Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
05


__ADS_3

Ke esokan harinya.


Seperti biasanya Dhea berangkat ke sekolah menaiki angkutan umum karena dia belum mengambil sepedanya yang berada di bengkel


Sesampainya di sekolah, Dhea melihat ada keributan dan banyak teriakan- teriakan para murid.


Keributan tersebut di sebabkan karena ada anak baru yang sangat tampan.


Semua murid, terutama murid perempuan berteriak heboh.


"Ganteng bangett.."


"Suami gw itumah.."


"Eh, denger-denger dia anaknya pemilik sekolah.."


Begitulah kira-kira teriakan para murid perempuan, tetapi Dhea tidak tertarik sedikit pun.


Dhea lebih memilih melanjutkan berjalan menuju kelasnya.


.


Di dalam kelas Dhea mendengar suara bell masuk berbunyi.


Beberapa menit kemudian siswa dan siswi penghuni kelasnya memasuki ruang kelas.


Sa'at pelajaran di mulai, tiba-tiba ada suara ketukan pintu.


Guru yang sedang mengajar bernama bu Ratna.


Ketika bu Ratna membukakan pintu, terlihatlah pak kepala sekolah yang bernama pak Reza.


"Assalamu'alaikum bu" ucap pak Reza.


"Wa'alaikum salam, Ada apa pak?" tanya bu Ratna.


"Saya hanya mau mengantarkan murid baru, kalau begitu saya permisi bu.." ucap pak Reza.


"Terima kasih pak" ucap bu Ratna.


"Sama-sama bu" jawab pak Reza.


Kemudian pak Reza berjalan pergi meninggalkan bu Ratna dan murid baru tersebut di depan pintu kelas.


"Kamu tunggu di sini sebentar.


kalau ibu suruh kamu masuk ke kelas, baru kamu masuk. mengerti?" ucap bu Ratna.


"Iya bu" jawab murid baru.


Bu Ratna kemudian memasuki kelas dan berkata.


"Anak-anak, hari ini kelas kita kedatangan murid baru" ucap bu Ratna.


"Cowo atau cewe bu?" ucap salah satu murid.

__ADS_1


"Silahkan masuk" ucap bu Ratna kepada murid baru.


Murid baru memasuki kelas dan kelas seketika menjadi sangat ramai.


"Itukan cowo tadi pagi"


"Gw mimpi apa, dia di kelas kita"


"Calon pacar gw tuh"


Dan masih banyak lagi teriakan-teriakan murid perempuan.


Sementara Dhea tidak memperdulikannya.


Sekarang Dhea sedang membaca buku pelajarannya tanpa melihat atau pun melirik murid baru yang membuat ramai seluruh sekolah.


"DIAMM!" ucap bu Ratna dengan berteriak.


Semua murid terdiam dan suasana kelas mendadak sunyi.


"Perkenalkan diri mu" ucap bu Ratna kepada murid baru.


"Nama saya Aksa Adhitama" ucap Aksa memperkenalkan diri dengan senyum tipis.


Para siswi yang melihat senyuman Aksa ingin sekali berteriak tetapi mereka menahan teriakannya karena takut pada bu Ratna.


"Baiklah Aksa, kamu duduk di kursi kosong di belakang Dhea. yang bernama Dhea silahkan angkat tangan" ucap bu Ratna.


Dhea yang merasa namanya di sebut mengangkat kepalanya menatap ke arah bu Ratna. kemudian mengangkat tangannya.


Setelah Aksa duduk, pelajaranpun di mulai kembali.


#


Jam sekolah sudah berakhir, semua murid keluar dari kelas masing-masing.


Pengalaman Aksa pertama masuk sekolah sangatlah membosankan, bukannya mendapatkan teman malah selalu di ganggu oleh para murid perempuan.


Setiap ada murid laki-laki yang menghampirinya berniat berkenalan pasti di usir oleh para murid perempuan karena di anggap mengganggu.


Apalagi perempuan yang bernama Siska.


Dia selalu menempel pada Aksa, mengikuti Aksa kemanapun Aksa pergi.


Sa'at ini pun Aksa sedang mencoba untuk membuat Siska pergi.


"Saya mau pulang. jadi jangan mengikuti saya lagi" ucap Aksa.


"Aku kan maunya di anterin kamu pulang" ucap Siska.


"Saya buru-buru" ucap Aksa.


Aksa berjalan cepat meninggalkan Siska menuju ke parkiran.


Ketika di parkiran Aksa melihat Reva, dan Aksa mengajaknya pulang.

__ADS_1


"Dek pulang bareng aja yuk" ajak Aksa.


"Apasih kak Aksa, aku kan udah bilang aku gak mau.


Udah sana, nanti ada yang ngeliat malah jadi masalah" jawab Reva.


"Yaudah, kakak duluan ya" ucap Aksa.


Aksa kemudian mengendarai mobilnya pergi meninggalkan Reva.


Setelah Aksa pergi, Reva menaiki motornya dan meninggalkan area parkiran.


Tanpa mereka sadari, ada yang memperhatikan mereka dari kejauhan.


"Aksa nyuekin gw cuma gara-gara adik kelas itu.


Awas aja lo, Reva Anastasya!" ucap orang yang memperhatikan Aksa dan Reva.


.


Sementara Dhea, dia sedang membonceng Reva.


Mereka menaiki motor Reva menuju ke bengkel untuk mengambil sepeda Dhea.


Setelah mereka mengambil sepeda Dhea di bengkel, Dhea pamit untuk pulang menaiki sepedanya. tetapi tidak di perbolehkan oleh Reva.


"Aku ikut ya kak?" tanya Reva.


Dhea hanya diam dan menaiki sepedanya meninggalkan Reva di depan bengkel.


"Please kak.


Aku pengin ikut ke rumah kak Dhea" ucap Reva.


Dhea terus mengayuh sepedanya tidak memperdulikan Reva.


Reva mengikuti Dhea menggunakan motornya.


"Reva, jangan terlalu dekat dengan ku" ucap Dhea dalam hati.


Dhea mengucapkannya dalam hati karena Dhea tidak bisa mengatakan alasannya jika dia mengatakan hal itu kepada Reva.


"Kak Dhea aku mohon.. di rumah aku nggak ada siapapun, orang tua aku lagi pergi kak. aku takut sendirian" ucap Reva berbohong.


Entah mengapa Reva merasa sangat penasaran dengan sosok dingin yang sedang menaiki sepeda yang ada di depannya.


Dhea menghentikan sepeda nya dan berkata.


"Hanya sebentar" ucap Dhea kemudian kembali menjalankan sepedanya.


Reva yang mendengar jawaban Dhea, mengikuti Dhea dengan hati gembira.


"Makasih kak" ucap Reva.


"Aku yakin kak Dhea orang baik" ucap Reva dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2