
Memaafkan
itu sebenarnya mudah
Egolah yang membuat kata maaf tertahan di kerongkongan
Padahal saat kata maaf terucap
Kamu akan merasa lega
Karena kata maaf bisa membuat semuanya menjadi indah dan bermakna
-Anonim-
****
"Ayana." panggil ibunya.
Ayana masih terdiam, dia tidak siap dengan semuanya.
Saat ini dia bersama suaminya sedang berada di ruang keluarga dengan ibu dan Ayah kandungnya. Jonathan yang berada di sampingnya mencoba memberikan kekuatan dengan menggenggam tangannya.
"Nak, tentu suamimu sudah menceritakan semuanya kepadamu." Santi kini berujar.
Wanita itu menganggukkan kepalanya. Pandangannya beralih ke arah pria paruh baya yang mengaku sebagai ayahnya.
"Ayana, maafkan ayahmu, ayah. . ."
Belum selesai lelaki itu mengucapkan kalimatnya, Ayana sudah menghambur ke dalam pelukannya.
"Jangan diteruskan ayah, Ayana sudah memaafkan Ayah."
Tangan Damar kaku ragu untuk menyambut pelukan anaknya, tapi setelah yakin ini bukan mimpi. Dia langsung membalas pelukan erat anaknya dengan mata berkaca-kaya.
Anaknya berjiwa besar mau memaafkan kesalahannya yang menggunung. Inikah anak yang dia tinggalkan karena ingin melindunginya.
Santi yang melihatnya tak bisa menahan haru. Akhirnya setelah sekian lama, keluarganya dapat berkumpul lagi. Dan secara tidak langsung menantunya yang membawa perubahan ini. Semoga kehidupan mereka selalu
bahagia.
****
"Mas, bangga padamu dik."
Ayana mendongakkan wajahnya untuk menatap wajah suaminya.
Kenapa suaminya semakin hari semakin terlihat tampan.
"Awhhh." Keluh Ayana saat merasakan cubitan di hidungnya.
"Mas Nathan, ihhh." Ayana merajuk kesal dan mencoba menjauh dari Jonathan. Tapi suaminya malah mempererat rengkuhannya.
"Lepas, jangan pegang-pegang." Gerutunya kesal.
"Dosa lo ngambek sama suami."
"Habisnya Mas Nathan bikin kesel."
"Hahahaha." Jonathan malah tertawa.
"Habisnya ekspresimu bikin mas gemes.".
"Maafin mas ya sayang." Ucap Jonathan Tulus lalu memberikan kecupan di pipi Istrinya.
Ayana yang diperlakukan seperti itu tentu tidak bisa lama untuk marah.
"Iya-Iya, Ayana maafkan."
"Nah gitu dong."
"Mas bahagia bisa menikah sama kamu, beruntungnya Mas bisa memiliki kamu."
Jonathan melihat ke manik mata Istrinya.
__ADS_1
"Harusnya Ayana yang merasa beruntung, karena Mas mau menerima segala kekurangan Ayana. Dan emmm mas mau membantu Ayana untuk bertemu dengan Ayah."
Matanya mulai berkaca-kaca
"Terima kasih ya Mas." lanjutnya lalu menenggelamkan dirinya ke dalam pelukan suaminya.
"Tidak perlu berterima kasih pada Mas, karena memang itulah yang seharusnya Mas lakukan."
"Mas bangga sama kamu karena berjiwa besar mau memaafkan kesalahan ayahmu."
Ayana menarik dirinya dari pelukan suaminya. Lalu berkata.
"Karena Ayah tidak bersalah, semua tindakannya untuk melindungi kami. Dan Alhamdulillah semuanya sudah selesai, kami bisa berkumpul lagi dan semuanya berkat Mas Nathan."
Jonathan tersenyum kecil, menatap dalam ke arah istrinya. Dia merasa sangat beruntung memiliki wanita ini. Syukurlah dia tidak terlambat, dan dia tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan mereka.
"Mas, ngantuk." Ucap Ayana tiba-tiba.
