
Hanum yang terburu-buru pergi ke Malang melupakan tugasnya yang harus mempersiapkan pakaian dan keperluan Alvin untuk menyusulnya ke Malang.
Hanum yang tidak bisa meminta tolong kepada Zarrah pun menghubungi Mbak Yura untuk membantunya mengurusi barang milik Alvin.
Mbak Yura dan Alvin adalah dua saudara kandung. Keduanya tidak memiliki orang tua lagi semenjak lima tahun yang lalu disebabkan kecelakaan di jalan raya.
Mbak Yura adalah wanita yang baik dan tidak pernah menganggap Hannum sebagai Iparnya tapi Saudara Kandungnya sendiri.
Mbak Yura yang tinggal satu kota dengan dirinya dan Alvin pun dapat dimintai tolong kapanpun saat dalam keadaan darurat.
“Assalamualaikum Mbak. Maaf mengganggu. Apa boleh Hannum meminta tolong kepada Mbak sekarang?” tanya Hannum tanpa berbasa-basi kembali.
“Waalaikumsalam. Kamu tidak mengganggu sama sekali, Dek. Ada apa dek? Apa yang bisa Mbak bantu?” tanya Mbak Yura dengan suara yang lembut dan penuh perhatian.
“Hmmm, Ibuku jatuh terpeleset saat menjemur pakaian Mbak sekarang jadi aku sedang dalam perjalanan menuju Malang sekarang!” ucap Hannum dengan nada suara yang terdengar kebingungan.
“Aku tidak sempat membereskan pakaian Mas Alvin untuk menyusulku ke Malang nanti. Aku mau minta tolong Mbak untuk bantu rapikan pakaian Mas Alvin, boleh tidak Mbak?” tanya Hannum dengan hati-hati.
“Boleh, Dek. Mbak nanti kesana dan bantuin Alvin beresin pakaiannya lalu Rere bagaimana? Apa Rere juga akan dibawa ke Malang?” tanya Mbak Yura dengan wajah yang bingung dan nada suara yang terdengar penasaran.
“Tidak, Mbak! Rere akan tetap di rumah karena dia sedang ujian sekarang!” jawab Hannum dengan nada suara yang tegas.
“Rere tidak akan sendiri di rumah nanti karena ada Adikku, Zarrah, yang menemaninya nanti.” Ucap Hannum dengan nada suara yang lembut.
Mbak Yura yang mendengar penjelasan Hannum pun mengingat saat Alvin cerita bahwa di masa depan akan ada Adik Iparnya yang akan tinggal serumah dengannya karena melanjutkan kuliah.
Mbak Yura yang tidak ingin menunda kepergiannya lagi karena sadar kalau keadaannya darurat pun langsung mematikan telepon dan pergi ke rumah Alvin.
Namun Mbak Yura yang datang dengan menggunakan Ojek Online karena kedaraannya dibawa oleh Suami dan Anaknya.
Mbak Yura yang melihat pintu pagar rumah Hanum dan Alvin tidak tertutup rapat pun langsung masuk dan berdiri di depan pintu.
__ADS_1
Namun di saat dirinya sedang berdiri dan bersiap mengetuk pintu di balik jendela Mbak Yura melihat Alvin dan wanita muda dengan pakaian yang ketat sedang berpelukan dan berciuman.
Mbak Yura yang tidak menyangka melihat Alvin akan melakukan hal yang sangat tidak bermoral saat Hannum tak ada pun menjadi sangat terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Lalu saat pintu ruang tamu di buka, Mbak Yura yang melihat wanita muda membuka pintu dan menyambutnya dengan senyum yang lembut langsung memasang wajah bodoh.
“Agh, anda siapa ya?” tanya Zarrah yang tidak mengenali ataupun mengingat wajah Mbak Yura yang merupakan Kakak Kandung Alvin.
Alvin yang tiba-tiba muncul pun langsung memberitau Zarrah akan identitas Mbak Yura sebenarnya dan bertanya alasan kedatangannya.
“Aggh, Mbak Yura! Ada apa Mbak? Kenapa Mbak datang kemari? Apa Mbak sudah lama disini?” tanya Alvin dengan tatapan mata yang curiga.
