Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
13


__ADS_3

"Kita belikan sepeda ya kak, untuk kak Dhea" ucap Reva.


"Baiklah, terserah pada mu" ucap Aksa.


"Eh tunggu, jika kak Dhea menolaknya bagaimana?" tanya Reva.


"Kita belikan saja yang sama persis dengan sepedanya yang dulu, nanti kakak minta pak supir untuk membeli sepedanya" ucap Aksa.


"Tapi aku pengin nya aku yang beli kak, takutnya kalau pak supir yang beli nanti nggak sama persis" ucap Reva.


"Yaudah, kalau hari libur kakak ajak kamu ke mall beli sepeda untuk Dhea" ucap Aksa tersenyum.


Aksa mengangkat tangannya mengelus kepala Reva.


"Aaaa, kakak ku memang yang terbaik" ucap Reva, memeluk Aksa.


"Udah dek, kakak mau mandi" ucap Aksa.


"Yaudah sana, kak Aksa bau" ucap Reva, melepaskan pelukan nya dari Aksa.


Reva meninggalkan Aksa, dia berjalan menuruni anak tangga menuju ke lantai bawah.


Dan Aksa kembali melanjutkan jalan nya memasuki kamarnya.


.


Sementara itu di waktu yang sama.


Dhea sedang berbaring di atas kasurnya sambil berfikir.


"Mungkin kakak nya Reva lagi menyelidiki masalah tiga minggu yang lalu, semoga saja dia tidak menemukan permasalahannya.


Jika dia tau, mungkin keselamatan nya juga terancam" batin Dhea, wajahnya menampilkan ekspresi sendu.


"Oh iya, aku harus pergi bekerja" ucap Dhea.


Dhea berangkat bekerja menaiki angkutan umum.


Sesampainya di mini market, dia di sapa oleh Riri.


"Hay Dhea, udah sampai?" ucap Riri.


"Ya" jawab Shea.

__ADS_1


"Dhea, nanti jam pulang bekerja ibu ku mengajak kak Cika dan kamu makan malam" ucap Riri.


Dhea hanya diam, dia tampak berfikir.


"ibu ku ingin berterima kasih.


karena kau, aku tidak jadi di pecat dan juga sebagai ucapan perminta'an ma'af karena aku selalu jahat kepada mu" ucap Riri.


"Baiklah" ucap Dhea.


"Makasih Dhea, sekarang aku akan ke ruangan kak Cika untuk mengajak nya" ucap Riri, meninggalkan Dhea.


"Semoga saja ini pilihan yang benar" batin Dhea.


Waktu pulang bekerja sudah tiba.


Sa'at Dhea masih mengerjakan pekerja'an nya, ada dua orang yang menghampiri nya.


Orang tersebut tidak lain adalah Cika dan Riri.


"Dhea, ayo" ucap Cika.


Mereka bertiga berjalan keluar mini market.


"Oke, makasih ya kak" jawab Riri.


"Iya" jawab Cika.


Dhea hanya diam tidak berucap apapun.


Cika memasuki mobil dan menduduk kan diri nya di kursi kemudi, mendahului Riri dan Dhea.


"Ayo masuk" ucap Cika dari dalam mobil.


"Iya kak" jawab Riri.


"Dhea, kamu mau duduk di depan atau di belakang?" tanya Riri.


"Belakang" jawab Dhea.


Cika duduk di kursi kemudi, Riri duduk di samping Cika dan Dhea duduk sendirian di kursi belakang.


Mereka bertiga menaiki mobil Cika menuju ke tempat tinggal Riri.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Dhea tidak mengeluarkan suara, dia terus menatap ke arah jendela.


Sedangkan Cika terus bertanya arah jalan tempat tinggal Riri, dan Riri menjawab nya.


Sa'at hampir sampai, wajah Dhea menampilkan ekspresi bingung tetapi Cika dan Riri tidak melihatnya.


"Kenapa aku merasa familiar dengan tempat ini" batin Dhea.


"Belok kiri kak" ucap Riri.


Cika membelokkan mobil nya memasuki halaman sebuah panti asuhan.


Cika menghentikan mobilnya.


"Ke-kenapa ke sini?" batin Dhea, wajahnya berubah panik.


"Aku tinggal di sini kak, Dhea" ucap Riri.


Riri melihat ke belakang, ke arah Dhea.


Riri yang melihat ekspresi wajah Dhea tidak seperti biasanya pun bertanya.


"Dhea, kamu kenapa?" ucap Riri.


Cika yang baru saja menghentikan mobil nya mendengar ucapan Riri, dia langsung mengikuti arah pandangan Riri.


"Dhea baru pertama kali nunjukin ekspresi wajahnya, tapi kok kayaknya Dhea gugup?" batin Cika.


"Kamu kenapa Dhea? sakit?" tanya Cika khawatir. dia menempelkan punggung tangannya di dahi Dhea.


"A-aku gak papa" jawab Dhea tergagap.


"Sebenarnya Dhea kenapa sih? kok ucapannya gagap, biasanya dia dingin" batin Riri.


"Emm kalo Dhea nggak papa, ayo kita masuk. mungkin ibu dan adik-adik sudah menunggu" ucap Riri.


Mereka bertiga keluar dari mobil Cika dan berjalan menuju pintu masuk rumah panti asuhan. Dhea berjalan paling belakang.


Di depan pintu, Riri mengetuk pintu.


tok tok tok.


"Assalamu'alaikum" ucap Riri.

__ADS_1


Tidak lama kemudian ada seorang wanita paruh baya yang membuka pintu nya.


__ADS_2