Agen Mochi

Agen Mochi
09


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan pagi, proses pembelajaran di kelas sudah berlangsung. Semua kelas sudah di isi masing-masing guru mata pelajaran yang mengajar. Tapi, Mocha dan ketiga rekannya memilih membolos untuk mengintai target, sudah setengah jam lamanya mereka mengawasi target yang juga membolos dengan bermain futsal di lapangan dekat kelas IPS, itu sangat memudahkan mereka berempat untuk mengawasi


target.


“Ini yang katanya gak ada catatan di BP? Jelas-jelas mereka bolosnya di tempat terbuka, bukan tertutup,” bisik-bisik Mocha kepada ke tiganya, ini menambah kecurigaannya terhadap sekolah yang menyembunyikan fakta tentang target mereka.


“Iya, ini sudah membuktikan kalau sebenarnya ada yang di sembunyikan!” seru setuju Dewi yang terus mengamati sekitar, agar mereka tidak di ketahui. Mereka sedang bersembunyi di pot-pot bunga dekat kelas mereka.


“Niken juga setuju!” seru Niken setuju.


“Iya, informasi yang gue dapat dari banyak orang ternyata percuma. Semuanya pembohong aku benci mereka!” seru Jennie yang memulai dramanya, Mocha menatap Jennie jengah dan memilih mengamati target yang tidak melakukan gerak-gerik mencurigakan.


“Mereka cukup cerdik juga,” gumam Dewi membuat Mocha tersenyum kecil.


“Iya, kita mendapatkan target yang begitu susah dan ini sangat menarik,” bisik Mocha yang di angguki Dewi.

__ADS_1


“Kalian sedang berbisik apa?” tanya Niken dengan segala keingintahuannya.


“Kenapa-kenapa?” tanya heboh Jennie yang tidak tahu kalau Mocha dan Dewi sedang berbisik. Dia juga ingin tahu apa yang di bicarakan oleh keduanya.


“Ambeyen gue kumat lagi,” jawab asal Mocha yang membuat Jennie tertawa kencang dan hampir di ketahui oleh target. Beruntung Mocha segera membekap mulut Jennie, dia langsung bergerak cepat sebelum Jennie mengeluarkan suaranya.


Mereka berempat kembali fokus dan mengintip ke tiga targetnya di pot-pot yang berjejer. Mereka kecolongan, mereka berempat tidak menyadari kalau di belakang mereka cukup jauh ada seorangyang berpakaian seragam guru memicingkan matanya, dia adalah pak Joko salah satu guru BP yang sangat di takuti, karena wajahnyayang garang dan hukuman yang di berinya. Pak Joko mendatangi mereka dan ikut berjongkok.


“Sedang apa?” tanya pak Joko membuat Mocha melotot dan menoleh.


“Sedang cari kodok, Pak!” jawab Mocha membuat Dewi melotot dan Jennie menganggukkan kepalanya, sedangkan Niken hanya menatap Mocha dan pak Joko bergantian.


“Ini saya lagi cari, Pak. Waktu itu saya lihat ada kodok di sekitar sini,” jelas Mocha membuat pak Joko mengangguk dan berdiri dari jongkoknya, di ikuti mereka berempat.


“Kodoknya di buat apa?” tanya pak Joko membuat Moca mengerjapkan matanya.

__ADS_1


“Buat praktikum,” jawab cepat Mocha saat kata-kata itu terlintas dalam pikirannya.


“Kalian kan anak IPS gak ada pelajaran praktikum kayak begitu! Itukan untuk anak IPA!” pak Joko memicingkan mata menatap mereka curiga, Mocha ingin membenturkan kepalanya ke tiang bendera. Dia lupa kalau dirinya masuk IPS bukan IPA.


“Matilah ketahuan kita!” seru Mocha dengan suara kecil yanghanya di dengar oleh ke tiga rekannya saja.


“Cepat ke lapangan! Saya hukum kalian hormat ke tiang bendera sampai jam istirahat pertama!” seru pak Joko membuat Mocha langsung mengarahkan tangannya ke arah lapangan di mana ke tiga targetnya juga membolos.


“Eits! Tapi, mereka juga bolos! Gak mau di hukum juga?” tunjuk Mocha ke arah target dan pak Joko hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan para siswa yang begitu bandel.


“Wah, benar-benar anak-anak ini,” pak Joko menggelengkan kepalanya dan hendak menghampiri target, namun beliau mengurungkan niatnya saat melihat Mocha dan ketiga rekannya mencoba melarikan diri.


“Kalian mau kemana?” tanya pak Joko membuat mereka berempat menghentikan langkahnya.


“Kelas,” jawab tenang Dewi yang di angguki ke tiganya. Mocha mengandalkan Dewi untuk saat ini, karena dia takut

__ADS_1


salah ngomong lagi.


“Tidak bisa! Cepat jalan ke lapangan!” pak Joko berada di belakang mereka berempat dan menyuruh mereka untuk jalan ke arah lapangan. Mau tak mau mereka mengikuti perintah pak Joko dengan berjalan ke arah lapangan menghampiri tiga target mereka yang juga membolos.


__ADS_2