
“Kalian tidak akan tahu seberapa istimewanya Mocha untuk Noah,” ucap Noah menyadarkan kedua orang tuanya.
“Apa yang kau lihat darinya? Bukankah dia terlihat wanita biasa dari golongan rendah?” tanya ibunya membuat Noah geram.
“Ibunda tidak akan tahu apa-apa! Noah sudah muak dengan kalian!” Noah melangkah keluar dari kamarnya sendiri, laki-laki itu yakin Mocha tidak akan keluar dari tata letak rumahnya yang cukup rumit ini. Dia terus mencari keberadaan Mocha dari ponselnya yang menampilkan kamera pengawas di rumahnya.
Noah adalah salah satu programmer yang sangat berpengalaman, dia tahu alat apa saja yang di buat oleh Mocha dan dirinya begitu kagum dengan kepintaran Mocha yang bisa menyelesaikan sebuah alat yang belum pernah berhasil di buat olehnya. Itu adalah salah satu ke istimewaan dari Mocha, selain dapat mencuri hatinya. Mocha juga dapat membuatnya terpukau dengan kemampuan hebat yang di miliki perempuan itu. Dirinya tidak salah memberi hatinya untuk Mocha, karena dia tidak akan kecewa.
Bahkan, saat Mocha berhasil membungkam kedua orang tuanya. Noah ingin sekali berteriak kepada dunia betapa beruntungnya dia mendapatkan Mocha. Meskipun, sekarang dirinya tidak akan tahu kemana hubungannya setelah ini. Karena, Noah tahu Mocha sangat terluka dengan ucapan kedua orang tuanya itu.
“Hah…andai saja ponsel gue gak mati. Pasti sudah keluar dari tempat laknat ini,” kesal Mocha yang tidak menemui jalan keluar. Dirinya mulai lelah dan sangat kelaparan, karena waktu makan siangnya sudah lewat dan dari pagi dirinya tidak sempat sarapan.
“Gue lapar, bisa-bisa gue mati kelaparan di tempat ini,” gumam Mocha yang kini terduduk di lantai yang terasa dingin, tenanganya sudah habis dan dirinya sudah tidak kuat untuk berjalan. Dirinya berharap bisa keluar dari sini dan mengisi perutnya.
“Kamu tidak apa-apa? Maafkan aku,” Noah langsung berjongkok dan memeluk Mocha dengan sangat erat. Dirinya tidak ingin melepaskan Mocha, meskipun perempuan itu sudah memberontak dengan tenaganya yang mulai melemah.
“Lepasin gue!” lirih Mocha membuat Noah merasa sakit.
“Aku tidak akan pernah melepaskanmu! Kamu adalah kekasihku, kekasih pangeran Noah Lance Rovano!” tegas Noah membuat Mocha tertawa sumbang.
__ADS_1
“Kekasih? Itu beberapa saat yang lalu. Sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa. Gue nyesel udah coba kasih hati gue ke lo. Gue gak mau hubungan ini, karena kita memang berbeda,” ujar Mocha membuat Noah marah.
“Sekali pun kamu bilang begitu, tidak akan bisa membuat hubungan kita berakhir. Karena, karena kamu hanya milikku seorang!” Noah mencium Mocha dengan sangat kasar membuat Mocha sangat terkejut. Mocha mencoba menjauhi wajahnya, namun Noah langsung menahan tengkuknya dan memperdalam ciumannya. Ciuman kali ini terlihat begitu emosi dan sangat intens, Mocha menangis karena perlakuan semena-mena Noah kepadanya.
“Kau ********! Aku sangat membencimu!” Mocha berteriak dan menampar Noah. Dia langsung berdiri dan berlari tanpa arah, dirinya ingin segera pergi dari tempat itu. Entah, bagaimana bisa. Mocha menemukan jalan keluar dan dia langsung berlari setelah loncat dari gerbang rumah mewah tersebut. Dirinya terus berlari sampai menemukan taksi.
