
Hannum yang mencoba menghubungi Zarrah di nomornya yang biasa menjadi terkejut karena nomor tersebut ternyata sudah tidak aktif lagi.
Hannum yang tidak ingin menghubungi Alvin untuk memberitau Zarrah tentang kondisi Ibu Wati yang semakin parah memutuskan menggunakan cara lain.
Hannum memilih menggunakan media sosial untuk memberitau Zarrah jadi Hannum membuat status di media sosialnya untuk meminta Zarrah kembali.
Hannum yang terus melakukan itu selama seminggu penuh menjadi terkejut saat melihat Zarrah tiba-tiba muncul di depan rumah membawa koper besar.
“Zarrah!” gumam Hannum dengan suara yang sangat kecil yang hanya dapat didengar Hannum sendiri.
Zarrah yang tidak peduli bahkan terkesan mengabaikan Hannum memilih langsung masuk ke dalam rumah dan menutup pintu kamarnya.
Hannum yang merasa suasananya sangat canggung bahkan Hannum yang selalu cemas beberapa hari ini memikirkan sikapnya saat bertemu dengan Zarrah merasa biasa saja.
Hannum menyadari bahwa dirinya tidak bisa benar-benar membenci Zarrah karena Zarrah adalah satu-satunya saudarinya tapi Hannum tidak bisa melupakan semua perbuatan buruk yang dilakukan Zarrah padanya sehingga membuat keduanya berubah menjadi orang yang asing satu sama lain.
Hannum yang kembali ke kamarnya pun langsung mengunci pintu kamarnya dan bersandar di pintu lalu terduduk dalam posisi lutut tertekuk.
“Kenapa aku terus teringat yang dilakukan foto dan video Mas Alvin dan Zarrah saat melihat wajah Zarrah? Aku sangat marah dan kecewa tapi aku tidak bisa membencinya! Kenapa semuanya harus terjadi padaku?” tanya Hannum pada dirinya sendiri dalam hati dengan tatapan mata yang kosong ke langit-langit kamar.
Sementara itu, Alvin yang melihat status Hannum yang seolah mengisyaratkan kondisi Ibu Wati semakin memburuk pun memutuskan mengambil cuti dan pergi ke Malang menemani Hannum.
“Mbak, aku minta tolong untuk jagain Rere beberapa hari saja! Aku mau ke Malang untuk temani Hannum!” ucap Alvin dengan nada suara yang memelas.
Rere yang tiba-tiba muncul dan mendengar bahwa Papanya ingin pergi ke Malang menemui Ibunya pun menitipkan pesan khusus.
“Apa Papa mau menemui Mama di rumah Nenek?” tanya Rere dengan nada suara yang lembut dan wajah yang polos.
“Iya sayang. Rere sementara waktu tinggal dengan Bibi dulu, ya!” ucap Alvin dengan senyum yang lembut.
“Iya Papa. Papa cepat pulang dan bawa mama juga. Rere kangen sekali dengan Mama!” ucap Rere dengan wajah yang sedih sambil menundukkan kepala membuat Alvin menjadi bersalah kembali.
“Maafkan Papa, Nak. Ini semua kesalahan Papa. Papa akan berusaha keras untuk membawa Mamamu kembali dan kita bisa kembali berkumpul menjadi keluarga yang harmonis!” ucap Alvin dalam hati dengan tekad yang kuat sambil menganggukkan kepalanya merespon permintaan Rere.
__ADS_1
Alvin yang tidak pergi ke Malang dengan menggunakan pesawat terbang ternyata memilih menyetir mobil sendiri dengan alasan dapat pergi keluar dengan mudah dan leluasa jika Hannum membutuhkannya membeli sesuatu.
Di sisi lain, Zarrah yang kembali ke rumah orangtuanya ternyata tidak banyak membantu untuk merasa Ibu Wati.
Zarrah lebih sering memainkan handphonenya daripada bicara ataupun membantu Ibu Wati yang sedang masalah.
Hannum yang ingin marah dan protes memilih diam karena menyadari bahwa apapun yang dilakukannya akan sia-sia
Namun begitu, sikap Ibu Wati yang selalu ingin keluar tiba-tiba dan keinginan mencari keberadaan Zarrah berkurang karena Ibu Wati dapat melihat Zarrah ada di hadapannya.
“Ibu harus kembali normal. Hannum tidak ingin melihat Ibu seperti ini terus!” ucap Hannum dengan suara yang rendah dengan wajah yang sedih.
Keesokan harinya, Alvin yang sengaja tidak memberitau Hannum tentang kedatangannya ke Malang karena tidak ingin Hannum menolak kedatangannya menjadi terkejut saat melihat Zarrah kembali ke rumah itu.
“Kau! Kenapa kau ada disini? Bukankah Ibu sudah mengusirmu keluar?” tanya Alvin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan alis yang menyipit.
“Kenapa aku tidak boleh. Ibu sedang sakit jadi wajar saja aku ada di sini lagipula aku masih anaknya, Mas!” ucap Zarrah yang mencoba membela dirinya.
