Adikku, Penghancur Pernikahanku

Adikku, Penghancur Pernikahanku
BAB 21. SAH


__ADS_3

Zarrah yang telah berhasil menggugurkan janinnya pun tanpa ragu mengguyurkan air dan membersihkan gumpalan darah yang ada di lantai kamar mandi.


Meskipun rasa sakit itu membuat Zarrah tidak bisa bergerak tapi perasaan lega karena telah menyingkirkan satu masalah yang ada di depan matanya membuat Zarrah menjadi sangat senang.


Zarrah yang merasa sangat kesakitan dan lelah pun terbaring hingga akhirnya tertidur di dalam kamarnya dengan sangat lelap hingga malam hari.


Hannum yang cemas akan keadaan Zarrah pun mencoba mencaritau dan menemukan Zarrah terbaring di kamarnya dengan keringat yang sangat banyak.


"Zarrah tertidur dengan sangat lelap membuatku tidak tega membangunkannya." ucap Hannum yang berdiri menatap Zarrah yang sedang tertidur.


"Sebaiknya aku biarkan saja dia tidur lagipula Zarrah terus mengeluh bahwa dirinya kurang sehat." ucap Hannum lagi dengan suara yang rendah.


"Semoga setelah terbangun keesokan paginya dia bisa benar-benar sehat kembali!" ucap Hannum yang berjalan ke pintu keluar dan menutup pintu kamar dengan perlahan.


Hari Pernikahan pun tiba, Zarrah yang melangsungkan Akad Nikah dan Acara Resepsi Pernikahan di hari yang sama membuat Alvin menjadi sangat tidak puas.


Alvin yang telah memberitau Zarrah bahwa dirinya akan meninggalkan Malang tepat setelah Akad Nikahnya membuat Hannum menjadi kesal.


"Mas! Kamu ini kenapa? Apa kamu tidak bisa menunggu kepulanganmu ke Ibukota besok?" tanya Hannum dengan nada suara yang kesal.


"Tidak bisa! Aku sudah memesan tiket pesawat dan sore ini aku ada rapat dengan Client penting!" ucap Alvin dengan wajah yang datar dan sikap yang cuek.


"Tapi Mas ini adalah Acara yang penting. Bagaimana bisa kamu pergi dan tidak hadir di Acara Pernikahan Zarrah? Zarrah itu Adik Kandungku, Mas!" ucap Hannum yang protes.

__ADS_1


Alvin yang telah membulatkan tekadnya tetap tidak peduli dengan semua yang dikatakan Hannum dan tetap memaksa kembali ke Ibukota sendiri.


Zarrah yang melihat Alvin meninggalkan rumah orangtuanya hanya diam dan menenangkan Hannum yang sedang kesal.


"Mbak, sudahlah. Aku tidak masalah. Mungkin saja Mas Alvin sungguh punya pekerjaan yang mendadak dan tidak bisa ditinggalkan!" ucap Zarrah dengan senyum yang lembut.


"Lagipula Mas Alvin juga sudah menunggu hingga aku selesai Akad Nikah dengan Mas Dika!" ucap Zarrah yang mencoba menenangkan Hannuk yang kesal.


"Tapi bagaimana bisa Mas Alvin seperti itu? Kenapa dia menjadi sangat dingin dan cuek?" tanya Hannum dengan wajah yang sedih.


Hannum yang berniat mencurahkan semua perasaannya kepada Zarrah langsung menahan dirinya karena mengingat bahwa hari itu adalah Hari Pernikahan Zarrah.


"Aku tidak boleh bersikap seperti anak kecil! Aku harus dewasa! Aku tidak boleh membuat suasana bahagia ini menjadi sedih!" ucap Hannum dalam hati.


"Maafkan Mbak yang membuatmu khawatir. Maaf atas perbuatan Mas Alvin! Mbak ikut senang dengan Pernikahanmu!" ucap Hannum dengan perasaan yang tulus.


Alvin yang pergi ke tempat Karaoke dan bernyanyi bersama teman-temannya sambil di temani Penyanyi LC pun melupakan kesedihannya saat melihat Zarrah menikah dengan Andika dan menghabiskan malam bersamanya.


Alvin yang terpuruk karena keputusan Zarrah yang menikahi pria lain padahal dirinya telah memiliki anak dan istri ternyata mengabaikan semua panggilan Hannum dan membuat Hannum menjadi sangat cemas semalaman.


"Mas, kamu kemana? Apa kamu sudah sampai di Ibukota? Kenapa teleponku tidak kau angkat?" tanya Hannum pada dirinya sendiri dengan wajah yang panik sambil menghubungi Alvin.


Di sisi lain, Zarrah yang telah sah menjadi Istri Andika pun mulai memainkan rencananya untuk membuat Andika percaya bahwa dirinya masih perawan.

__ADS_1


"Aku telah memasukkan Obat Bius ke dalam jus ini dan aku yakin setelah Mas Dika meminumnya dia akan menjadi lingling lalu tidak bisa mengenali kenyataan dan kebohongan!" ucap Zarrah dengan senyum yang licik.


"Lalu aku akan memulai bersikap dan berakting seperti orang yang baru pertama kali melakukan hubungan int*m!" ucap Zarrah dengan tatapan mata yang tajam ke arah jus yang ada di tangannya.


Zarrah yang telah mempersiapkan semuanya pun memulai rencananya dan seolah tanpa ada hambatan rencana Zarrah berjalan dengan lancar.


"Mas! Sa-sakit.... Aaarrgghhh!" ucap Zarrah yang berpura-pura kesakitan saat Andika mencoba menerobos pertahanan Zarrah.


"Tenanglah Dek. Ini hanya sakit di awal. Kau harus menahannya. Oke!" ucap Andika dengan wajah yang memerah sambil membelai lembut rambut Zarrah yang hanya dibalas dengan anggukan kepala oleh Zarrah.


Setelah setengah jam berlalu, Andika yang tertidur lelah karena selesai melakukan aktivitas suami istri untuk pertama kalinya ternyata membuat Zarrah memiliki kesempatan lain untuk menipu Andika.


"Aku harus menyebarkan darah ini di atas sprei dan mengakui bahwa darah ini adalah darah perawanku sehingga di masa depan Mas Dika tidak akan pernah meragukanku!" ucap Zarrah dengan senyum yang licik.


Zarrah yang tidak menyangka jika Andika bisa memperlakukannya dengan lembut di saat mereka sedang berhubungan int*m.


"Hmmm, tapi dipikir-pikir performa Mas Dika tidak kalah baik dari Mas Alvin padahal Mas Dika baru pertama kali melakukan ini!" ucap zarrah dengan senyum manja.


Zarrah yang merasa lelah dengan semua proses Pernikahannya pun ikut terbaring dan tertidur di samping Andika dengan sangat lelap.


Namun hal itu ternyata berbanding terbalik dengan Hannum yang ternyata tak bisa tidur dengan nyenyak semalaman karena memikirkan Alvin.


"Mas, kamu dimana? Apa kamu baik-baik saja?" tanya Hannum dengan suara yang rendah dengan wajah yang cemas sambil melihat layar handphonenya yang tak memiliki balasan dari Alvin sama sekali.

__ADS_1


#Bersambung#


Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah penipuan yang dilakukan Zarrah akan terkubur selamanya atau terbongkar? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..


__ADS_2