Adikku, Penghancur Pernikahanku

Adikku, Penghancur Pernikahanku
BAB 19. Menggugurkan Kandungan


__ADS_3

Zarrah yang terkejut akan kenyataan baru yang diketahuinya pun menjadi sangat takut saat Hannum mengetuk pintu kamar mandi di dalam kamarnya.


“Dek, apa masih lama di dalam?” tanya Hannum dengan suara yang terdengar sedikit cemas sambil mengetuk pelan pintu kamar mandi.


“A-agh! I-iya Mbak! Aku sakit perut jadi sepertinya akan sedikit lama!” ucap Zarrah yang masih belu bisa berdiri dan mendapatkan kekuatannya kembali untuk berdiri.


“Oh, kalau begitu Mbak akan pakai kamar mandi yang lain saja!” ucap Hannum yang berniat menumpang mandi di kamar Zarrah.


Hannum yang berpikir jika Zarrah sungguh sakit perut karena Alvin biasanya selalu Buang Air Besar di pagi hari pun memaklumi semua tindakan Zarrah.


Meskipun begitu, Zarrah yang masih terkejut merasa sangat pusing dan kepalanya terasa sangat sakit.


“Arrgghh! Sepertinya sakit kepalaku menjadi semakin parah setelah mengetahui kenyataan ini!” gumam Zarrah dengan wajah yang kesakitan.


“Aku tidak bisa diam saja! aku harus melakukan sesuatu pada kehamilanku!” ucap Zarrah yang telah berhasil berdiri kembali sambil memegang erat ketiga alat testpack miliknya.


“Aku harus segera membersihkan diriku dan membuang semua bukti ini jauh-jauuh lalu memberitau Mas Alvin tentang hal ini!” ucap Zarrah dengan wajah yang serius.


Zarrah yang merasa dalam kondisi dan situasi yang sangat sulit pun bergegas membersihkan dirinya lalu memakai pakaiannya.


Zarrah yang tidak ingin ada yang tau jika dirinya menggunakan alat testpack pun memasukkan semua sampah ke dalam kantong hitam kecil dan menyimpan ketiga alat testpacknya di dalam lipatan tisu dan meletakkannya di dalam tas.


“Semua persiapan telah selesai. Sekarang waktunya memberitau Mas Alvin akan kenyataan ini!” ucap Zarrah dengan wajah yang serius.


Zarrah yang tau jika Hannum tidak pernah memeriksa handphone Alvin pun dengan percaya diri bahwa Hannum tak akan tau jika mereka bertukar pesan.


Alvin yang melihat Zarrah menghubunginya pun bergegas membaca pesan masuk dari Zarrah dan menjadi sangat terkejut dengan isi pesan tersebut.


“A-apa? Zarrah hamil? Bagaimana itu bisa terjadi?” tanya Alvin dalam hati dengan wajah yang terkejut lalu bergegas pergi keluar.


Zarrah yang mendapatkan pesan balasan dari Alvin langsung tersenyum lebar lalu berpura-pura membantu persiapan pernikahannya lalu saat ada kesempatan dirinya menyelinap keluar.

__ADS_1


“Mbak, aku mau keluar sebentar. Aku mau melihat Pakaian Akad Nikahku yang kemarin sedikit kebesaran padaku!” ucap Zarrah yang berbohong kepada Hannum.


“Agh, kalau begitu Mbak akan menemanimu. Calon Pengantin tidak boleh keluar sendirian takutnya nanti ada hal buruk terjadi!” ucap Hannum dengan wajah yang cemas.


“Apa yang Mbak katakan? Mbak mau menyumpahi aku agar kecelakaan di jalan?” sindir Zarrah yang dengan cepat memutar balikkan kata-kata Hannum.


“Kamu salah paham Zarrah. Mbak tidak bermaksud seperti itu. Mbak hanya khawatir padamu!” ucap Hannum dengan nada suara yang rendah dengan wajah yang merasa bersalah.


“Tidak akan terjadi apapun padaku. Aku pasti akan baik-baik saja dan aku pasti akan hati-hati di jalan. Mbak tidak perlu mengikutiku. Aku bukan anak kecil lagi yang harus diikuti kemanapun pergi!” ucap Zarrah dengan wajah yang kesal lalu pergi begitu saja.


Hannum yang tidak bisa menghentikan Zarrah pun akhirnya menyerah dan hanya bisa mendoakan semoga Zarrah baik-baik saja.


Namun tanpa diketahui oleh Hannum bahwa Zarrah sengaja melakukan itu dan memarahi Hannum untuk melampiaskan kekesalannya akan kehamilannya.


“Sial! Kenapa ini harus terjadi di saat seperti ini? Kenapa aku bisa hamil padahal selama ini tidak terjadi masalah saat aku berhubungan int*m dengan Mas Alvin?” tanya Zarrah dalam hati dengan wajah yang kesal.


“Mbak Hannum juga kenapa sangat cerewet? Membuatku sangat kesal dan marah saja! hah! Menyebalkan!” ucap Zarrah dengan suara yang rendah dengan tatapan mata yang tajam.


