Adikku, Penghancur Pernikahanku

Adikku, Penghancur Pernikahanku
BAB 32. Talak Tiga


__ADS_3

Hannum yang mendengar perkataan Ibunya pun memakai kerudungnya dan keluar dari dalam kamarnya dengan tubuh yang terlihat tidak bersemangat.


Ibu Wati yang melihatnya pun menjadi sangat khawatir dan bertanya tapi tak mendapatkan respon yang diinginkannya karena Hannum telah memutuskan untuk mendengarkan semua yang dikatakan Zarrah dan Alvin.


Hannum yang sampai di ruang tamu pun melihat Zarrah sedang duduk kursi pun tiba-tiba merasakan rasa sakit di hatinya dan foto-foto serta video panas Zarrah dan Alvin yang tersembunyi di dalam handphone Alvin teringat kembali.


Hannum yang mengingat semuanya merasa perutnya seakan sedang dikocok dan rasa mual itu pun muncul memenuhi tenggorokannya.


Namun Hannum yang tak ingin menghancurkan suasana serius yang ada di ruangan itu pun mencoba menahan semua rasa itu.


"Aku pasti bisa bertahan. Meskipun rasanya sangat jijik melihat wajah Zarrah dan Mas Alvin bersamaan tapi aku harus kuat!" ucap Hannum pada dirinya sendiri yang mencoba menguatkan pendiriannya.


Hannum yang tidak ingin duduk di dekat Zarrah memilih untuk duduk di samping Ibu Nissa yang ternyata disambut baik olehnya.


Hannum yang tau jika dirinya yang harus memulai pembicaraan itu karena dirinyalah yang menemukan bukti perselingkuhan Alvin dan Zarrah pun mengangkat kepalanya dengan pandangan tajam lurus ke depan.


"Mas, berikan handphonemu! Aku harap kau tidak menghapus semua buktinya karena percuma saja karena aku sudah mengetahuinya!" ucap Hannum dengan ekspresi wajah yang dingin.


Alvin yang menuruti perkataan Hannum pun memberikan handphonenya dengan patuh yang membuat Hannum membuka kembali bukti perselingkuhan keduanya.


"Aku sudah tau semuanya dan aku hanya ingin kalian jujur!" ucap Hannum dengan pandangan mata lurus ke arah zarrah dan Alvin yang ada di hadapannya.


"Aku harap kalian bisa jujur sekarang dan jangan ada kebohongan lagi terutama untukmu Zarrah!" ucap Hannum yang menekankan katanya pada nama Adik yang telah menghianatinya.


Zarrah yang tersudutkan tidak merasa bersalah ataupun malu karena semuanya telah ketahuan bahkan Zarrah dengan tenang menceritakan semua yang telah terjadi padanya dan juga Alvin.


"Kau yang menginginkannya maka aku akan mengatakan semuanya Kakakku sayang lalu setelah itu bercerailah maka aku bisa naik ranjang Mas Alvin!" ucap Zarrah dalam hati dengan niat yang lain.

__ADS_1


Zarrah yang merasa semuanya sudah terjadi dan ini adalah waktu yang sangat tepat pun memutuskan mengatakan semuanya bahkan tentang hal yang sangat tabu sekalipun.


"Aku dan Mas Alvin telah berhubungan cukup lama mungkin kurang lebih satu tahun lamanya!"


"Hubungan ini terjadi karena situasi yang tidak terduga dimana Mbak Hannum sedang tidak ada di rumah dan hanya ada aku dan Mas Alvin di dalam rumah!"


"Awalnya kami berciuman karena situasi yang membuatnya lalu berlanjut hingga kami melakukan berhubungan int*m saat aku terjatuh dari motor lalu Mas Alvin membantuku dan saat itu Mbak Hannum sedang ada di sekolah Rere!"


"Setelah kejadian itu, hubungan ini berlanjut hingga sekarang bahkan aku dan Mas Alvin sempat memiliki seorang anak tapi anak itu tidak lahir karena aku memutuskan menggugurkannya!"


"Saat itu adalah saat dimana Hari Pernikahanku dengan Mas Dika sudah di depan mata jadi aku putuskan untuk menggugurkannya!"


