Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
04


__ADS_3

Sa'at di perjalanan pulang, mereka berhenti disebuah tempat ibadah semua umat muslim.


Papah Hermawan, mamah Anggita, Aksa dan juga pak supir melaksanakan sholat Dzuhur di masjid.


Tetapi Reva hanya menunggu di mobil, karena Reva sedang datang bulan.


Setelah melaksanakan ibadah sholat Dzuhur, mereka mampir ke sebuah restoran di dekat masjid. dan makan siang bersama.


Dan setelah mengisi perut. Aksa, Reva dan kedua orang tuanya melanjutkan perjalanan pulang.


#


Reva, Aksa dan kedua orang tuanya sampai di rumah mereka pada sore hari.


dan ternyata Reva tertidur dengan menyandarkan kepala nya pada bahu Aksa.


"Mamah sama papah masuk duluan, biar Aksa yang gendong Reva ke dalem" ucap Aksa.


"Iya" ucap papah Hermawan.


"Iya, makasih yah nak" ucap mamah Anggita.


Papah Hermawan dan mamah Anggita berjalan di depan memasuki rumah mendahului Aksa yang sedang mengangkat tubuh adik nya.


Di dalam rumah mereka di sambut oleh bi Sri, kepala pelayan di rumah mereka.


"Den Aksa udah pulang?" tanya bi Sri.


"Iya bi" jawab Aksa.


"Mah, pah, bi.. Aksa pamit ke atas ya, mau nganterin Reva ke kamar terus Aksa mau bersihin diri dulu" pamit Aksa.


"Biar kopernya bi Sri bantu bawain ke atas ya den" ucap bi Sri.


"Iya, makasih bii" ucap Aksa.


"Iya den, sama-sama" jawab bi Sri.


Aksa kemudian berjalan menaiki satu demi satu anak tangga menuju lantai dua rumahnya.


"Nanti jangan lupa turun nak, kita makan malam sama-sama" ucap mamah Anggita.


"Iya mah" jawab Aksa.


Tujuan pertama Aksa adalah kamar adiknya.


Di kamar Reva, Aksa menaruh tubuh Reva di atas kasur dengan perlahan kemudian mencium kepala adiknya.


Aksa berjalan menuju kamar di sebelah kamar Reva.

__ADS_1


Kamar tersebut merupakan kamar milik nya yang sudah tidak di tempati nya selama 5 tahun, karena sejak sekolah menengah pertama Aksa bersekolah di luar negeri.


Kamar milik Aksa selalu di bersihkan oleh bi Sri walaupun tidak ada yang menempati nya.


Ketika Aksa memasuki kamar nya, ternyata tidak ada apapun yang berubah. semua nya sama seperti sa'at dia pergi.


Aksa kemudian memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah selesai membersihkan diri, Aksa melaksanakan sholat Ashar.


Selesai sholat, Aksa membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur dan terlelap.


.


Aksa terbangun dari tidur nya ketika mendengar suara adzan Maghrib. dia berjalan ke arah kamar mandi.


Aksa berwudhu dan kemudian melaksanakan Sholat Maghrib.


Setelahnya Aksa langsung keluar dari kamar nya menuruni tangga menuju ke ruang makan.


Di ruang makan.


Papah Hermawan, mamah Anggita dan Reva sudah menunggu nya.


Aksa menduduki salah satu kursi di meja makan. dan mereka berempat makan malam bersama.


"Aksa, kamu mau mendaftar ke sekolah kapan?" tanya papah Hermawan.


"Aksa sepertinya besok berangkat ke sekolah sekalian mendaftar pah" jawab Aksa.


"Kamu nggak mau istirahat dulu kak?" tanya mamah Anggita.


"Nggak mah, Aksa mau langsung berangkat" jawab Aksa.


"Reva, kamu satu sekolah sama kakak kan?" tanya Aksa kepada Reva.


"Iya kak" jawab Reva.


"Besok berangkat...." ucapan Aksa terpotong karena Reva langsung bicara.


"Nggak, aku nggak mau berangkat sama kak Aksa" ucap Reva.


"Kenapa?" tanya Aksa kebingungan.


"Ntar semuanya pada tau kalau aku adiknya kak Aksa, anak dari bu Anggita pemilik sekolah" jawab Reva.


"Memangnya kalau mereka tau kenapa?" tanya Aksa semakin kebingungan.


"Aaa kak Aksa, intinya aku nggak mau berangkat bareng kakak. aku mau naik motor aku" ucap Reva.

__ADS_1


"Ada apa sih mah?" tanya Aksa.


"Jadi.. ceritanya tuh Reva nggak mau jujur kalau kita keluarga nya, katanya dia mau cari temen yang tulus berteman sama dia apa ada nya" jawab mamah Anggita menjelaskan.


"Ada-ada aja sih dek" ucap Aksa sedikit tertawa.


"Udah Aksa.. siapa tau nanti adik kamu dapat teman sejati" ucap papah Hermawan.


"Papah memang yang terbaik" ucap Reva memeluk papah Hermawan.


Mereka kemudian mengobrol mengenai Aksa yang tinggal di luar negeri, mengenai sekolah Reva dan masih banyak lagi obrolan mereka.


.


Setelah obrolan yang cukup panjang, mereka menghentikan nya dan memasuki kamar masing-masing.


Di kamar Reva.


Reva sedang memegang handphone nya mengetik chat dan mengirim nya ke nomor telepon Dhea.


'Assalamu'alaikum kak Dhea' Reva.


'Wa'alaikum salam, Siapa?' Dhea.


'Ini Reva kak.. Reva mau ngabarin kalau sepeda kak Dhea udah di benerin' Reva.


'Di bengkel mana?' Dhea.


'Besok aku anterin kak Dhea ke bengkel nya' Reva.


'Nggak usah, di bengkel mana?' Dhea.


'Kalo gitu nggak aku kasih tau.. Reva anterin aja ya kak?' Reva.


'Ya' Dhea.


'Pulang sekolah aku tunggu kak Dhea di gerbang sekolah' Reva.


'Iya, Makasih' Dhea.


'Sama-sama kak' Reva.


Dhea hanya membaca chat dari Reva, dia tidak membalas nya.


Reva menaruh handphone nya di samping tempat tidur dan kemudian tidur.


Di dalam kamar Aksa, dia juga sudah tertidur karena kelelahan perjalanan dari luar negeri.


Sebelum tidur, Aksa juga tidak lupa melaksanakan Sholat Isya.

__ADS_1


__ADS_2