Ada Cinta Dalam Hubungan Tak Bernama

Ada Cinta Dalam Hubungan Tak Bernama
Part 28


__ADS_3

"Eemm... mau peluk kamu." ucap Maya manja. Seakan-akan memamerkannya pada Arya.


"Eehhmm... ini jadi pulang atau tidak." ucap Arya santai, merasa tidak dianggap kehadirannya.


"Jadi, Arya, sabar." ucap Vika.


"Ya sudah Vika, kamu duluan gih. Saya ikhlas kamu bersamanya." ucap Maya becanda.


"Apaan sih may." ucap Vika malu.


"Arya, hati-hati bawanya." ucap Vika mengingatkan.


"Aman." jawab Arya singkat.


Merekapun pergi meninggalkan Maya bersama teman lainnya. Melangkahkan kaki ke arah parkiran.


"Vike." panggil Arya.


"Iya." sahut Vika.


"Nanti malam kamu sibuk, tidak?" tanya Arya.


"Sepertinya tidak, kenapa?"


"Saya mau ajak kamu jalan, bisa?"


"Malam, saya tidak bisa keluar malam."


"Besok siang?" tanya Arya lagi.


"Oke! jam berapa?"


"Lebih kurang jam 2."


Sampai parkiran, Vika terdiam, rasanya enggan untuk naik motor bersama Arya.


"Vike, ayo naik."


"Saya takut jatuh, motor kamu tinggi, rok saya sempit." ucap Vika, menunjukkan rok yang dipakainya.


"Percaya sama saya, tidak akan jatuh, ayo naik, saya bantu." ucap Arya, menyodorkan tangan kirinya sebagai pegangan Vika.


Vika naik perlahan, tangan kanannya memegang pundak Arya, tangan kirinya memegang tangan Arya, Vika duduk menyamping.


"Arya, pelan-pelan." pinta Vika.


"Biarpun pelan, kalau kamu tidak pegangan tetap saja kamu bisa jatuh." ucap Arya, sekaligus menarik tangan Vika keperutnya.


Vika menggenggam erat baju Arya. Arya melaju dengan kecepatan sedang, agar Vika lebih rileks.


"Vika, yang dibilang Maya bener soal tadi." tanya Arya serius.


"Mmm ya bener Arya. Saya juga tidak menyangka, kenapa Syela bisa seperti itu."


"Saya harus bicara sama Syela."


"Tidak perlu Arya, lupakan saja masalah ini."


"Kamu yakin Vike."


"Hhmm... "


Tidak terasa mereka sampai dihalaman rumah Vika.


"Arya kamu mampir dulu kan?"


"Tidak Vike, saya mau balik ke sekolah mau ambil barang kamu sama Maya."


"Tidak perlu Arya, nanti kamu lelah. Biarkan saja, masih banyak waktu luang untuk mengambilnya."


"Tidak masalah Vike. Kamu ada tas kosong."


"Perlu tas kosong juga."

__ADS_1


"Kalau tidak, gimana saya bawanya."


"Tunggu sebentar."


Vika masuk mengambil tasnya. Pintu rumah yang terkunci membuatnya tidak bisa masuk.


"Mamaaa... Vika pulang ma." teriak Vika. Tidak ada sahutan.


"Lebih keras Vike." ucap Arya iseng.


"Mamaaaa... Vika pulang maaa... " teriak Vika lebih keras.


"Sebentaaaarrr Vikaa..." jawab mamanya dari dalam.


Arya hanya tertawa mendengar jeritan Vika, begitu juga dengan Vika, ia merasa geli dengan dirinya sendiri.


Ceklekk... suara kunci pintu dibuka.


"Kata papa kamu pulang telat Vika."


"Baju kamu kenapa, kotor begitu. Kamu datang ke acara perpisahan atau ke acara mandi lumpur." ucap mamanya lagi.


"Justru itu, mama, Vika pulang cepet, karna baju Vika kotor." ucap Vika, melangkahkan kakinya ke kamar mengambil tas.


"Iya Vika, itu kotor kenapa."


"Ketumpahan ice cream ma." ucap Vika sambil berjalan.


Mamanya hanya menggelengkan kepalanya pada Arya, sambil tersenyum. Tidak mengerti dengan maksud Vika.


"Arya sini duduk dulu." ucap mamanya Vika pada Arya.


"Iya tan." sahutnya.


"Arya ini tasnya." ucap Vika memberikan tas kosongnya.


"Vika, Arya baru duduk, kamu suruh pergi lagi." ucap mamanya setengah marah.


"Kalau gitu Arya permisi dulu ya tan." pamit Arya.


