Adikku, Penghancur Pernikahanku

Adikku, Penghancur Pernikahanku
BAB 16. Persetujuan


__ADS_3

Zarrah yang tidak ingin dirinya dikekang oleh Andika setelah Pernikahan dan kesulitan untuk bertemu dengan Alvin pun memutuskan membuat syarat yang akan menguntungkannya.


"Aku tidak ingin berhenti kuliah meskipun telah menikah. Aku ingin melanjutkan pendidikanku. Aku ingin membuat Ibu yang telah membesarkanku sendirian bangga!” ucap Zarrah dengan wajah yang sedih.


“Jadi jika setelah menikah, kau berencana untuk membawaku pergi bersamamu. Aku rasa aku tidak bisa karena aku ingin melanjutkan pendidikanku di sini!” ucap Zarrah yang menyembunyikan niatnya yang sebenarnya.


Andika yang tertipu dengan kata-kata manis dan ekspresi Zarrah menjadi semakin mencintai Zarrah dan ingin segera mungkin menjadikan Zarrah miliknya.


“Aku menghargai keputusanmu dan aku pun tidak masalah akan hal itu. Aku akan mendukung keputusanmu!” ucap Andika dengan wajah yang gembira.


Zarrah yang mendapatkan keinginan pertamanya pun melanjutkan dengan rencana selanjutnya yang membuat Andika terdiam sesaat.


“Aku pun berharap kau mau menghargai keputusanku untuk menunda memiliki anak setelah kita menikah!” ucap Zarrah yang mencoba membaca ekspresi wajah Andika yang terkejut setelah mendengar perkataannya.


“A-aku tidak mengatakan jika aku tidak ingin punya anak. Aku sangat menyukai anak-anak hanya saja aku tidak ingin memiliki anak sebelum menyelesaikan pendidikanku!” ucap Zarrah dengan wajah yang sedih.


“Aku juga ingin mengenalmu lebih lama dan beradaptasi menjadi istrimu. Hmmm, kau tau jika perkenalkan kita sangat singkat lalu menikah.” Ucap Zarrah dengan tatapan mata berninar.


“Aku ingin memiliki anak setelah kita berdua benar-benar merasakan ikatan yang cukup kuat hingga kehadiran seorang anak tidak akan memudarkan rasa ini!” ucap Zarrah lagi dengan wajah yang memerah.


Andika yang mendengar perkataan Zarrah tidak bisa memikirkan jika semua yang dikatakan Zarrah kebenaran atau kebohongan karena Zarrah sangat pandai bermain kata.


Andika yang merasa jika Zarrah adalah jodohnya pun menyetujui semua persyaratan Zarrah dan menerima semua konsekuensi dari keputusannya itu.


Andika dan Zarrah yang telah mencapai keputusan final pun memutuskan untuk membicarakan hal ini kepada Hannum yang merupakan saudara kandung Zarrah yang paling dekat saat ini.


Keesokan paginya, Zarrah yang telah bersiap sejak pagi pun meminta Hannum untuk memakai pakaian rapi karena Andika ingin datang dan mengatakan hal yang penting.


Hannum yang tidak tau apa yang akan dikatakan Andika hanya bisa berharap jika itu adalah hal yang baik.

__ADS_1


“Mas, apa kau tau apa yang akan dikatakan Andika kepada kita?” tanya Hannum dengan ekspresi wajah yang cemas.


“Tidak tau!” ucap Alvin singkat dengan sikap yang cuek sambil terus mengalihkan perhatiannya pada layar laptopnya.


“Kau tidak perlu cemas. Jika kau penasaran, bukankah lebih baik bertanya kepada Adikmu adalah cara yang benar?” tanya Alvin dengan tatapan mata yang dingin.


“Hmmm, semua yang kau katakan benar Mas tapi aku merasa jika Zarrah akan menutup rapat mulutnya!” ucap Hannum dengan wajah yang sedih.


Alvin yang tidak menanggapi lagi perkataan Hannum pun membuat Hannum memilih pergi dan menyibukkan dirinya dengan pekerjaan rumah.


Zarrah yang sengaja ingin membuat Alvin cemburu pun duduk tidak jauh dari tempat Alvin berada dengan wajah yang bahagia yang membuat Alvin terlihat frustasi.


“Apa kau orang itu sungguh akan datang dan mengatakan kesungguhannya pada Hannum? Apakah kau sungguh akan menikahinya?” tanya Alvin dengan wajah yang tidak senang dengan tatapan mata yang tajam.


Zarrah yang merasa Alvin telah memakan umpannya pun berdiri dan berjalan pergi lalu berhenti sesaat setelah sampai di belakang Alvin.