Alvin yang melihat Hannum pergi saat dirinya berhadapan dengan Zarrah bergegas menyusul Hannum dan meninggalkan Zarrah yang sebenarnya ingin bicara dengan Alvin empat mata.
“Ha-Hannum!” panggil Alvin dengan wajah yang cemas dengan tatapan mata yang ketakutan sambil mempercepat langkahnya menuju Hannum.
“Tu-tunggu, Mas! Ada yang mau aku bicarakan denganmu!” ucap Zarrah dengan buru-buru sambil meraih lengan Alvin yang dengan cepat ditangkis oleh Alvin.
Alvin yang seolah berlari mengejar Hannum menuju dapur membuat Zarrah menjadi sangat marah dan kesal sambil menggenggam tangannya dengan sangat erat menahan emosinya meledak.
“Dek, tunggu! Mas bisa jelasin. Mas sungguh tidak ada hubungan apapun lagi dengan Zarrah! Mas sungguh telah mengakhirinya!” ucap Alvin dengan wajah yang panik.
“Mas tidak pernah menghubungi Zarrah sama sekali bahkan Zarrah yang selalu mengirimi Mas pesan whatsh*pp selalu Mas abaikan!” ucap Alvin yang sungguh-sungguh ingin Hannum percaya padanya hingga membuka handphonenya memberikan bukti bahwa semua perkataannya benar.
Hannum yang melihat pesan yang dikirim oleh Zarrah bahkan status yang terpajang di whatsh*pp Alvin membuat Hannum yakin akan satu hal.
“Zarrah sungguh telah kehilangan akalnya! Ibu sakit karena dirinya pun tidak peduli bahkan tanpa rasa malu mengirimi foto dan video p*rno pada Mas Alvin!” ucap Hannum dalam hati dengan mata yang terbuka lebar.
__ADS_1
Namun Hannum yang telah menderita penyakit krisis kepercayaan tidak bisa mempercayai Alvin apapun yang dikatakannya.
“Apakah itu masih berguna sekarang, Mas? Jika kau ingin mengakhiri hubungan terlarangmu itu harusnya kau lakukan itu sejak awal bahkan sebelum kalian melakukan hal yang sungguh telah kelewatan batas!” ucap Hannum dengan wajah yang datar.
Alvin yang mendengar perkataan Hannum pun menggigit bibir bawahnya dan menggenggam handphonenya dengan sangat erat.
“Mas tau jika Mas telah salah karena telah berselingkuh tapi ini tidak sepenuhnya kesalahan Mas karena selama ini Zarrah terus menerus menggoda Mas!” ucap Alvin yang ingin membela dirinya.
“Zarrah sudah rusak sejak awal. Otak dan pikirannya sudah dipenuhi dengan hal-hal kotor karena dirinya sering menonton film p*rno dan membaca komik yang mengandung banyak adegan dewasa!” ucap Alvin dengan ekspresi wajah yang serius.
Hannum yang mendengar perkataan Alvin menjadi sangat terkejut dan tidak percaya semua yang dikatakan Alvin di saat bersamaan.
“Zarrah tidak mungkin melakukan itu! Aku dan Zarrah dididik dengan sangat keras dan disiplin jadi tidak mungkin Zarrah menonton film itu dan memiliki komik seperti itu!” ucap Hannum yang mencoba menyangkal pernyataan Alvin.
“Kau boleh saja tidak percaya perkataan Mas tapi semua yang Mas katakan ini adalah kejujuran!” ucap Alvin dengan ekspresi wajah yang serius dan sorot mata yang menunjukkan rasa percaya diri yang kuat.
Hannum yang melihat sikap Alvin pun mulai goyah akan kepercayaan dirinya tentang sifat dan karakter Zarrah selama ini.
“Semua yang dikatakan Mas Alvin mungkin saja benar tapi aku tidak bisa mempercayainya begitu saja tanpa bukti jadi aku harus mencaritaunya terlebih dahulu!” ucap Hannum dalam hati dengan tekad yang kuat.
Pikiran Hannum yang dapat dengan mudah dipenuhi tentang setiap kata yang diucapkan Alvin padanya membuat Hannum memutuskan untuk menemukan komik dewasa di dalam kamar Zarrah.
Hannum yang membuka pintu kamar Zarrah yang tidak terkunci bergegas mencari komik yang dimaksud oleh Alvin dengan teliti hingga akhirnya menemukan yang dicarinya.
Hannum yang sangat terkejut dengan komik-komik dewasa yang dimiliki Zarrah bahkan dengan jumlah yang sangat banyak.
“Zarrah! Aku tidak percaya ternyata selama ini....” ucap Hannum dengan wajah yang terkejut sambil menutupi mulutnya dengan satu tangan.
Di saat Hannum sedang terkejut dengan kenyataan lain yang tidak diketahuinya tentang Zarrah terbongkar tiba-tiba seseorang datang dan mengambil semua komik dewasa yang ada di tangan Hannum.
#Bersambung#
Siapakah orang yang datang mengambil komik dewasa itu? Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...
__ADS_1