Agen Mochi

Agen Mochi
End


__ADS_3

Mocha tersenyum bahagia melihat teman dan juga rekannya di dalam Agen Mochi kini telah memiliki keluarga kecil dan pasangan yang menyayangi mereka. Dia bersyukur mereka dapat menemukan pasangan hidup sematinya, dia menghela nafas dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi. Dirinya sedang menghadiri reuni bersama teman-teman sekolahnya, sudah lama Mocha tidak bertemu dengan mereka, karena kesibukannya.


“Lo diam aja dari tadi, kenapa sariawan?” tanya Dewi yang menghampiri Mocha setelah dari toilet membersihkan putri kecilnya yang buang air besar tadi, Dewi masih tetap seperti dulu kalau berbicara. Namun, sudah berkurang sedikit dan tidak terlalu parah seperti dulu. Padahal Dewi sudah mempunyai dua putri yang pertama bersama suaminya mencicipi makan dan yang paling kecil dengan Dewi dalam gendongannya.


“Enggak kok, cuma panas dalam aja. Ke banyakan marah-marah di rumah,” jawab Mocha sambil memainkan pipi gembul putri Dewi, dia sangat senang dengan anak kecil, apalagi yang masih bayi dia begitu gemas dan ingin mengantonginya.


“Hah, gue lelah,” keluh Jennie yang mengambil tempat di samping Mocha, perut Jennie sudah membesar dan ini adalah kehamilan ke tiga untuk Jennie. Mocha hanya menggelengkan kepalanya.


“Gimana gak mau lelah? Kalau lo gak berhenti nyerocos dari utara ke selatan, barat ke timur!” seru Dewi membuat Mocha tertawa kencang, Jennie masih belum berubah, dia masih memiliki gelarnya dan selalu punya bahan hangat yang di bicarakan. Dewi dan Jennie terus beradu mulut, oh ya Dewi sekarang lebih banyak berbicara. Tapi, tetap saja kalau sedang ngobrol bersama Dewi jangan sampai di masukkan ke dalam hati, kalau tidak ingin sakit. Masukkan ke telinga kanan dan keluarkan dari telinga kiri itu sangat aman.


“Niken jadi datang tidak?” tanya Mocha kepada ke dua, bicara soal Niken dia juga sudah memiliki seorang putra yang baru berumur dua tahun. Kalian tahu siapa suami Niken? Kalau Mocha mengingat waktu datang ke pernikahan Niken dia terus terbahak, karena melihat kebucinan Vernon kepada Niken. Ya, suami Niken adalah Vernon. Entah mantra apa yang membuat Vernon tidak ingin berjauhan dengan Niken. Yang pasti Mocha selalu mendoakan kebaikan mereka bertiga dan berharap dia juga bahagia.

__ADS_1


“Niken telat, maaf ya,” suara Niken membuat mereka mengalihkan pandangannya dan melihat Niken datang bersama Vernon dan putra kecil mereka yang di gendong Vernon. Wajah Vernon sudah tidak menakutkan lagi, dia lebih banyak tersenyum setelah bersama Niken dan itu membuatnya tampan, karena pada dasarnya Vernon memang tampan. Hanya saja sifatnya yang menutupi semua itu.


“Hai,” sapa Vernon dengan senyuman lebarnya membuat Jennie menganga dan Dewi hanya menganggukkan kepalanya.


“Sayang jaga mata!” seru Daniel kepada Jennie, suami Jennie adalah Daniel dan mereka menjadi pasangan terhangat saat reuni ini. Mereka memang pasangan yang sangat cocok dan sangat di kagumi oleh sebagian orang yang datang di reuni ini, tak terkecuali Mocha yang sendiri.


“Gue punya kenalan cowok ganteng banget, lo pasti suka!” seru Daniel yang ikut nimbrung dengan mereka, begitu juga dengan suami Dewi yang masih terus-menerus makan bersama putri pertama mereka.


“Jangan mulai!” Jennie menarik telinga suaminya begitu keras membuat Daniel kesakitan dan meminta di lepaskan.


“Betah amat lo sendiri!” ejek Vernon yang membuat Mocha tersenyum kecil saat Niken menutup mulut suaminya.

__ADS_1


“Kalian tenang aja, gue gini-gini aja tetap bahagia kok,” jelas Mocha membuat mereka semua terdiam dan menatap ke arahnya. Mocha menaikkan ke dua alisnya dan tersenyum lebar sampai sebuah suara membuat mereka melebarkan matanya dan Mocha tertawa kencang.


“Sayang, Lucas terus merengek! Aku tidak dapat mengatasinya,” ucap seseorang yang membuat mereka semua terdiam, kecuali Mocha yang tertawa. Mereka menoleh ke sumber suara dan mendapati sosok tinggi yang sangat mereka kenal berdiri di dekat pintu masuk dengan seorang anak laki-laki kecil yang menangis dalam


gendongannya.


“Mama!” seru anak lelaki itu kepada Mocha dan dengan langkah lebar lelaki tersebut menghampiri Mocha dan mengecup bibir Mocha sekilas sebelum menyerahkan anak laki-laki dalam gendongannya kepada Mocha.


“HEH!!!” seru mereka semua.


“Ini anak gue namanya Lucas Lance Rovano dan ini suami gue Noah Lance Rovano!” seru Mocha membuat mereka semua menganga tak percaya dan melotot. Mereka tidak salah dengar bukan? Orang yang di hadapannya mereka ini nyata bukan? Mereka menampar pipinya masing-masing untuk membuktikan kalau semua ini bukan mimpi dan mereka tersadar kalau ini bukan mimpi, karena mereka memekik kesakitan saat menampar dirinya sendiri.

__ADS_1


“Dan ini istri gue Mocha Arista Rovano!” seru Noah dengan senyum lebarnya dan merangkul Mocha dan memberikan kecupan di pipi Mocha.


“Kalian berdua jahat!” seru mereka semua bersamaan membuat para anak-anak mereka menangis, karena terkejut dengan teriakan mereka.


__ADS_2