
Ibu Wati yang teringat perkataan Besannya mencoba menghubungi Putri Sulungnya tapi ternyata handphone Hannum tidak aktif membuat Ibu Wati semakin khawatir.
"Hannum! Anakku!" ucap Ibu Wati dengan wajah yang cemas dan khawatir yang terus mencoba beberapa kali menghubungi Hannum dengan hasil yang sama.
Ibu Wati yang penasaran dengan yang terjadi pun mengabaikan Zarrah yang mengurung dirinya di dalam kamar dan pergi ke Ibukota.
Ibu Wati yang dengan cepat memesan tiket pesan dengan bantuan tetangga karena tak bisa meminta bantuan Zarrah akhirnya sampai di Ibukota beberapa jam kemudian.
Ibu wati yang sampai di rumah Hannum dan Alvin melihat rumah tersebut tampak kosong tanpa penghuni tapi pintu pagar maupun rumah tak terkunci sama sekali.
Alvin yang terduduk sendirian di ruang tamu langsung terkejut saat melihat Ibu Mertuanya datang karena tidak mendengar apapun saat Ibu wati mengucapkan salam.
"I-Ibu.... Ka-kapan Ibu datang?" tanya Alvin dengan suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang terkejut dan mata yang terbuka lebar.
"Aku baru saja sampai dan aku telah mengucap salam beberapa kali tapi tak ada jawaban jadi aku masuk saja saat tau rumah ini tidak terkunci sama sekali." ucap Ibu wati yang langsung duduk di depan Alvin tanpa menunggu dipersilahkan lebih dulu.
Ibu Wati yang sengaja datang untuk bertemu Hannum dan Rere menjadi sangat bingung tak ada suara keduanya yang keluar dalam rumah menyambut kedatangannya yang biasanya selalu mendapatkan sambutan yang hangat dan ceria.
"Dimana Hannum dan Rere? Kenapa mereka tidak keluar saat mendengar suaraku yang datang kemari?" tanya Ibu Wati dengan tatapan mata yang menyelidik dan ekspresi wajah yang curiga.
Alvin yang tak tau apakah Mertuanya sudah tau masalah yang terjadi pada rumah tangganya atau belum pun mencoba berbohong agar Ibu Wati tidak sedih.
"Hannum dan Rere sedang jalan-jalan keluar sekarang makanya mereka tidak menyambut Ibu!" ucap Alvin dengan tawa yang terlihat kaku.
Ibu wati yang tidak percaya bahwa Menantu yang sangat dibanggakan olehnya akan menutupi masalah yang sangat besar itu darinya dan menjadikannya orang yang bodoh pun menjadi kesal.
"Jangan membohongi Ibu, Nak. Ibu bukan anak kecil yang bisa kau bohongi. Katakan yang sebenarnya dimana Hannum dan Rere?" tanya Ibu Wati dengan nada suara yang tinggi dan wajah yang marah.
Alvin yang terdesak mendengar perkataan Ibu Wati pun merasakan beban yang sangat berat di pudaknya dan seolah tidak ada jawaban yang bisa diberikan Alvin pun hanya bisa menggelengkan kepala perlahan.
"Aku tidak tau, Bu. Hannum pergi begitu saja dari rumah bersama Rere membawa koper besar!" ucap Alvin dengan kepala tertunduk ke bawah.
Ibu Wati yang mendengarnya pun merasakan rasa sakit yang diderita oleh Hannum dan secara tak terduga pandangan mata Ibu Wati pun perlahan mengabur dan jatuh pingsan.
__ADS_1
Alvin yang melihat Ibu Mertuanya akan terjatuh segera menangkapnya dan membawanya ke kamar Rere untuk beristirahat sementara waktu.
Di sisi lain, Hannum yang sengaja mematikan handphonenya karena tak ingin Alvin terus menghubunginya pun hanya duduk menunggu kedatangan Silvia setelah memberikan informasi keberadaannya.
Silvia yang datang sendiri langsung mengetuk pintu kamar hotel dan disambut dengan pelukan dan air mata oleh Hannum.
"Sabar ya, Hannum! Aku tau ini kenyataan yang sangat berat dan aku tak bisa mengatakan apapun selain memintamu untuk bersabar!" ucap Silvia yang mencoba menenangkan Hannum yang bersedih.
Hannum yang tak memiliki tempat lain untuk berkeluh kesah pun mengatakan semua yang terjadi padanya di hari semua perselingkuhan itu terbongkar.
Silvia yang melihat Alvin sebagai pria yang sholeha dan mencintai keluarganya tapi dapat dengan mudah berselingkuh dengan wanita lain yang tak lain adalah adik kandung dari Hannum.
Waktu pun berlalu, Silvia yang ada di Hotel tempat Hannum berada pun memutuskan untuk pulang karena anak-anaknya sedang menunggunya di rumah dan memutuskan untuk berpamitan dengan Hannum.
"Hannum, aku pamit pulang dulu ya. Kamu yang sabar dan coba tenangkan dirimu dulu lalu setelah tenang baru selesaikan semuanya dengan baik-baik kasihan sama Rere karena semua yang terjadi bukan salahnya!" ucap Silvia yang mencoba menjadi orang yang netral.