“Hannum tadi hubungi Mbak katanya Ibunya sakit jadi Mbak datang untuk bantuin rapikan barangmu untuk pergi ke Malang menyusul Hannum sesuai dengan permintaan Hannum.” Ucap Mbak Yura yang sengaja menyebutkan nama Hannum berulang kali untuk melihat reaksi Zarrah.
“Mbak juga baru datang kok dan ingin ketuk pintu lalu kebetulan ada yang bukain jadi tidak jadi ketuk pintunya!” ucap Mbak Yura dengan senyum yang tipis.
Alvin yang memahami tujuan kedatangan Mbak Yura pun mempersilahkannya masuk dan membiarkan Mbak Yura membantunya merapikan pakaiannya.
Zarrah yang berteriak meringis kesakitan langsung menyatakan dirinya baik-baik saja saat Alvin bertanya.
Mbak Yura yang melihat Alvin masuk lebih awal pun menatap tajam ke arah Zarrah sekilas dan mengatakan kata-kata yang hanya dapat didengar jelas oleh Zarrah.
“Dasar p*lacur!” ucap Mbak Yura dengan penekanan di setiap penyebutannya lalu berbalik arah menuju kamar Alvin dan Hannum.
Zarrah yang tidak sengaja mendengar kata-kata kasar dari Mbak Yura pun terdiam sesaat dan menjadi bingung.
“Apa tadi Mbak Yura baru saja menghinaku dan mengatakan jika aku adalah seorang p*lacur?” tanya Zarrah dengan suara yang pelan dengan wajah yang bingung.
“Ti-tidak! Tu-tunggu! Apa Mbak Yura melihatku berciuman dengan Mas Alvin tadi?” tanya Zarrah pada dirinya sendiri dengan wajah yang terkejut.
“Tapi tadi Mbak Yura bilang kalau dirinya baru saja datang. Apa Mbak Yura berbohong, ya?” tanya Zarrah dengan ekspresi wajah yang berubah menjadi bingung kembali.
__ADS_1
Mbak Yura yang tidak langsung pulang ke rumahnya setelah merapikan barang yang akan dibawa oleh Alvin pun memaksa Alvin untuk segera pergi menyusul Hannum ke Malang.
“Hah! Aku tidak tau sejauh apa hubungan terlarang antara Alvin dan Adiknya Hanum tapi aku harap mereka belum sampai ke batas berhubungan int*m!” ucap Mbak Yura dengan wajah yang cemas.
“Sebaiknya aku meminta Alvin untuk segera pergi menyusul Hannum karena akan sangat bahaya membiarkan Alvin dan wanita itu berdua saja di rumah ini!” ucap Mbak Yura dengan ekspresi wajah yang terlihat tidak tenang.
Bujukan Mbak Yura ternyata berhasil. Alvin yang mengatur ulang jadwal penerbangannya memutuskan untuk pergi ke Malang hari itu juga.
Mbak Yura yang telah memastikan Alvin sunggu pergi menyusul Hannum pun pulang ke rumahnya meninggalkan Zarrah dan Rere berdua saja.
Meskipun begitu, Mbak Yura yang berada dalam dilema akibat melihat perbuatan Alvin dan Zarrah pun menjadi tidak tenang.
Mbak Yura yang sedang duduk di dalam mobil dalam perjalanan pulang setelah memesan taksi online pun melayangkan pikirannya ke arah lain.
“Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus memberitau Hannum tentang kejadian tak terduga yang aku lihat tadi?”
“Tapi jika aku katakan itu sekarang, apakah Hannum akan percaya padaku karena aku pun tidak memiliki bukti apapun?
“Bagaimana jika setelah aku mengatakan ini semua hubungan rumah tangga Alvin dan Hannum menjadi goyah karenaku?”
“Hah! Apa yang harus aku lakukan? Hannum adalah wanita yang baik dan soleha. Aku tak ingin Alvin meninggalkan Istrinya demi wanita rendahan seperti itu meskipun dia adalah Adik Kandung Hannum sendiri! Aku tak ingin Alvin menyesal di masa depan, Tuhan!”
#Bersambung#
Keputusan apa yang akan diambil oleh Mbak Yura? Pilih jawabanmu di kolom komentar ya...
a. Memberitau Hannum kenyataan yang dilihatnya
b. Berpura-pura tidak melihat Perselingkuhan Alvin dan Zarrah.
c. Memberikan kode kepada Hannum tentang Perselingkuhan Alvin dan Zarrah.
__ADS_1