Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
10


__ADS_3

Esok hari, pagi-pagi buta.


Ketika Dhea masih tidur, ada seseorang yang membuka pintu mini market.


Orang tersebut adalah Cika.


Cika pulang dari luar kota kemarin malam, pagi-pagi buta dia datang ke mini market berniat mengecek barang-barang di sana.


Dia menggunakan kunci asli mini marketnya, kunci yang sekarang ada di Riri adalah kunci cadangan.


Cika memasuki mini marketnya, dia terkejut ketika melihat Dhea yang tertidur di kursi kasir.


"kenapa dia tidur di sini?" gumam Cika.


"Dhea, Dhea, Dhea bangun" ucap Cika membangunkan Dhea dengan lembut.


Dhea yang mendengar ada yang menyebut namanya langsung bangun dari tidurnya.


Ketika Dhea sudang bangun, Cika bertanya.


"Kenapa kamu tidur di sini?" tanya Cika.


Dhea tidak menjawab, karena dia tidak ingin memperpanjang masalah.


"Aku pamit mau pulang" ucap Dhea.


Tanpa menunggu jawaban dari Cika, Dhea keluar dari mini market.


"Kenapa dia gak jawab pertanya'an aku? aku cek CCTV aja deh" ucap Cika.


Cika memasuki ruang CCTV dan melihat semua yang terjadi, dia mengepalkan tangannya merasa geram.


"Riri udah keterlaluan" ucap Cika.


.


Keesokan harinya, pulang sekolah.


Seperti hari-hari biasanya, sepulang sekolah Dhea akan pergi bekerja.


Sesampainya di mini market. Dhea memarkirkan sepedanya dan masuk ke dalam mini market.


Dhea mendengar seperti ada suara orang memohon.


Dhea mendekati suara tersebut, dia melihat Riri yang sedang menangis di hadapan Cika dan di samping mereka ada beberapa karyawan lain yang memperhatikan.


"Hiks.. aku mohon kak, jangan pecat aku" ucap Riri memohon.

__ADS_1


"Kamu sudah keterlaluan ri" ucap Cika.


Dhea menatap mereka berdua.


Riri yang melihat keberada'an Dhea menghampirinya.


"Dhea, aku mohon ma'afin aku. aku gak akan ngulangin kesalahan aku" ucap Riri.


Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir Dhea.


"Dhea, hiks.. ma'afin aku.


jika aku gak kerja, kasihan ibu dan adik-adik ku yang ada di panti asuhan" ucap Riri.


"panti asuhan?" batin dhea.


"Kak, ma'afin aja" ucap Dhea kepada Cika.


"Tapi Riri sudah keterlaluan Dhea, dia ngunci'in kamu di sini.


kalau kamu kenapa-kenapa gimana?" ucap Cika.


"Aku gak papa, jadi jangan pecat Riri kak" ucap Dhea.


"Aku tidak salah, kamu memang orang baik Dhea" batin Cika.


Padahal selama ini aku sangat jahat kepada nya" batin Riri.


"Baiklah, aku kasih kamu satu kesempatan" ucap Cika.


"Terima kasih kak" ucap Riri.


"Aku mau ke ruangan ku, semuanya kembali bekerja" ucap Cika, berjalan memasuki ruangannya.


Maryawan yang mendengar ucapan Cika kembali melanjutkan pekerja'annya.


"Makasih Dhea, dan ma'af.


selama ini aku jahat banget sama kamu" ucap Riri menunduk, karena dia malu selama ini selalu membenci dan jahat kepada Dhea.


"Ya" ucap Dhea meninggalkan Riri, dia akan mengerjakan pekerja'annya.


"Aku ingin menjadi teman mu Dhea" batin Riri dengan wajah tersenyum bahagia.


Flashback off.


"Dhea, ada yang bisa aku bantu?" tanya Riri.

__ADS_1


"Gak ada" jawab Dhea.


"Baiklah. jika kamu butuh bantuan, bicara sama aku" ucap Riri tersenyum manis.


Riri pergi dari hadapan Dhea dan kembali mengerjakan pekerja'an nya.


"Kenapa sekarang Riri selalu mendekati ku? jika dia membenci ku akan lebih baik, ketika seseorang di dekat ku pasti keselamatan nya akan terancam" batin Dhea dengan wajah sendu.


Dhea bekerja sampai malam.


Sepulang bekerja, Dhea mandi dan langsung tertidur.


Sebelum tidur, dia memikirkan kesalahan apa yang pernah ia buat kepada sang peneror.


kenapa peneror itu selalu meneror Dhea dan melukai orang yang ada di dekat Dhea.


Apakah suatu hari nanti dia akan menemukan jalan keluar dari masalahnya.


#


Ke esokan paginya.


Selepas bangun dari tidur nya, Dhea langsung mandi dan memakai seragam sekolah nya.


Dia membereskan buku dan alat tulis yang akan di bawa ke sekolah.


dhea memasukkan semuanya ke dalam tas.


Selesai membereskan buku nya, Dhea berjalan keluar kos an.


Dia berjalan kaki menuju ke depan gang kos an nya, berniat membeli bubur ayam untuk sarapan.


Setelah bubur ayam milik nya selesai di buat, dia membayar penjual nya dan kembali berjalan menuju kos an.


.


Sesampai nya di kos an, Dhea memakan bubur milik nya sampai habis tak tersisa.


Dhea membawa piring yang ia gunakan untuk makan ke kamar mandi dan mencuci nya.


Setelah bersih, dia menaruh piring nya di tempat alat makan.


Dhea memasuki kamar, mengambil tas sekolah nya.


Dhea memakai sepatu dan mengeluarkan sepeda nya dari dalam kos.


Dia menaiki dan mengayuh sepeda nya dengan arah tujuan menuju ke sekolah.

__ADS_1


__ADS_2