Keesokan harinya, Alvin yang tetap pergi bekerja seperti biasa pun meninggalkan Ibu Mertuanya sendirian di rumahnya sambil terus mencoba mencaritau keberadaan Hannum.
"Tentu saja kau harus memberitau Ibu. Ini semua adalah kesalahanmu. Kau harus segera menemukan Hannum dan Rere. Ibu tidak mau terjadi sesuatu pada mereka berdua!" ucap Ibu Wati dengan suara yang tegas.
Setelah kepergian Alvin, Ibu Wati pun bergegas meninggalkan rumah tersebut dan pergi ke rumah Andika untuk meminta maaf atas perbuatan Zarrah.
Namun sesampainya disana, Ibu Wati justru bertemu dengan Ibu Nissa yang dengan cepat memasang wajah dingin dan ketus ke arah Ibu Wati.
"Oh, ternyata besan yang sok menyalahkan orang lain padahal kenyataan anak kandungnya sendiri yang salah yang datang!" sindir Ibu Nissa dengan kata-katanya yang pedas.
Ibu wati yang tidak punya kata-kata yang bisa membelanya hanya bisa diam dan menahan kata-kata kasar tersebut dalam hatinya.
Tepat sebelum Ibu Nissa mengatakan kata-kata pedas lainnya, Andika yang berada di dalam rumah bergegas keluar dan melihat Mertuanya yang tidak tau apapun datang langsung menyambutnya dengan baik.
"Ibu! Kapan sampainya? Ayo, masuk dulu! Tidak baik berdiri di luar lama-lama!" ucap Andika dengan suara dan senyum yang lembut serta sikap yang sopan.
Ibu Nissa yang melihat Putranya tetap bersikap baik kepada orang lain yang telah berbuat jahat padanya menjadi kesal tapi tak bisa melakukan apapun dan hanya bisa ikut duduk bersama keduanya.
__ADS_1
"Anakku terlalu baik hati dan tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain jadi dapat dengan mudah dimanfaatin orang lain!" ucap Ibu Nissa dalam hati dengan tatapan mata yang tajam menatap punggung Ibu Wati yang masuk ke dalam rumah
"Aku tidak boleh biarkan mereka berdua bicara, aku harus tetap disini!" ucap Ibu Nissa lagi dengan wajah yang tidak senang lalu mengambil tempat untuk dirinya duduk.
Jika tidak maka orangtua yang tidak bisa mendidik anaknya ini akan mempengaruhi Putraku untuk menerima Putrinya yang berdosa itu kembali! Aku tidak sudi memiliki menantu seperti itu!" ucap Ibu Nissa dengan tekad yang kuat.
Ibu Wati yang ingin bicara berdua dengan andika merasa canggung saat melihat Ibu Nissa yang tidak memiliki niat untuk pergi dari ruang tamu sehingga membuat Ibu Wati menyerah dan memilih mengabaikan keberadaan besannya.
Ibu Wati yang datang dengan tujuan bicara dengan Andika dan meminta penjelasan pun tanpa ragu mengatakan yang ada di dalam pikirannya.
"Nak, Ibu datang kemari karena mendengar kabar bahwa kamu dan Zarrah bertengkar!"
"Ibu tau jika Zarrah telah melakukan kesalahan yang sangat besar dan Ibu meminta maaf atas perbuatannya!"
"Anak yang salah kok Ibu yang minta maaf! Sungguh anak yang tidak tau diuntung!" sindir Ibu Nissa dengan suara yang pelan.
"Saat ini Zarrah ada di Malang tapi dia tidak berkata apapun dan hanya diam mengurung diri di dalam kamar!"
"Wajar saja mengurung diri! Pasti dia malu keluar karena telah berbuat zinah dengan kakak iparnya sendiri bahkan sebelum menikah!" sindir Ibu Nissa lagi dengan sikap yang dingin.
"Ibu tidak datang untuk memintamu bersama kembali dengannya tapi Ibu ingin mengatahui apa yang terjadi sebenarnya!"
"Yaiyalah tidak minta kembali! Sekarang ada Ibunya coba kalau tidak ada pasti mohon minta anaknya jangan diceraikan!" ucap Ibu Nissa lagi dengan sikap tidak senang yang sangat ditunjukkan.
"Ibu akan mendengarkan semuanya! Jadi tolong katakan yang sebenarnya pada Ibu! Ibu bahkan tidak bisa bicara dengan Hannum karena Hannum telah pergi dari rumahnya tak tau kemana!"
"Aku sudah menduganya kalau Hannum akan keluar dari rumah! Mana ada Istri yang tahan tinggal di rumah dimana suaminya dan adik kandungnya yang sering tidur bersama!" ucap Ibu Nissa lagi dengan tatapan mata yang merendahkan.
Andika yang mendengar Ibu Mertuanya bicara dan Ibu Kandungnya yang terus menjawab dengan suara yang kecil di saat bersamaan pun menghela nafas panjang dan mengatakan semuanya.
#Bersambung#
Akankah Ibu Wati bisa menerima semua yang dikatakan oleh Andika? Apakah Alvin akan bisa menemukan beradaan Hannum dan Rere? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
__ADS_1