Andika yang mendengar perkataan Zarrah menjadi sangat terkejut hingga berdiri dari kursinya dengan wajah yang tidak percaya.


"Ja-jadi sebelum pernikahan kita kau telah memiliki hubungan dengan Mas Alvin?" tanya Andika dengan wajah yang menjadi pucat.


Zarrah yang telah memutuskan untuk bercerai dari Andika lalu menikah dengan Alvin dan menjadi Istrinya pun menjawab pertanyaan itu tanpa ragu.


"Ya! Maaf!" ucap Zarrah dengan singkat dengan wajah yang datar tanpa ada rasa bersalah yang membuat Andika sangat kecewa pada Zarrah.


Andika yang tidak terima telah ditipu oleh Alvin dan juga Zarrah selama ini menjadi sangat marah pada dirinya sendiri dan merasa bersalah pada Ibunya karena tidak pernah percaya pada perkataan Ibunya.


"Maafkan aku Ma! Jika saja saat itu aku menuruti perkataanmu maka aku tidak akan merasakan penghinaan ini!" ucap Andika dalam hati dengan tangan terkepal erat menahan amarah.


"Hah! Aku talak kamu, Zarrah Khairunnisa binti Komaruddin Wahab, dengan talak tiga!" ucap Andika dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.


Ibu Wati yang mendengar talak dijatuhkan kepada Zarrah di hadapannya merasa seluruh kekuatan kaki dan tubuhnya menghilang sehingga dirinya hanya bisa bersandar di tempat duduknya.

__ADS_1


Andika yang tidak ingin berlama lagi di tempat itu pun mengambil kunci mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Ibu Wati bersama Ibunya setelah mengucapkan salam.


Ibu Wati yang sangat kecewa dan malu akan perbuatan Zarrah pun mengalihkan pandangannya kepada Putrinya yang ada tak jauh darinya.


Ibu Wati yang tak melihat raut wajah kesedihan ataupun penyesalan disana menjadi semakin marah dan kesal dan mengumpulkan kekuatannya untuk berdiri.


Semua orang yang melihat Ibu Wati tiba-tiba berdiri pun mengalihkan pandangannya pada Ibu Wati dan secara tak terduga Ibu Wati menampar wajah Zarrah dengan sangat keras hingga cap merah jari terlihat jelas di pipi kana Zarrah.


Zarrah yang tidak menyangka jika Ibunya yang sangat menyayanginya dan akan selalu membelanya apapun yang terjadi menampar dirinya pun menjadi terkejut.


Hannum dan Alvin yang ada di tempat itu pun ikut terkejut hingga menutup mulutnya sambil menatap dengan mata yang terbuka lebar.


Ibu wati yang sangat menyayangi Zarrah karena Zarrah lahir tanpa sosok Seorang Ayah sejak bayi karena suaminya meninggal merasa telah gagal dalam mendidik anak.


"Pergi! Pergi dari sini! Jangan injakkan kakimu di sini lagi! Kau bukan lagi Putriku!" ucap Ibu Wati dengan suara yang lantang dengan wajah yang penuh emosi sambil mengarahkan telunjuknya ke wajah Zarrah.


Zarrah yang tidak terima diperlakukan seperti itu pun ikut marah dan kesal sehingga tanpa pikir panjang ikut berdiri dan mengambil handphonenya lalu masuk ke dalam kamarnya.


Ibu Wati yang telah mengusir Zarrah keluar dari rumahnya kehilangan kekuatan tubuhnya hingga terduduk kembali di sofa.


Hannum yang sangat cemas dan khawatir pada kondisi Ibu Wati langsung berlari dan menghampiri Ibu Wati lalu memeriksa kondisinya.


Tak lama setelah itu, Zarrah yang berada di dalam kamarnya bergegas membuka pintu dan keluar dari rumah itu sambil membawa sebuah koper besar dan juga sebuah tas kecil.


Hannum yang melihat Zarrah pergi dari rumah tidak merasakan apapun dan tidak berniat menghentikannya sama sekali.


#Bersambung#

__ADS_1


Akankah Zarrah berhasil menikah dengan Alvin? Bagaimana nasib rumah tangga Hannum dan Alvin? Apakah jalan yang akan dipilih oleh Hannum nantinya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2