“Gue benci sama diri gue sendiri yang tidak bisa melawannya. Gue benci,” gumam Mocha dengan menahan tangisannya. Dia tidak ingin supir taksi mengetahuinya.
Mocha memasuki rumahnya yang terlihat sepi, biarkan saja dirinya di marahi. Karena ketahuan bolos oleh mamanya. Mocha hanya ingin menenangkan dirinya, dia butuh waktu sendiri. Dirinya tidak akan tahu apa yang terjadi esok, dirinya begitu lelah dan tidak ingin memikirkan Noah dulu. Sebentar lagi mereka akan lulus dan dia tidak akan bertemu Noah lagi.
***
“Lo kenapa muram?” tanya Vernon yang tiba-tiba duduk di sebelah Mocha membuatnya hampir terjungkal, karena terkejut dengan kehadiran laki-laki itu.
“Lo gak bisa apa kalau gak muncul tiba-tiba?” kesal Mocha yang kini menghebuskan nafas kasar, dirinya kembali terdiam membuat Vernon heran dengan sikap tak biasa Mocha.
“Ini pasti, karena Noah kan?” tanyanya.
“Jangan sok tahu!” kesal Mocha.
__ADS_1
“Gue bukannya sok tahu. Tapi, orang tua gue itu salah satu orang kepercayaan raja, Ayah Noah,” jelas Vernon membuat Mocha memilih pergi.
“Gue yakin, Noah gak akan lepasin lo! Tunggu aja,” ujar Vernon sebelum melangkah pergi. Mocha terdiam dan tersenyum kecut.
“Aku akan membuat hubungan ini tetap bertahan, tunggulah aku. Aku mencintaimu,” bisik Noah yang berada di samping Mocha.
“Jangan mulai!” Mocha hendak pergi, namun Noah segera menahan lengannya.
“Maafkan aku untuk kemarin. Aku begitu takut kehilanganmu, sehingga aku ingin melakukan hal bodoh. Aku tidak ingin kamu membenciku, tolong percayalah kepadaku! Aku akan membuat hubungan kita tidak berakhir secepat ini, aku ingin kamu bersamaku selamanya. Percayalah kepadaku, aku mencintaimu Mocha Arista,” ujar Noah dengan di akhiri kecupan di kening Mocha dengan waktu yang cukup lama.
Mocha memejamkan matanya. Dirinya tidak bisa berbohong, kalau sudah menaruh rasa kepada laki-laki tersebut. Namun, dirinya tidak ingin harga diri keluarganya di jatuhkan begitu saja oleh orang-orang yang gila akan kasta. Mocha membuka matanya dan dia tahu, Noah masih berdiri di sampingnya. Namun, dia memilih pergi dari sana.
“Aku membencimu, tapi aku tidak bisa melakukan itu. Aku hanya membohongi diriku sendiri. Aku benci keadaan ini,” gumam lirih Mocha. Noah masih terus menatap punggung Mocha yang mulai menjauh dari penglihatannya.
“Aku ingin memelukmu saat kamu menangis, tetapi aku tahu. Kamu tidak menginginkan itu, maafkan kedua orang tuaku yang telah menyakiti perasaanmu,” gumam lirih Noah yang kini tak melihat Mocha lagi.
“Aku harap kamu bisa bertahan sebentar saja, aku akan memastikan semuanya. Aku berjanji, tidak akan ada yang bisa memisahkan kita. Karena, cinta kita tulus dan tidak bisa di hapuskan selama kamu masih menemani hatiku,” Noah tersenyum mengucapkannya.
Noah tahu, ini tidak akan mudah. Tetapi, dirinya akan mencari cara untuk membuat Mocha terus bersamanya. Meskipun dia akan menentang kedua orang tuanya, dia juga ingin menyadarkan mereka dari sifat serakah yang di miliki mereka. Noah hanya ingin kedua orang tuanya kembali di jalan kebenaran dan dia ingin hidup bersama orang-orang terkasihnya.
__ADS_1