Zarrah yang pergi ke sebuah Kafe yang cukup jauh dari tempat tinggalnya pun berharap tidak bertemu dengan orang yang dikenalnya disana.


Zarrah yang akhirnya menemukan Alvin di ruangan pribadi di lantai atas pun langsung berlari ke dalam pelukan Alvin.


“Mas! Bagaimana? Aku harus bagaimana?” tanya Zarrah dengan wajah yang sedih dengan air mata yang tidak perlu usaha dapat keluar dengan begitu mudah.


Alvin yang melihat Zarrah menangis dipelukannya dengan tubuh yang bergetar sangat keras pun ikut menjadi bingung.


“Mas juga tidak tau. Bukankah kau meminum Pil Kontrasepsi itu setiap hari?” tanya Alvin dengan wajah yang bingung.


Zarrah yang mendengar perkataan Alvin pun tiba-tiba teringat akan kenyataan saat keduanya pergi berlibur di Hotel Bintang Lima saat Hannum pergi ke Malang mempersiapkan pernikahannya.


“Agh, sebenarnya aku pernah satu hari tidak minum Pil itu saat kita menginap di Hotel, Mas! Apakah karena itu aku hamil sekarang?” tanya Zarrah dengan wajah yang polos dengan tatapan mata yang meminta penjelasan.

__ADS_1


Alvin yang mendengar perkataan Zarrah pun melepaskan Zarrah dari pelukannya dan terduduk dengan wajah yang bingung sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


“Mas, kenapa diam saja? Ayo katakan sesuatu! Apakah satu hari aku tidak meminum Pil itu dapat menyebabkan kehamilan?” tanya Zarrah dengan wajah yang penasaran.


Alvin yang melihat Zarrah yang masih polos dan tidak mengerti apapun tiba-tiba teringat akan dirinya ketika masih perjaka.


“Di masa lalu, aku dan Hannum pun telah melakukan hubungan int*m sebelum kami menikah dan pada saat itu Hannum tidak pernah seharipun telah meminum Pilnya sehingga cerita Hannum hamil sebelum menikah selama bertahun-tahun kami melakukan hubungan itu tidak pernah terjadi!” ucap Alvin dalam hati dengan tatapan mata yang kosong ke arah Zarrah.


“Sementara itu Zarrah yang baru melakukan hubungan int*m ini denganku beberapa bulan bahkan hamil saat ini karena dia lupa meminum Pil itu sehari saja!” ucap Alvin dengan wajah yang sangat terbebani.


Alvin yang melihat Zarrah yang sangat panik pun akhirnya menarik nafas panjang dan menjelaskan semuanya.


“Pil kontrasepsi yang aku berikan padamu itu tidak boleh sehari saja tidak kau minum karena akan menyebabkan kehamilan lebih mudah karena Pil Kontrasepsi itu bisa membuat rahimmu menjadi semakin subur setelah berhenti meminumnya!” ucap Alvin yang menjelaskan.


Zarrah yang mengerti alasan dirinya bisa hamil pun menjadi sangat terkejut dan menatap tajam ke arah Alvin lalu secara sadar membuat keputusan yang mengejutkan.


“Jika seperti itu maka hanya ada satu cara untuk menyelesaikan masalah ini yaitu ab*rsi! Aku harus mengug*rkan kandunganku!” ucap Zarrah dengan ekspresi wajah yang serius.


“A-apa? Mengug*rkan? Apa kau sudah gila Zarrah?” tanya Alvin dengan mata yang terbuka lebar dengan wajah yang terkejut.


“Benar! Aku sungguh sudah gila! Situasi ini membuatku ingin gila!” ucap Zarrah dengan nada suara yang meninggi dengan wajah yang kesal.


“Ini adalah tubuhku Mas dan aku berhak atas tubuhku. Apapun keputusanku, Mas harus menerimanya dan membantuku!” ucap Zarrah dengan suara yang tegas.


“Baiklah! Mas akan mencari obatnya!” ucap Alvin yang menyerah akan keputusan Zarrah karena pada kenyataannya Alvin belum siap menerima konsekuensi dari perbuatannya.


Zarrah yang tidak ingin ketahuan Andika bahwa dirinya telah hamil anak pria lain sebelum mereka menikah dan kenyataan perselingkuhan antara dirinya dan Alvin akan terbongkar jika anak di dalam kandungannya tetap dipertahankan pun membuat Zarrah membuat keputusan sulit.


Zarrah yang tidak ingin menerima semua konsekuensi akan perbuatan yang telah dipilihnya pun memilih mengorbankan darah daging yang ada di dalam kandungannya.


“Maafkan aku Nak tapi aku harap kau memaafkan aku karena memilih untuk tidak melahirkanmu!” ucap Zarrah dalam hati dengan tatapan mata yang tajam lurus ke depan.

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah Alvin berhasil mendapatkan Obat Penggug*r kandungan? Akankah Zarrah sungguh mengg*gurkan janinya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2