Entah kenapa ia merasa sangat mengantuk. Padahal jarum jam baru menunjukkan pukul delapan. Tidak biasanya seperti itu, karena jam tidurnya adalah di atas jam sembilan.
"Mau tidur lagi?" Tanya Jonathan mengangkat sebelah alisnya.
"Iya, habisnya Mas sering buat aku capek."
Pipi Ayana merona merah.
"Tapi kan kamu juga menikmatinya."
"Ihhh sebel deh, Mas ngantuk pengen bobok."
"Udah bobok sini aja, mumpung Ayah dan Ibu tidak ada di rumah."
Jonathan menepuk pahanya mengusyaratkan Ayana untuk tidur di atasnya.
"Tapi nanti mas pegel."
"Nggak, yakin sama Mas."
"Iya-iya, Ayana mau bobok dulu."
Jonathan tersenyuk kecil saat melihat istrinya tidur dengan nyaman. Istrinya memang mudah tertidur di mana saja. alih-alih membawanya ke kamar, dia malah menyuruh Ayana berbaring di sofa dengan berbantalkan pahanya. Tangannya bergerak mengelus rambut hitam istrinya yang tampak indah.
"I Love You My Wife."
Ucapnya serasa memberikan kecupan di keningnya.
Ayana yang tertidur semakin merapatkan tubuhnya.
****
"Mas Nathan, malu keluar kamar." Rajuk Ayana saat mereka berada di dalam kamar.
Jonathan mengangkat alisnya bingung.
"Kenapa?" tanyanya.
"Malu sama Ibu dan Ayah, mereka tadi liat kita."
"Mereka maklum kok, namanya juga. . ."
"Pokoknya nggak mau."
Ayana bersidekap dada. Suaminya hanya bisa menghela napas, sebenarnya dia juga malu. Tapi masak mereka akan terua mengurung diri di kamar.
Flashback on
Ayana sebenarnya belum benar-benar tertidur saat Jonathan
menciumnya.
Dia membuka matanya saat merasakan kecupan di keningnya.
"Mas." rengeknya
__ADS_1
"Apa? katanya mau tidur?
Ayana hanya diam dia lalu bangkit dari berbaring dan
berubah menjadi posisi duduk.
Gemas dengan tingkah polah istrinya, Jonathan
memberanikan diri untuk mencium bibirnya.
Ayana yang awalnya kaget perlahan-lahan membalas
ciumannya.
Mereka tidak sadar ada suara mobil di depan rumah.
"Nathan, Ayana." Pekik seseorang menghentikan
aktivitas mereka.
Ternyata orang tuanya telah pulang dan tentu sudah
melihat apa yang mereka lakukan.
Ayana merona malu, dan tanpa babibu langsung masuk ke
dalam kamarnya.
Flashback offset
Mas sih, cium Ayana sembarangan.
"Habisnya Istri mas ngegemesin.
"Kalau nggak mau keluar, gimana kalau kita melakukan
kegiatan lain." Tanya Jonathan dengan maksud tersirat.
Ayana menunduk malu, lalu mengangukkan kepalanya tanda
setuju.
Melihat lampu hijau, tentu Jonathan tidak
menyia-nyiakannya bukan.
Dan akhirnya mereka tidak keluar kamar sampai berjam-jam
kemudian.
Flashback off
****
"Santi, Anak dan mantu kita kemana?" Tanya Damar kepada Istrinya.
Saat ini mereka sedang duduk santai di ruang keluarga.
"Entahlah mas, namanya juga pengantin baru."
"Mas jadi inget masa-masa kita dulu, dan Mas sangat menyesal meninggalkan kalian."
Santi mengelus tangan suaminya.
"Sudahlah mas, tidak perlu disesali, sekarang kita fokus saja kepada Ayana dan Mantu kita, semoga mereka diberikan kebahagiaan."
Damar menganguk setuju lalu mengelus sayang tangan istrinya.
Laki-laki itu merasa sangat bersyukur karena istrinya mau menerimanya laki, padahal dosa yang telah dia torehkan begitu banyak kepadanya. Dia berharap semoga kebahagiaan selalu menyelimuti mereka.
*****
__ADS_1