“Kenapa Mas? Apakah kau cemburu? Aku sungguh akan menikahi Mas Dika tapi itu hanyalah kamuflase untuk membuat kita berdua terbebas dari kecurigaan orang-orang!” ucap Zarrah dengan suara yang rendah.


Alvin yang mendengar perkataan Zarrah pun tanpa sadar melayangkan lamunan dan imajinasinya tentang yang akan keduanya lakukan nanti sore.


Waktu pun berlalu, Andika yang datang ke rumah Hannum dan Alvin pun duduk sendirian di hadapan keduanya.


“Mbak! Mas! Maafkan ketidaksopananku yang datang secara mendadak!” ucap Andika dengan kepala tertunduk ke bawah.


“Maksud dan tujuanku datang kemari adalah karena aku ingin meminta izin Mbak dan Mas untuk menikahi Zarrah. Saya serius dengan Zarrah dan ingin menjadikan Zarrah sebagai Istriku!” ucap Andika dengan wajah yang serius.


Hannum yang sangat terkejut mendengar pernyataan Andika tidak berani mengatakan apapun meskipun terbesit sedikit perasaan senang di hatinya.


“Aku mengatakan ini kepada Mbak dan Mas karena kalian satu-satunya keluarga terdekat Zarrah yang ada di sini. karenanya aku menyampaikan niat baik ini secara langsung dan Zarrah pun telah menerima pinanganku!” ucap Andika yang mengalihkan pandangannya kepada Zarrah yang duduk manis di samping Rere.

__ADS_1


Hannum yang mendengar perkataan Andika pun ikut mengalihkan pandangannya kepada Zarrah yang hanya tersenyum malu.


Hannum yang senang karena Pria yang dekat dengan Zarrah memiliki niat yang baik pun tidak berani mengatakan apapun sementara waktu lalu mengalihkan pandangannya kepada Alvin yang duduk diam di sampingnya.


“Mas, bagaimana tanggapanmu tentang ini?” tanya Hannum dengan wajah yang bingung yang ternyata membuat Zarrah ikut menjadi penasaran.


“Zarrah adalah Adik Kandungmu. Kau adalah walinya di sini jadi keputusan ada di tanganmu!” ucap Alvin yang tidak ingin menjawab pertanyaan Hannum.


Hannum yang mendengarnya pun menjadi bingung lalu mencoba menanyakan beberapa hal kepada Andika untuk membuatnya meyakinkan dirinya.


“Jika kalian menikah, bagaimana dengan pendidikan Zarrah? Mbak dengan kau sekarang bekerja di luar kota, apakah kau akan membawa Zarrah bersamamu setelah menikah?” tanya Hannum dengan wajah penasaran.


“Aku tidak akan memaksa Zarrah untuk berhenti kuliah dan aku pun tidak akan memaksanya mengikutiku!” ucap Andika dengan ekspresi wajah yang serius.


“Zarrah tetap boleh melanjutkan pendidikannya di sini hingga tamat dan Zarrah akan tinggal di rumah yang telah aku persiapkan. Rumah itu hanya selang beberapa rumah dari rumah orangtuaku!” ucap Andika dengan tatapan mata yang lurus ke depan.


“Aku pun telah memutuskan untuk menunda memiliki anak hingga Zarrah menyelesaikan pendidikannya karena aku tidak ingin Zarrah terbebani dengan adanya Anak nantinya lagipula aku ingin kami saling mengenal dulu.” Ucap Andika dengan suara yang tegas.


“Hmmm, mungkin bisa dikatakan bahwa aku ingin kami pacaran halal dulu setelah menikah!” ucap Andika dengan wajah yang malu-malu.


Hannum yang mendengar perkataan Andika pun menjadi sangat senang dan menerima lamaran Andika dan meyakinkan Andika bahwa Ibunya yang ada di Malang pasti akan merestui Pernikahan mereka.


Tepat setelah kepergian Andika, Hannum bergegas mengambil handphonenya dan menghubungi Ibu Wati yang ada di Malang.


Ibu Wati yang mendengar semua penjelasan Hannum ikut merasa sangat senang dan tenang karena menyadari anak gadisnya yang lain telah menemukan pria yang akan menjaga dan melindunginya.


Hannum yang sangat senang dengan rencana Pernikahan Zarrah dan begitu pula dengan Andika yang tidak sabar menjadikan Zarrah Istrinya tidak menyadari bahwa di belakang keduanya Zarrah dan Alvin sedang bermain kuda-kudaan.


#Bersambung#

__ADS_1


Aduh, main kuda-kudaan! Apa maksudnya itu ya? Hehehe..... Bagaimana kelanjutan ceritanya? Akankah Zarrah dan Andika sungguh menikah? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2