"Kenapa buru-buru Arya, ini gara-gara Vika ni, Arya jadi langsung pulang." ucap mamanya Vika iseng.


"Tidak tan, Arya mau ambil barangnya Vika yang tertinggal, karena tadi susah bawanya." ucap Arya lagi menjelaskan.


"Vika kamu ngeropotin Arya, Dasar kamu tuh." ucap mamanya Vika dari luar sedangkan Vika berada dikamar.


"Arya yang mau sendiri ma... mama jangan salahin Vika mulu dong." ucap Vika.


"Iya tan, ini Arya sendiri kok yang mau, ya sudah, mari tan." ucap Arya, lalu pergi.


"Iya Arya."


Tanpa menunda lagi Arya berangkat kembali ke sekolah, mengejar Maya yang entah sudah pulang atau belum.


Sampai sekolah, Arya menemui Ridho dikelas mengambil barangnya, yang juga ia tinggalkan.


"Arya, kamu dari mana?" tanya Ridho.


"Dari jalan." ucap Arya singkat.


"Dari jalan tujuan kemana?, tidak ngajak-ngajak."


"Ngajak kamu, entar kapan sampainya."


"Ya elah, saya bisa kalik naik motor seperti Om Komeng."


"Saya tadi habis ngantar Vika, kamu mau ikut ngapain."


"Vika sudah pulang, cepet banget."


"Iya, ada sedikit masalah tadi."


"Masalah apa?" tanya Ridho santai.

__ADS_1


Arya menceritakan masalah Vika, seperti yang diceritakan Maya tadi. Mendengar penjelasan Arya berhasil membuat Ridho menjadi marah.


"Sialan itu yah, Syela sama Olla, minta dikasih peringatan biar tau rasa."


"Kok jadi semarah itu kamu dho."


"Tetangga saya dijahatin, wajar dong saya marah."


"Ini kamu mau pergi lagi yak." ucap Ridho lagi.


"Iya, mau ikut." ucap Arya menawari.


"Kemana?" tanya Ridho.


"Balik, tempat Vika lagi."


"Ah, tempat Vika mulu, sama doang deket rumah saya. Jalan ke tempat lain dulu dong, ini kan terakhir."


"Saya mau antar barang Vika dulu." ucap Arya bersih kekeh.


"Nanti malam saja Arya. Sekalian ngopi-ngopi dirumah saya. Ini kita jalan-jalan dulu ngerayain perpisahan." jelas Ridho.


"Perpisahan kok dirayain, apa enaknya coba." ucap Arya santai.


"Sekali-kali doang, ayolah aryak, sama yang lain."


"Siapa saja yang ikut, saya males kalau ada Olla apa lagi Syela."


"Kita saja, yang cowok-cowok." ucap Ridho bodoh amat.


"Okey lah, demi teman." ucap Arya setelah berpikir panjang.


"Assiikkk, gitu dong."


Sebelum berangkat, Arya nyamperin Maya, untuk menyuruhnya menitipkan barang Vika dikantin.


Akhirnya Arya, Ridho dan beberapa teman lainnya, pergi ke suatu tempat Wisata terdekat. lebih kurang 3 jam dalam perjalanan.


Vika yang menunggu kedatangan Arya merasa sangat bosan. Vika memutuskan untuk menghubungi Arya.


Tuutt...ttuutt...tuuttt, tidak ada jawaban, Arya tidak menjawab telepon Vika.


"Arya kemana sih, katanya mau balik lagi. Malah tidak diangkat lagi." ucap Vika kesal.


Tuutthh...tuutthh... Vika menghubungi Maya, dengan cepat Maya mengangkatnya.


"Hallo! Vik."


"May, barang saya sudah diambil Arya?"


"Belum vik, tadi sih katanya suruh nitipin dikantin. Arya lagi touring sama temen kelasnya."


"Ooo ya sudah. Kamu belum pulang may."


"Ini baru mau pulang."


"Mmm... lama betul. Ah ya sudah kamu hati-hati ya may."


"Oke! sampai nanti."


Tuutthh...tuuthh...ttuuthh panggilan tertutup.


"Arya pergi, tanpa kasih kabar ke saya. Terus barang saya dititipin lagi dikantin." ucap Vika jengkel.


"Siapa Vika? yang pergi tanpa kasih kabar." sahut mamanya.


"Aar... ah bukan siapa-siapa kok ma." ucap Vika hampir keceplosan.


"Bukan siapa-siapa kok terlihat kesal begitu."


"Tidak, siapa yang kesal." ucap Vika menutupi.


\=BERSAMBUNG\=

__ADS_1


__ADS_2