh dengan rasa penasaran.


"Yah aku tidak tau, ini juga Desa Hage aku tidak mengetahuinya"Ucap Rei terbaring lemas lagi dan menatap atap ketika mengingat saat perpisahan dengan Eva.


"Kalau anda tidak punya tempat tinggal, anda bisa tinggal disini sampai anda mengikuti ujian ksatria sihir. Yah, Aku juga merasakan Mana yang Unik dari anda"Ucap Sister Lily.


"Ahh aku hampir lupa, silahkan diminum dulu airnya"Lanjut Sister Lily sambil menyodorkan air hangat kepada Rei.


"Ummu, sebentar lagi makan malam si-"Ucap Sister Lily terpotong oleh suara teriakan dari seorang pria yang tiba tiba muncul dari arah pintu.


"KENTANG GORENG YANG TERBAIK SUDAH TIBA"Teriak Pria berambut abu abu dengan ikat kepala, tubuh pendek namun, terlihat otot.


Tentu saja Rei sangat kaget sampai menyemburkan air minum yang masih berada dalam mulutnya, lalu ia memandang Pria tersebut.


"Asta, pelankan suaramu. Disini ada orang sakit"Ucap Sister Lily dengan lembut dan sengaja berkata duluan agar tidak terjadi pertengkaran karena akan melakukan makan malam.


"Anak kecil?"Ucap Rei.


"SIAPA YANG KAU PANGGIL ANAK KECIL, SIALAN!!.."Ucap Asta dengan nada tinggi.


Sister lily terkekeh, ia tidak mengharapkan Rei memanggil Asta dan menganggapnya anak kecil karena tubuhnya yang pendek.


"Dia seusia anda"Ucap Sister Lily.


"Seusia?"Ucap Rei yang baru menyadari juga bahwa tubuhnya sangat berbeda dan tidak seperti sebelumnya, ia merasa tubuh sekarang sangatlah lemah dan kurus.

__ADS_1


"Berarti dia cebol?"Tanya Rei lagi dengan wajah datar seperti apa yang dikatakannya tidak ada kesalahan.


"Saya asta, bukan cebol, dasar sialan!!.."Ucap Asta.


"Ohh asta, saya Rei. Senang bertemu dengan anda, asta cebol"Ucap Rei terkekeh sedikit karena melihat tingkah asta sangat lucu.


"Sudah sudah. Jika kalian bertengkar, nanti kentangnya akan dingin. Asta, tolong ambilkan kentang untuk Rei. Sister akan pergi menyiapkan untuk mereka dulu"Ucap Sister berdiri dan pergi.


Asta mengangguk patuh dan pergi juga untuk mengambil makanan untuk Rei. Dalam waktu singkat, asta membawa dua mangkuk tapi, di belakangnya terlihat seorang pria rambut hitam.


"Terimakasih, dia?"Ucap Rei sambil memandang Pria Berambut Hitam.


"Dia Yuno, rivalku yang akan menjadi raja penyihir"Ucap Asta dengan bangga.


"Salam kenal, senang bertemu dengan anda"Ucap Yuno.


"Saya Rei, senang bertemu dengan anda juga, Yuno"Ucap Rei.


Merekapun mulai makan bertiga dalam satu ruangan yang sedikit luas dan diberitahu juga semua anak anak gereja tidur disini.


Dalam fikiran, Rei masih mengkhawatirkan keadaan Eva, ada rasa takut yang mendalam jika eva tidak kembali ke sisinya.


...°°°°°°°Pagi Hari°°°°°°°...


Rei memulai Aktifitas dengan membantu mereka dulu dan mulai beradaptasi dengan lingkungan baru serta dunia baru.


Kesimpulan dari cerita yang dijelaskan oleh Asta dan Yuno, bahwa Dunia yang dipijakinya adalah Dunia Sihir dan Raja Penyihir yang berkuasa di setiap kerajaan.


Rei diberitahu bahwa dalam satu tahun dari sekarang akan ada pembagian Grimoire, dia menjelaskan bahwa Grimoire menyerupai buku dan berisi beberapa kemampuan.


Setelah membantu mereka, Rei memutuskan untuk berolahraga untuk membentuk tubuhnya yang kurus.


'97...98...99...100' Kedua tangan Rei serasa akan patah hanya melakukan Push Up dalam Jumlah seratus. Dia beristirahat sejenak, dan melanjutkan olahraganya tanpa henti sampai ada suatu teriakan untuk pulang dari cebol itu.


Rei merasa seluruh kekuatan yang telah dimiliki dari Dunia sebelumnya di segel, bahkan kekuatan yang ia peroleh dari menarapun tidak ada.


Dan ia hanya bisa menghela nafas, memulai semuanya dari awal dengan usahanya sendiri. Ia tidak mengeluh, malahan sangat senang karena berasa mempunyai tantangan di masa depan jika melawan orang kuat.


Mengingat itu, dengan gila gilaan Rei berlatih.

__ADS_1


__ADS_2