
Ibu Nissa yang semakin tidak tenang saat hari Pernikahan Andika dan Zarrah semakin dekat ternyata telah berulang kali mengatakan ketidaksukaannya.
“Nak, apa kamu sungguh yakin ingin menjadikan Zarrah Istrimu? Mama merasa sangat tidak nyaman dengan ini! Ibu merasa kamu terlalu terburu-buru dalam membuat keputusan, Nak!” ucap Ibu Nissa dengan wajah yang bingung.
“Aku sungguh yakin, Ma. Mama belum mengenal Zarrah. Aku yakin setelah Mama mengenalnya Mama pasti akan menyukai Zarrah.” Ucap Andika yang teguh pada pendiriannya.
“Ini bukan masalah mengenal atau belum mengenal. Ini adalah tentang perasaan seorang Ibu. Perasaan Ibu mengatakan bahwa kau tidak boleh terburu-buru dalam mengambil keputusan. Tidakkan sebaiknya kau mencari tau tentang Zarrah lebih dalam?” tanya Ibu Nissa dengan tatapan mata yang cemas.
“Aku sudah mencari tau semuanya, Ma. Tidak ada yang masalah dengan itu dan aku menerima Zarrah apa adanya!” ucap Andika dengan suara yang tegas lalu pergi meninggalkan Ibunya di tempat begitu saja.
Ibu Nissa yang melihat sifat keras kepala putranya merasa jika kepalanya terasa sangat sakit dan hanya bisa menarik nafas panjang sambil berdoa semoga ini adalah keputusan yang tepat.
Hari Pernikahan yang tinggal satu bulan lagi membuat Hannum harus pergi ke Malang untuk mempersiapkan semuanya karena Acara Pernikahan Zarrah dan Andika akan dilaksanakan di Malang.
Zarrah yang telah mempercayakan semua urusan Pernikahannya kepada Hannum merasa jika ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuknya.
“Maafin aku ya, Mbak. Aku tidak bisa membantu Mbak karena saat ini aku sedang masa ujian!” ucap Zarrah dengan wajah yang sedih.
“Mbak mengerti. Jangan khawatir. serahkan saja semuanya pada Mbak. Mbak akan menjadikan hari Pernikahanmu sukses besar!” ucap Hannum dengan senyum yang lebar.
__ADS_1
“Lagipula Mas Alvin juga harus pergi keluar kota selama satu minggu dan Rere pun sedang masa libur sekolah sekarang. Jadi Mbak akan pergi ke Malang bersama Rere. Apa kamu yakin tinggal di rumah sendirian tidak masalah?” tanya Hannum dengan wajah yang cemas.
“Apa yang Mbak cemaskan? Aku bukan anak kecil lagi, Mbak. Aku bisa menjaga diriku. Aku justru merasa tidak enak karena merepotkan Mbak padahal yang menikah adalah aku!” ucap Zarrah dengan wajah yang sedih.
“Apa yang kau katakan? Kita adalah Saudari. Bukankah sudah sepantasnya sesama Saudari saling membantu?” tanya Hannum dengan wajah yang gembira.
Setelah Alvin yang tidak ingin ketahuan oleh Hannum jika berbohong pun pergi lebih awal dan menyewa sebuah kamar Hotel berbintang Lima dengan pemandangan dan keuntungan yang banyak.
Tepat setelah kepergian Hannum, Zarrah bergegas menuju Hotel yannng dimaksud oleh Alvin dan keduanya pun menikmati waktu bersama sebelum Zarrah benar-benar dinikahi oleh Andika.
“Mas, apakah kau cemburu karena aku akan dinikahi oleh Mas Dika?” tanya Zarrah yang sedang berada di dalam pelukan Alvin tanpa memakai busana apapun.
“Kita tidak bisa melakukan apapun akan hal itu karena kenyataannya itu yang terjadi!” ucap Alvin dengan wajah yang menyesal.
Zarrah yang mendengar perkataan Alvin pun secara tak terduga memiliki niat lain untuk membuat keduanya bersatu.
“Bagaimana jika Mas ceraikan saja Mbak Hannum? Aku pun akan menceraikan Mas Dika lalu kita bisa menikah dan bersama selamanya!” ucap Zarrah dengan wajah yang penuh semangat.
“Itu tidak semudah itu. Orang-orang pasti akan membicarakan tentang kita nantinya!” ucap Alvin dengan wajah yang sedih.
__ADS_1
“Aku tau Mas tapi aku tidak ingin seperti ini terus. Aku ingin bersama denganmu Mas. Aku ingin kau hanya milikku!” ucap Zarrah dengan suara yang naik.
“Aku tidak ingin berbagi hati ataupun tubuh Mas. Aku ingin kau hanya milikku!” ucap Zarrah dalam hati sambil menggenggam erat selimutnya.
Alvin yang mendengar perkataan Zarrah pun menyadari akan keserakahannya yang sama yang dirasakannya.
“Mas pun ingin hal itu terjadi tapi hal itu tidak mudah. Namun hal itu bukanlah hal yang tidak mungkin terjadi!” ucap Alvin dengan tatapan mata yang tajam.
“Apa maksud ucapanmu, Mas?” tanya Zarrah dengan wajah yang bingung dengan tatapan mata yanng penasaran.
“Kita bersama dan tak akan ada yang akan memisahkan kita nantinya jika Hannum melakukan sebuah kesalahan!” ucap Alvin dengan mata yang menatap lurus ke depan.
“Jika Hannum dan Andika melakukan kesalahan maka kita bisa berdua bisa bercerai dengan keduanya dengan alasan yang tepat sehingga saat kita bedua memutuskan menikah, tidak akan ada yang akan membicarakan hal buruk tentang kita!” ucap Alvin dengan senyum yang jahat dan tatapan mata yang licik.
Zarrah yang mendengar perkataan Alvin pun menjadi sangat senang dan tanpa sadar memeluk Alvin dengan sangat erat lalu keduanya pun saling berc*uman.
#Bersambung#
Sungguh rencana yang licik tapi akankah rencana Zarrah dan Alvin akan terjadi? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...
__ADS_1