
Hannum yang menemukan bukti perselingkuhan antara Alvin dan Zarrah di handphone pribadi Alvin merasa seolah sebuah pisau yang tajam ditancapkan ke dadanya dengan rasa yang teramat sakit tapi tak berdarah.
Alvin yang tidak menyangka jika rahasia yang telah disimpannya dengan sangat rapat bersama Zarrah selama hampir satu tahun ketahuan menjadi sangat terkejut.
Perasaan bersalah, sedih, dan takut yang tak pernah dirasakan Alvin saat berhubungan dengan Zarrah tiba-tiba muncul saat melihat air mata yang jatuh ke pipi Hannum.
"Ma-maafkan Mas! Mas khilaf! Mas menyesal!" ucap Alvin dengan ekspresi wajah yang tak bisa dijelaskan sambil berusaha merangkul Hannum yang sedang menangis.
"Jangan sentuh aku, Mas! Aku tidak sudi disentuh dengan tangan kotormu itu!" ucap Hannum dengan suara yang meninggi.
"Khilaf? Hah! Mudah sekali kau berkata khilaf setelah ketahuan! Jika tidak ketahuan apa kau akan terus khilaf?" sindir Hannum dengan tawa kecil yang menghina.
Alvin yang tau dirinya bersalah terus menerus meminta maaf kepada Hannum tapi Hannum yang tak ingin mendengar apapun dari Alvin pun menghentikannya.
"Berhenti, Mas! Aku tidak butuh kata maaf darimu dan pembelaanmu itu!" ucap Hannum dengan lima jari diletakkan di depan wajah Alvin dengan sorot mata yang tajam.
"Aku ingin semuanya jelas. Aku akan meminta Zarrah kemari sekarang!" ucap Hannum dengan ekspresi wajah yang serius dan tekad yang kuat.
Sementara itu, Zarrah yang ternyata sedang bersantai menonton televisi bersama Andika langsung duduk dan mengecilkan volume televisi saat Hannum menghubunginya.
Zarrah yang bingung saat mendengar Hannum memintanya segera datang ke rumahnya pun bergegas pergi dengan diantar Andika yang saat itu ada di rumah.
"Ada apa, Dek? Kenapa wajahmu jadi seperti itu?" tanya Andika dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang seolah meminta penjelasan.
__ADS_1
"Aku tidak tau, Mas. Mbak Hannum menghubungiku dengan suara yang bergetar seperti sedang dalam masalah lalu tiba-tiba memintaku segera datang!" ucap Zarrah dengan wajah yang polos.
"Kita tidak boleh diam saja. Sebaiknya kita segera pergi kesana. Aku khawatir terjadi sesuatu dengan Mbak Hannum atau Rere!" ucap Andika dengan ekspresi wajah yang berubah cemas yang dibalas dengan anggukan kepala persetujuan dari Zarrah.
Zarrah yang bergegas mengganti pakaiannya pun pergi menuju rumah Hannum dan Alvin yang hanya memutuhkan waktu setengah jam untuk sampai.
Andika dan Zarrah yang penasaran dengan semua yang telah terjadi pun bergegas masuk ke dalam rumah dan menemukan suasananya berubah menjadi sangat canggung.
Zarrah yang melihat Hannum duduk dengan mata yang bengkak dengan tangan kanan memegang handhone milik Alvin dapat dengan mudah menebak yang telah terjadi.
"Ada apa ini? Apa jangan-jangan Mbak Hannum sudah menemukan bukti perselingkuhanku dengan Mas Alvin?" tanya Zarrah dalam hati dengan keringat yang mengalir sangat banyak.
"Tidak! Mbak Hannum tak sepintar dan selicik itu hingga menemukan cara untuk membongkar semua hal yang tersembunyi di dalam handphone Mas Alvin!" ucap Zarrah lagi yang mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua akan baik-baik saja.
Hannum yang tidak ingin hancur sendirian pun menunjukkan video dimana Alvin dan Zarrah sedang berada di sebuah kamar berdua tanpa memakai pakaian di hadapan semua orang termasuk Andika.
"Apakah kau bisa menjelaskan apa maksud semua ini Zarrah?" tanya Hannum dengan tatapan mata yang tajam lurus ke arah Zarrah dengan ekspresi wajah yang dingin.
Zarrah yang tidak bisa berkata apapun setelah video perselingkuhannya diputar oleh Hannum pun menggepalkan tangannya dengan sangat erat lalu berlari keluar meninggalkan rumah Hannum dan Alvin.
"Dek, mau kemana kamu? Dek, tunggu!" teriak andika dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang bingung tapi tidak mengejar Zarrah yang telah pergi.
Andika yang tidak tau apapun yang telah terjadi pun menjadi bingung lalu mengambil handphone yang ada di tangan Hannum lalu melihat isi yang ada di dalamnya.
__ADS_1
Andika yang melihat isi pesan, foto dan video yang tersimpan di dalam handphone tersebut lalu melihat waktu pesan dikirim dan foto serta video yang diambil pun mengepalkan tangannya sangat erat menahan amarahnya.
"Apa maksud semua ini?" tanya Andika dalam hati dengan wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar.
Hannum yang sangat mengetahui sifat Zarrah sudah bisa menebak bahwa Zarrah pasti akan melarikan diri pun memutuskan untuk tidak mengejarnya.
"Kau itu sangat kekakank-kanakan Zarrah! Kau berbuat salah tapi kau tidak mengakui kesalahanmu ataupun meminta maaf! Kau justru selalu melakukan hal yang sama yaitu melarikan diri!" ucap Hannum dalam hati dengan wajah yang marah dan kesal.
Hannum yang merasa sangat muak dan jijik dengan situasi yang dialaminya pun berlari menuju kamar Rere.
Alvin yang melihat Hannum pergi berniat ingin mengejarnya tapi dengan cepat dihentikan oleh Andika yang menatap tajam ke arah Alvin.
"Berhenti, Mas! Jangan kejar Mbak Hannum! Kau harus menjelaskan semua ini! Apa maksud isi pesan, foto dan video yang ada di dalam handphone ini, Mas?" tanya Andika dengan mata yang memerah menahan amarah.
Alvin yang melihat kemarahan, kekesalan dan kekecewaan di wajah Andika pun menundukkan kepalanya karena tak bisa menjelaskan apapun.
Andika yang melihat Alvin yang tak bisa menahan diri pun memukul pipi Alvin dengan sangat keras.
"B*jingan! Kau sudah berselingkuh dengan Zarrah selama ini bahkan sebelum kami menikah dan kau hanya diam saja!" ucap Andika dengan suara yang lantang dengan mata yang merah..
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Hannum selanjutnya? Kemana Zarrah pergi? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
__ADS_1