
“Ini adalah informasi baru untuk kita! Di mana kita tahu bagiamana terkenalnya mereka di sekolah ini!” seru Mocha saat mereka berempat mengamati target yang begitu populer di mata semua orang di sekolah, mulai siswa-siswa, guru sampai staf. Mereka akan mengamati target dengan dekat dan ingin mengetahui sampai mana terkenalnya target mereka di sekolah.
“Apa kita perlu berpencar untuk mengintai mereka?” tanya Niken tiba-tiba saat mereka sedang mengintai, mereka bertiga menatap datar Niken yang menggaruk kepalanya, dia merasa ada yang salah dengan ucapannya barusan. Terbukti dari raut wajah ke tiganya yang bersiap untuk menyembur dirinya. Niken memejamkan matanya dan menghirup nafas dalam-dalam dan bersiap menerima hujatan yang akan di berikan secara gratis kepadanya, kemudian saat dia kembali membuka mata dan bersiap, bukannya hujatan demi hujatan yang terlontar, tapi hal tak terduga yang membuatnya bingung.
“Niken kita kekurangan air, Jen berikan dia minum!” Mocha merangkul akrab Niken dan memberi perintah kepada
Jennie.
__ADS_1
“Nih, minum yang banyak ya Niken,” ujar Jennie menyodorkan minuman yang selalu di bawanya, karena Jennie orangnya gampang haus setelah bergosip dengan teman-temannya.
“Sudah lega?” tanya Dewi dengan menaikkan sebelah alisnya, Niken menjawabnya dengan anggukan.
“Tenang, lo gak akan kita hujat. Kita tahu lo sedang banyak pikiran, makanya tidak fokus dan guue akan menjawab pertanyaan lo tadi. Hmm, gini ya Niken. Untuk apa kita berpencar? Sedangkan semua target berkumpul dalam satu tempat dan sangat mudah untuk kita pantau. Jadi, kita tidak akan berpencar dan untuk beberapa pengintaian ke depan kita akan terus berssama sampai informasi yang kita dapat jelas. Mengerti?” jelas Mocha dengan santai kepada Niken.
“Pertama kita perhatikan ‘Lebah Madu’ yang begitu populer disekolah kita!” perintah Mocha membuat mereka fokus kepada targetnya yang di juluki lebah madu, orang yang pertama mencetuskan sebutan tersebut adalah Mocha, dia sudah menganalisa tentang kebiasaan si lebah madu. Mulai dari sikap manisnya kepada semua orang, yang cocok dengan madu yang begitu manis. Tapi, lebah madu juga berbahaya, itu yang di tahu Mocha. Dirinya tahu arti dari semua sikap yang selalu di lakukan oleh lebah madu itu berbahaya dan jangan mudah mempercayainya. Di cintai banyak orang, karena sikapnya di luar namun berbahaya di dalam.
__ADS_1
“Benar-benar sangat di cintai,” gumam Mocha sambil menatap tajam apa yang menjadi objeknya, lebah madu banyak mendapat pujian dan sapaan hangat dari guru-guru di sekolah.
“Lanjut ke ‘Koala’ yang suka tidur!” perintah Mocha dan pandangan semuanya mulai tertuju kepada target yang memiliki sebutan koala, dia memberikan sebutan tersebut, karena sering memergoki koala tertidur di dalam kelas, bahkan bakan hanya di kantin, melainkan saat upacara bendera, si koala tertidur dengan posisi berdiri. Sejauh ini koala belum dapat di katakan berbahaya.
“Oke, Koala aman. Sekarang ‘Kalajengking’ yang di segani!” perintah Mocha dan fokus mereka kini pun beralih ke arah target terakhir. Julukan yang cocok untuk target mereka yang satu ini, karena Mocha pernah berdebat dan tahu sifat keras dari taget, dia pernah merasakan dalam posisi itu. Dari wajahnya saja, target memang terlihat berbahaya dan begitu misterius, Mocha tidak dapat menggali lebih dalam tentang si target ini. Sepertinya si kalajengking begitu bagus menyembunyikan setiap ekspresinya selain marah tentunya. Membuat Mocha sedikit kesulitan untuk mengetahui lebih dalam tentang kalajengking, selain sifat mudah tersinggung dan tentunya di takuti oleh banyak siswa maupun siswi. Entah apa yang di lakukan si kalajengking sehingga siapa pun yang berpapasan dengannya memilih menjauhinya dan tidak menatap matanya.
“Kita sudah dapat bagaimana mereka di mata setiap orang di sekolah, kita simpan dan akan berdiskusi nanti. Kita lanjut besok!” seru Mocha beranjak dari tempatnya dan kembali ke dalam kelas untuk minum, dia sempat tersedak tadi dan itu sangat menyakitkan tenggorokannya.
__ADS_1