
"DIAM KAU SISKA" ucap bu Ratna.
Siska langsung terdiam.
Bu Ratna tidak takut dengan keluarga Siska, karena menurutnya sebagai guru harus adil kepada siapapun muridnya.
"Ibu akan menyita kalung ini, di antara kalian berdua tidak ada yang boleh mengambilnya" ucap bu Ratna.
"Kalian semua bubar" ucap bu Ratna.
Semua murid yang tadi nya menonton pergi termasuk juga bu Ratna yang pergi dengan membawa kalung milik Dhea.
"Hahahahaha kasian bangett, kalungnya di sita ya?" ucap Siska meledek Dhea.
Dhea berlari keluar kelas, menyusuri lorong sekolah.
Sa'at Dhea berlari melewati gerbang sekolah dia berpapasan dengan Aksa yang sedang mengendarai mobil nya memasuki area sekolah.
Dhea tidak menyadari nya, tetapi Aksa yang sangat penasaran.
"Kenapa dia lari keluar sekolah dengan menggendong tas? sebentar lagi juga bell masuk berbunyi" gumam Aksa.
Aksa bertanya kepada seorang murid laki-laki yang sedang berjalan.
"!pa ada sesuatu yang terjadi di sini?" tanya Aksa.
"Apa kau tidak tau? tadi ada keributan" jawab murid.
"Keributan?" tanya Aksa.
"Ya, apa kau mengenal siswi yang sifatnya seperti es? dia tadi berkelahi dengan Siska" jawab murid.
"Seperti es? itu pasti Dhea" batin Aksa.
"Terima kasih" ucap Aksa.
Tanpa menunggu jawaban murid yang ia tanya, Aksa kembali menaiki mobil nya dan pergi mencari keberada'an Dhea.
Entah mengapa dia tidak mengingat tujuannya berangkat dari rumah adalah pergi ke sekolah dan menuntut ilmu, bukannya untuk mencari Dhea.
Aksa menyusuri jalanan.
Ketika melewati sebuah taman, dia melihat sosok yang sedang dia cari sedang duduk di salah satu kursi panjang di taman.
__ADS_1
Tanpa fikir panjang, Aksa langsung turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Dhea.
Ketika Asa sudang dekat dengan tempat Dhea berada.
kira-kira beberapa langkah lagi Aksa berjalan, dia malah berhenti dan berfikir.
"Ngapain aku ke sini? niat aku kan mau sekolah. kenapa aku harus ngekhawatirin dia?" batin Aksa bertanya-tanya.
"tapi kalau balik lagi ke sekolah udah telat, terus nanti aku di hukum.
kalau nyamperin dia, mungkin aku di cuekin" batin Aksa.
"kamu gimana sih aksa?!
fufh, samperin aja deh, udah terlanjur" gumam Aksa.
Aksa melanjutkan jalan nya menghampiri Dhea.
ketika dia sudah berdiri di depan Dhea, dia melihat Dhea yang sedang menangis.
"Apa aku tidak salah lihat? atau aku salah orang" batin aksa.
Dhea yang sedang menundukkan wajahnya melihat sebuah kaki yang berdiri di depannya.
Dhea mengangkat kepala nya dan melihat pemilik kaki yang ada di depannya, ternyata Aksa yang sedang berdiri di hadapan nya.
"Aku boleh duduk di sini?" tanya Aksa.
Dhea tidak menjawab pertanya'an Aksa.
Aksa yang tidak mendapat jawaban, langsung duduk di samping Dhea.
"Kamu kenapa?" tanya Aksa.
Dhea diam, dia bangkit dari duduknya dan berjalan pergi.
"Aku denger kamu ribut sama Siska?" tanya Aksa.
Dhea terus berjalan tanpa menghiraukan Aksa.
"Mungkin aku bisa membantu mu" ucap Aksa.
"Hey mulut ku, kenapa kau berucap seperti itu? aku tidak berniat membantu nya" batin Aksa.
__ADS_1
Dhea menghentikan langkah dan membalikkan badan nya.
"Dia berbalik? mungkin dia sedang butuh bantuan" batin Aksa.
Dhea berjalan ke arah Aksa dan berdiri di samping Aksa dengan jarak satu setengah meter.
"Duduklah dan ceritakan apa yang terjadi kepada ku" ucap Aksa.
Aksa menggeser tubuhnya duduk di pinggiran kursi bagian kanan.
Sementara Dhea duduk di sebelah kiri.
Mereka berdua mengosongkan bagian tengah kursi.
"Kalung punya gw di sita sama bu Ratna" ucap Dhea.
"Apa penyebabnya adalah Siska?" tanya Aksa.
"Ya" jawab Dhea.
"Apa aku boleh bertanya?" tanya Aksa.
Dhea hanya mengangkat alisnya.
"Kenapa kau membuang waktu mu untuk meladeni Siska hanya demi sebuah kalung?" tanya Aksa.
Aksa memang sangat penasaran.
karena tiga minggu mengawasi Dhea, Dhea tidak pernah terlihat peduli pada apapun.
Tapi hari ini hanya karena sebuah kalung dia sampai berkelahi.
"Peninggalan keluarga gw" ucap Dhea.
"Lebih tepatnya keluarga kandung gw, keluarga yang nggak ngeharepin gw ada di dunia ini" batin Dhea.
"Pantas saja dia marah" batin Aksa.
Aksa melihat pipi Dhea memerah dan sedikit bengkak.
"Apa Siska menampar Dhea? Siska benar-benar sudah sangat kelewatan" batin Aksa.
"Gimana cara lo nolongin gw?" tanya Dhea.
__ADS_1
"Apa kau mempunyai sebuah foto, yang di dalamnya terdapat foto mu yang sedang mengenakan kalung tersebut?" tanya Aksa.
"Entahlah, ntar gw cari" jawab Dhea.