After Tomorrow

After Tomorrow
Masih Marah


__ADS_3

Apakah kamu sudah mendengar penjelasannya.


Karena terkadang yang kita lihat


Bukanlah sesuatu yang sebenarnya terjadi.


-Anonim-


****


Jonathan sangat marah. Dia cemburu tolong digarisbawahi.


Dia tidak suka melihat Ayana berduaan dengan lelaki itu.


Ting


Sebuah pesan masuk ke gawainya.


Mas Nathan dimana?


Mas, aku bisa menjelaskan, tolong jangan marah.


Pesan itu hanya dia baca tanpa berniat membalasnya.


Setelah itu dia mematikan ponselnya. Sungguh dia sedang tidak ingin bertemu dengan istrinya.


****


Ayana sudah sampai rumah tapi suaminya tidak ada disana. Lalu kemanakah suaminya pergi.


Pesan tidak dibalas, telpon juga tidak diangkat.


Mau bertanya pada mertua, takut mereka curiga.


Jadi apa yang harus dia lakukan?


Bingung memikirkannya membuat Ayana hanya duduk termangu di sofa. Dan entah kenapa dia jadi ingin memasak Sapi Teriyaki. Membayangkannya saja sudah membuat air liurnya hampir menetes. Akhir-akhir ini dia sangat suka makan dan tentunya dengan menu yang sangat jarang dia masak. Jika tidak menuruti keinginannya, Ayana tidak akan bisa tidur.


Akhirnya dia memutuskan untuk memasak. Siapa tahu setelah selesai, suaminya pulang. Dan mereka bisa makan bersama. Semua bahan sudah siap. Untung dia habis belanja kemarin, jadi bahan yang dibutuhkan ada di dapurnya. Bahan yang dibutuhkan adalah daging sapi segar, bawang bombay, bawang putih, saos tiram, kecap asin, jahe, lada bubuk, dan kecap manis. Karena Ayana suka makan sayuran, jadi dia menambahkan brokoli ke masakannya.


Daging dibersihkan kemudian diiris tipis, untuk memudahkan mengirisnya lebih baik daging dibekukan terlebih dahulu. Setelah itu, daging direndam dengan bumbu. Sebenarnya bumbu akan lebih meresap jika dibiarkan semalaman. Sayangnya Ayana tak sabar jika harus menunggu sampai esok hari. Semebari menunggu daging, dia memotong bawang bombay dan bawang putih. Akan tetapi saat memegang bawang putih. Keningnya mengernyit tidak suka ketika mencium aromanya, padahal biasanya dia tidak seperti itu.


Meskipun aromanya menganggu, dia tetap melanjutkan untuk memotongnya. Baru beberapa irisan, rasa mual langsung bergejolak dari perutnya. Tak tahan, wanita itu langsung berlari ke wastafel untuk memuntahkan isi perutnya.


Huek huekkk.


Ayana merosot ke lantai saking lemasnya


"Aku kenapa Ya Allah." gumamnya lirih.

__ADS_1


Rasanya dia ingin terbaring di tempat tidur, tapi masakannya bagaimana?


Walau bagaimana pun, dia ingin menyediakan makanan untuk suaminya. Selama jadi Istri, Ayana memang selalu masak untuk suaminya. Jonathan pun sangat menyukai masakannya. Akhirnya dengan menahan rasa lemasnya, Ayana tetap melanjutkan memasaknya. Kali ini tanpa bawang putih.


Dengan perlahan dia menumis daging yang sudah direndam, setelah asat dia menambahkan bawang bombay dan brokoli. Makanan pun jadi dan siap disajikan di meja makan. wanita itu tak sabar menunggu suaminya pulang untuk makan bersama.


Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, itu tandanya sebentar lagi suaminya akan pulang. Dia harap-harap cemas menantikan kehadiran suaminya.


Tapi harapannya pudar, karena sampai jam menunjukkan pukul sembilan, suaminya belum pulang.


Ayana menatap sedih pada makanan di hadapannya. Dia rela menahan lapar dari tadi karena menunggu Jonathan. Tapi ketidakhadiran suaminya membuat nafsu makannya hilang seketika.


Baiklah dia akan menyimpan makanan itu di kulkas. Kalau Jonathan pulang dia hanya tinggal memanaskannya.


