Adikku, Penghancur Pernikahanku

Adikku, Penghancur Pernikahanku
BAB 7. Misi Membuat Cemburu


__ADS_3

Hanum yang merasa jika telah dititipkan amanah dari Ibunya untuk menjaga Zarrah pun menjadi sangat cemas karena Zarrah tidak keluar kamar semenjak dirinya pulang hingga pagi ini.


Hanum yang sangat cemas pun menceritakan semua kegelisahannya kepada Alvin yang telah siap berangkat kerja.


“Mas, aku sangat cemas pada Zarrah. Sebenarnya Zarrah ada masalah apa ya?” tanya Hanum dengan wajah yang cemas.


“Jangan khawatir. Tidak akan ada masalah yang serius. Itu pasti masalah anak muda. Jangan khawatir yang berlebihan!” ucap Alvin yang mencoba menenangkan Hanum sambil merangkul tubuh Hanum.


Sementara itu, Zarrah yang dilema dan terus memikirkan yang terjadi padanya semalaman pun memutuskan bahwa dirinya tak boleh melepaskan Alvin begitu saja.


“Mas Alvin adalah pria yang baik. Aku tidak boleh melepaskan Mas Alvin begitu saja. Aku harus bisa merebut Mas Alvin dari Mbak Hanum!” ucap Zarrah dengan tekad yang kuat.


“Aku harus mencari cara untuk membuat Mas Alvin menjadi milikku dan satu-satunya cara adalah dengan melihat sendiri apakah Mas Alvin cemburu jika aku dekat dengan pria lain?” ucap Zarrah dengan pikiran ingin memanfaatkan Andika, pria yang dikenalkan kepadanya.


Zarrah yang telah mengendalikan dirinya pun memutuskan untuk keluar dari dalam kamar dan melihat Hanum yang sedan berbicara dengan Alvin.


“Hah! Hari pertama aku menguatkan tekadku, aku justru melihat kemesraan antara Mas Alvin dengan Mbak Hanum!” ucap Zarrah dalam hati dengan wajah yang tidak senang.


“Hmmm, kita lihat saja nanti bagaimana reaksi Mas Alvin saat tau aku memutuskan untuk menjalin hubungan dengan Mas Dika!” ucap Zarrah dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.

__ADS_1


Zarrah yang tidak bisa diam saja pun menghampiri keduanya dan Hanum yang akhirnya bisa melihat Zarrah pun langsung memberikan berbagai macam pertanyaan yang membuat Zarrah pusing.


“Mbak, tolong tanyanya satu per satu. Aku pusing jika harus mendengar dan menjawab semuanya!” ucap Zarrah dengan wajah yang kesal dengan nada suara yang terdengar protes.


“Aku baik-baik saja, Mbak. Ini adalah permasalahan anak muda. Tidak ada yang perlu Mbak khawatirkan!” ucap Zarrah yang langsung menghentikan berbagai macam rasa penasaran Hanum.


“Mbak, aku ada kuliah pagi ini jadi aku mandi dulu, ya!” ucap Zarrah dengan wajah yang tidak senang lalu mengintip Alvin yang ternyata hanya fokus kepada Hanum.


Zarrah yang tidak senang karena Alvin tidak menatapnya sama sekali pun menjadi kesal terutama saat mengingat kembali perkataan Alvin padanya setelah mereka berc*uman.


“Ini adalah sebuah kesalahan. Anggap saja ini tidak pernah terjadi sama sekali!” ucap Alvin di dalam ingatan Zarrah.


Di tempat yang sama, Alvin yang melihat Zarrah di depan matanya pun merasakan degup jantungnya sangat cepat dan merasa sangat canggung tapi tetap berusaha untuk tetap terlihat biasa saja.


“Hah! Aku harus segera pergi! Aku tidak ingin Hanum curiga padaku dan Zarrah! Aku tidak ingin Hanum mengetahui bahwa aku dan Zarrah sempat berc*uman!” ucap Alvin dengan sedikit kilatan sorot mata yang cemas.


Alvin yang tak ingin bertemu dengan Zarrah sementara waktu pun bergegas pergi ke kantor dan meninggalkan Hanum yang telah merasa lebih lega setelah melihat Zarrah keluar dari kamarnya.


Beberapa hari berlalu, Ketiganya yang sedang sarapan pagi bersama dengan Rere pun membuat Zarrah memberanikan diri untuk melaksanakan rencananya.

__ADS_1


“Hmmm, Mbak, aku akan pulang terlambat hari ini. Aku mau jalan dengan Mas Dika!” ucap Zarrah dengan wajah yang santai sambil terus mengunyah makanannya.


“Dika? Siapa?” tanya Hanum yang telah melupakan sosok Dika yang ternyata Andika yang merupakan pria yang dikenalkan Alvin kepada Zarrah.


“Mas Dika itu adalah Mas Andika yang merupakan adik dari teman kantonya Mas Alvin! Aku memanggilnya Mas Dika untuk lebih mudah dan akrab!” ucap Zarrah dengan senyum yang canggung sambil mencuri pandang ke arah Alvin.


“Tapi bukankah kamu bilang jika kamu tidak menyukainya karena dia adalah pria yang tidak kekinian?” tanya Hanum dengan wajah yang bingung.


“Hmmm, aku tidak bisa mengatakan apapun Mbak karena Mas Dika kesungguhannya membuatku luluh jadi aku putuskan untukan memulai mengenalnya seperti yang dikatakan oleh Mas Alvin kalau Mas Dika adalah pria yang baik.” Ucap Zarrah dengan senyum yang licik sambil mengalihkan pandangannya kepada Alvin yang hanya menundukkan kepalanya fokus terhadap makanannya.


“Agh, Baiklah. Kamu boleh pergi tapi kamu harus hati-hati dan jaga diri. Kamu tidak boleh melakukan hal yang aneh-aneh di luar sana ya, Dek! Ingat pesan Ibu!” ucap Hanum yang mencoba mengingatkan Zarrah dengan wajah yang cemas.


“Mbak tidak perlu khawatir. Zarrah sudah besar. Zarrah tau mana yang benar dan yang salah!” ucap Zarrah dengan percaya diri.


Zarrah yang melihat sedikit perubahan wajah ketidaksenangan di wajah Alvin pun merasa sangat senang lalu berjalan pergi meninggalkan yang lain.


“Hmmm, kamu pasti cemburu, kan Mas? Aku tau itu!” ucap Zarrah dalam hati dengan senyum yang licik.


#Bersambung#

__ADS_1


Apakah Alvin sungguh cemburu kepada Zarrah yang memulai hubungan dengan Andika? Tebak jawabannya di kolo komentar.


__ADS_2