
Di sisi lain, Zarrah yang sudah tidak tahan dengan kondisi yang terlihat semakin memburuk untuknya pun memutuskan untuk bicara empat mata dengan Alvin.
"Mas, tunggu! Aku mau bicara!" ucap Zarrah yang dengan cepat menghentikan Alvin yang ingin menghindarinya.
"Tidak ada lagi hal yang perlu kita bicarakan, Zarrah. Semuanya telah berakhir dan selesai!" ucap Alvin dengan suara yang tegas.
"Tidak, Mas. Aku tidak mau semua ini berakhir. Aku ingin kita bersama selamanya, Mas!" ucap Zarrah dengan suara yang bergetar.
"Kita tidak mungkin bersama Zarrah. Aku akan terus bersama Hannum. Aku tidak akan pernah menceraikannya!" tegas Alvin dengan keyakinan penuh.
Zarrah yang sangat ingin bersama Alvin bahkan rela melakukan apapun untuk bisa bersama Alvin menjadi sangat marah dan kesal akan keputusan Alvin.
"Kamu jahat banget, Mas. Setelah semua hal terjadi, kamu tinggalin aku begitu saja!" ucap Zarrah dengan suara yang rendah sambil melihat punggung Alvin yang berjalan menjauh meninggalkannya.
"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Mas. Kamu harus menjadi milikku! Aku tidak akan membiarkan kamu bersama terus dengan Mbask Hannum! Kalian berdua harus bercerai!" ucap Zarrah dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang dingin.
Zarrah yang tau jika Hannum ada di kamar Ibu wati pun berjalan memasuki kamar dan melihat Hannum sedang merapikan kamar dengan sangat telaten.
"Mbak, aku mau bicara!" ucap Zarrah secara langsung tanpa basa basi dengan raut wajah yang malas dan sikap yang cuek.
Hannum yang tak ingin Ibu wati terbangun dari tidurnya karena mendengar dirinya dan zarrah berisik pun bergegas berdiri dan membawa Zarrah ke kamarnya.
"Ada apa? Bicara disini saja! Aku tidak mau Ibu yang sedang tertidur terbangun karena mendengr kita bicara!" ucap Hannum dengan ekspresi wajah yang terlihat juga sudah pasrah dengan hubungannya dengan Zarrah.
Zarrah yang melihat Hannum memperlakukannya dengan cara yang berbeda seperti biasanya pun tersenyum sinis menatap Hannum dengan mata yang menyipit.
"Akhirnya kau menunjukkan sikapmu yang sebenarnya Mbak! Kau tidak menutupi kebencianmu padaku lagi!" ucap Zarrah dalam hati dengan tangan terlipat di dada.
"Aku ingin Mbak Hannum segera menceraikan Mas Alvin karena aku ingin segera naik ranjang dan menikah dengan Mas Alvin!" ucap Zarrah dengan suara yang tegas dan sedikit naik.
__ADS_1
Hannum yang masih optimis pada Zarrah yang akan mendahulukan Ibu Wati daripada urusan pribadinya karena Hannum tau rasa sayang Ibu Wati yang sangat besar pada Zarrah menjadi sirna setelah mendengar pernyataan dingin Zarrah.
"Bercerai? Apa kamu sudah gila, Dek?" tanya Hannum dengan ekspresi wajah tidak percaya dengan mata yang terbuka sangat lebar.
"Ibu sedang sakit karena pertengkaran kita dan kamu masih sempat-sempatnya memikirkan ini! Apa kamu tidak memikirkan Ibu sama sekali?" tanya Hannum lagi dengan alis yang mengkerut.
"Aku mengkhawatirkan Ibu tapi aku juga mengkhawatirkan tentang nasibku!" ucap Zarrah dengan sorot mata yang menunjukkan kecemasan yang besar.
"Aku telah ditalak oleh Mas Dika dan kami akan segera bercerai secara Negara sementara hubunganku dengan Mas Alvin masih menggantung seperti ini karena Mas Alvin yang tak mau menceraikan Mbak jadi lebih baik Mbak saja yang menceraikan Mas Alvin!" ucap Zarrah dengan wajah yang kesal.
Hannum yang menyadari bahwa Zarrah adalah orang yang sangat keras kepala dan hanya akan selalu memikirkan tentang dirinya menjadi sangat kecewa.
Kekecewaan itu membuat Hannum merasa tidak ada lagi harapan baginya untuk memiliki hubungan yang baik seperti saat dirinya kecil saat pada Zarrah.