Hoamm,


Dia sangat mengantuk, tapi dia juga khawatir dengan suaminya. Tak biasanya jam segini belum pulang, suaminya selalu pulang tepat waktu. Biasanya lepas magrib, dia bisa mendengar suara mobil Jonathan di depan rumah.


Karena jenuh di meja makan, Ayana memutuskan untuk menunggu di ruang tamu sambil menonton televisi. Walau pun sebenarnya tidak ada satu pun acara yang dia nikmati. Jaman sekarang banyak acara yang tidak mendidik, sinetron diperbolehkan sementara kartun malah dilarang. Dia tidak bisa membayangkan, bagaimana generasi selanjutnya. Dan apakah mereka tidak merasa berdosa menampilkan sesuatu yang nantinya akan merusak anak kecil yang di masa depan akan memimpin negeri ini. Entahlah.


Tiba-tiba rasa mengantuk semakin kuat menyergapnya hingga dia jatuh tertidur.


****


Jonathan sampai di rumah jam 12 malam. Dia sengaja pulang terlambat karena malas bertemu dnegan isitrinya. Dia masih sangat marah.


Ahh dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, tapi dengan Ayana dia merasa berbeda. Jelas karena wanita itu adalah istrinya.


Apakah kamu sudah mendengar penjelasannya.


Karena terkadang yang kita lihat bukanlah sesuatu yang sebenarnya terjadi.


Tak pelak perkataan itu langsung menampar dirinya.


Dia akhirnya memilih pulang untuk menemui istrinya.


Saat pulang, betapa kagetnya dia saat mendapati istrinya tertidur di depan televisi.


Apakah Ayana menunggunya?


Ya Allah, betapa jahat dirinya telah membuat Ayana menunggu.


Dia lalu menggendong tubuh isitrinya untuk dipindah ke kamar mereka.


Cup, sebuah ciuman di daratkan ke keningnya. Setelah itu dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Ayana yang tidurnya terganggu, perlahan membuka mata.


Dia bingung saat menyadari dirinya sudah terbaring di tempat tidur. Apakah suaminya yang memindahkannya?

__ADS_1


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka,Suaminya berada di sana Dan ada yang harus segera diselesaikan.


"Mas baru pulang?"


Jonathan masih diam tanpa membalas perkataannya.


Ayana tak menyerah.


"Mas sudah makan belum? Kalau belum Ayana panaskan."


Jonathan masih bergeming, dia tanpa acuh memakai pakaian yang diambil dari lemari.


Melihat itu membuat matanya berkaca-kaca. Tapi Ayana tidak boleh terlihat lemah, dia harus kuat. Ayana lalu mencoba bangkit dari tempat tidurnya. Dia berencana ke dapur untuk memanaskan makanan tadi.


Jonathan yang melihat Ayana menurunkan kakinya di tempat


tidur, menghela napas lelah.


Dia sudah makan tadi, dan tak mungkin makan lagi. Jika


dalam keadaan normal, dia pasti akan selalu memakan masakan istrinya. Tapi


sekarang dia sedang malas.


"Tidak Usah." Jonathan akhirnya bersuara.


Ayana mengurungkan niatnya, sampai kapan suaminya akan


marah seperti ini. Jonathan lalu membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Posisinya membelakangi Ayana.


"Mas, Ayana mau menjelaskan."


Jonathan tetap bergeming.


"Mas, jangan seperti ini." Sungguh Ayana tidak tahan didiamkan oleh suaminya.


"Besok Ayana, Mas capek dan Mas butuh tidur." Balas Jonathan sedikit membentak, tapi begitulah menurut Jonathan.


Tapi di telinga Ayana, hal itu terdengar sangat keras. Ayana lalu membaringkan tubuhnya menghadap suaminya.


Dia menangis, tapi mencoba meredam tangisannya agar tak keluar. Karena lelah menangis, akhirnya dia tertidur. Jonathan sebenarnya tahu kalau istrinya menangis tapi dia masih marah dan terlalu gengsi. Sadar istrinya sudah tertidur.


Dia lalu membalikkan tubuhnya menghadap istrinya. Dihapus jejak-jejak air mata di wajah istrinya.


"Maafkan aku Ayana, hanya saja aku cemburu melihatmu bersama dengan dirinya."


Cup.

__ADS_1


Selamat tidur istriku dan maafkan aku


****


__ADS_2