Hannum yang sebenarnya mati rasa dan sudah tidak ingin bersama Alvin sangat ingin menceraikan Alvin dan mengurus semuanya tapi kondisi Ibu Wati yang semakin memburuk membuat Hannum menurunkan egonya.
Zarrah yang ditinggal begitu saja menjadi kesal dan ingin berteriak menghentikan Hannum tapi khawatir Alvin akan semakin membencinya jika dirinya melakukan itu pada Hannum pun memilih menahan dirinya.
"Kurang ajar! Beraninya Mbak Hannum mengabaikan ucapanku dan meninggalkanku begitu saja! Aku tidak terima penghinaan ini!" ucap Zarrah dengan mata melotot.
"Aku akan merebut Mas Alvin dengan caraku sendiri jika Mbak Hannum tidak mau melepaskan Mas Alvin!" ucap Zarrah dengan tangan terkepal erat.
Waktu pun berlalu, Hannum yang terus di sisi Ibu Wati terus mengaji dan melantunkan zikir meminta kesembuhan Ibu Wati.
"Ya, Tuhan. Tolong angkatlah penyakit Ibuku. Jangan biarkan dia sakit terus menerus seperti ini. Aku ingin Ibu sehat kembali. Aku ikhlas, ya Tuhan." ucap Hannum di dalam doanya.
Hannum yang merasa jika tubuh Ibu Wati semakin dingin pun mengambil kaos kaki dan kaos tangan lalu menyelimutkan tebal Ibu Wati dengan harapan tubuh Ibu Wati segera hangat kembali.
Sementara itu, Zarrah yang baru saja selesai haid bergegas meminum obat penyubur lalu melakukan ritual rutinnya saat bertemu dengan Alvin.
__ADS_1
Zarrah yang telah selesai mandi langsung mengenakan makeup yang membuatnya terlihat cantik dengan kesan seksi.
Zarrah yang ingin menarik Alvin ke dalam pelukannya malam itu memutuskan memakai baju dinas malam berwarna maroon dan hitam dengan ukuran yang pendek hingga menunjukkan kaki jenjang dan mulusnya dengan sangat baik serta buah d*da yang menonjol besar dan kenyal di da*danya.
Zarrah yang telah mempersiapkan segalanya dengan matang tak lupa memakai minyak wangi yang membuat Alvin teransang dan tergoda padanya.
"Semua telah selesai. Malam ini Mas Alvin harus menjadi milikku. Aku akan tidur dengan Mas Alvin dan mengandung anaknya lagi!" ucap Zarrah sambil mengelus lembut perutnya yang rata.
"Aku akan membuat Mas Alvin bertanggung jawab akan kehamilanku ini dan memaksa Mbak Hannum menceraikan Mas Alvin jika dia tak ingin aku menggugurkan anak Mas Alvin lagi yang ada dalam rahimku!" ucap Zarrah dengan senyum yang licik.
Zarrah yang sangat tau jika Alvin pasti saat ini ada di dalam kamar tamu sedang terbaring memutuskan untuk mendatanginya.
Zarrah yang telah berpakaian dengan sangat seksi langsung masuk ke dalam kamar Alvin yang tidak terkunci lalu menutupnya dengan sangat rapat.
Alvin yang melihat kedatangan Zarrah menjadi sangat terkejut dan bingung lalu bergegas duduk di tempat tidurnya.
"Zarrah! Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau masuk ke dalam kamarku begitu saja?" tanya Alvin dengan tatapan mata yang waspada.
"Kenapa Mas? Kenapa kamu menatapku dengan sangat waspada seperti itu? Apakah aku tidak boleh lagi menemuimu?" tanya Zarrah dengan suara yang lembut dan terdengar sangat seksi di telinga Alvin sambil berjalan mendekati Alvin yang sedang duduk di tempat tidurnya.
"Kita sudah lama bersama, Mas. Kita juga sadah lama tidak melakukannya. Zarrah merindukan Mas! Zarrah merindukan belaian mesra dari Mas!" ucap Zarrah dengan wajah dan sikap yang menggoda sambil mendekatkan dirinya ke arah Alvin.
"Tidak, Zarrah! Kita tidak boleh melakukan itu lagi!" ucap Alvin dengan suara yang tegas lalu mengalihkan pandangannya dari Zarrah.
"Sebaiknya kau kembali ke kamarmu sekarang, Zarrah. Aku tak ingin Hannum melihatmu disini!" ucap Alvin yang masih menghindari Zarrah.
#Bersambung#
Apakah Alvin akan tetap teguh pada pendiriannya hingga akhir atau tergoda lagi? Apakah kondisi Ibu Wati akan membaik atau justru semakin memburuk? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..
__ADS_1