
pagi hari.
di sekolah, di dalam ruang kelas.
dhea sedang membaca buku pelajaran nya seperti biasa.
walaupun di dalam kelas terdengar suara yang sangat bising karena para murid, dhea tetap fokus membaca bukunya.
aksa terus memperhatikan dhea dari tempat duduknya.
"aku ingin menanyakan kepada dhea kenapa dia pindah tempat kerja?.
tetapi kenapa rasanya aku sangat gugup ketika mengingat pertanya'an papah" batin aksa.
guru yang mengajar kelas datang dan mendadak kelas menjadi sunyi.
materi pelajaran di mulai.
ketika istirahat pertama tiba, bu ratna keluar dari kelas.
para murid juga keluar kelas berjalan di belakang bu ratna, mereka semua berjalan dengan tujuan ke arah kantin.
di dalam kelas hanya tersisa aksa dan dhea.
sa'at istirahat pun dhea terlihat sedang membaca bukunya.
sejak sampai di sekolah, dhea pasti membuka bukunya.
dia hanya akan menutup bukunya ketika pelajaran sudah selesai dan waktunya pulang sekolah.
entah apa yang di lakukan oleh nya, tetapi dia terlihat sedang membaca buku.
aksa berjalan menghampiri tempat duduk dhea.
ketika merasa ada yang berdiri di depan tempatnya duduk, dhea sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari buku yang sedang ia pegang.
"kenapa kau mengundurkan diri?" tanya aksa.
dhea sama sekali tidak berkutik.
"dia tidak peduli" batin aksa.
"sepeda mu sudah di perbaiki" ucap aksa mengalihkan pembicara'an.
dhea menutup bukunya dan menatap ke arah aksa.
"aku akan mengatakan kalau sepedanya berada di bengkel agar dia tidak curiga, aku akan menyuruh eder untuk mengambil sepeda nya di mall" batin aksa.
"sekarang sepeda mu masih berada di bengkel, kau hanya perlu mengambilnya" ucap aksa.
__ADS_1
"di mana bengkelnya?"
"aku harus menjawab apa?, sepedanya belum di ambil" batin aksa.
"di-di bengkel yang paling dekat dengan kos an mu" jawab nya.
"hmm ya, terima kasih" ucap dhea.
dhea kembali membuka bukunya dan mengabaikan aksa.
aksa kembali ke tempat nya.
"aku yakin aku tidak mencintainya, sifatnya saja sangat menyebalkan" batin aksa sedikit kesal karena di abaikan oleh dhea.
beberapa murid memasuki ruang kelas, termasuk juga siska.
dia melihat apa yang baru saja terjadi.
kakinya berjalan ke arah tempat nya duduk, tetapi matanya terus menatap ke arah dhea dengan tatapan sinis.
"*cih, dia menolong reva hanya untuk mencari perhatian.
sekarang kenyata'an nya dia yang mendekati aksa.
kalau gw nggak di larang sama keluarga gw, mungkin sekarang dia udah keluar dari sekolah ini" batin siska*.
siska tidak berani mengganggu dhea, apa
siska sudah mengetahui bahwa yang menyuruh pak kepala sekolah untuk memberinya hukuman skors adalah aksa.
aksa juga menelepon ayah siska agar siska tidak menbuat masalah lagi di sekolah.
di tempat nya duduk, siska terus menatap tajam ke arah dhea.
dhea menyadarinya tetapi tidak menghiraukannya.
justru aksa lah yang merasa tidak nyaman karena dhea di tatap oleh siska dengan tatapan yang di dalam nya seperti tersimpan banyak sekali dendam.
ketika siska sedikit melihat ke arah aksa, ternyata aksa sedang melirik ke arah nya.
dia langsung menunduk kan kepalanya karena dia takut di laporkan kembali oleh aksa kepada keluarganya.
"ngapain aksa ngelirik ke sini sih?, dia terlihat menakutkan" batin siska.
aksa mengembalikan tatapannya ke arah meja nya.
wajahnya terlihat tanpa ekspresi tetapi hatinya merasa sangat bahagia karena sudah berhasil membuat siska tidak menatap dendam lagi ke arah dhea.
.
__ADS_1
pulang sekolah.
di parkiran, aksa mengambil handphone nya dan mengirim chat untuk eder.
'eder'
'iya tuan'
'sekarang kau berada di mana?' aksa.
'saya sedang berada di apartemen tuan aksa'
'sekarang tolong kau datang ke mall, ambil sepeda yang aku minta dan taruh di bengkel yang letaknya paling dekat dengan kos an dhea'
'baiklah tuan'
'terima masih eder'
aksa menaruh hand phone nya.
"entah kapan aku bisa mengembalikan kalung milik dhea" batin aksa.
dia mulai mengendarai mobilnya pulang ke rumah.
.
sesampainya di kos an.
dhea membersihkan dirinya dan mengerjakan sholat dzuhur.
setelahnya dia langsung mengenakan seragam kerjanya.
"aku akan makan siang nanti, sekarang aku harus mengambil sepeda ku agar aku tidak terlambat berangkat bekerja" batin dhea.
dhea berjalan kaki menuju ke bengkel yang paling dekat dengan kos an nya.
tidak lupa dia juga membawa uang tabungannya untuk membayar biaya bengkel.
di bengkel.
dhea melihat sepeda nya yang sedang berdiri di depan sebuah bengkel kecil.
sepedanya terlihat seperti sedang menunggu untuk di jemput olehnya.
dhea menghampiri seseorang yang sedang berjongkok di samping sebuah motor.
sepertinya orang tersebut adalah pemilik bengkel yang sedang memperbaiki sepeda motor.
"permisi pak" ucap dhea.
__ADS_1
"iya" orang tersebut berdiri.
"berapa biaya perbaikan sepeda itu?" ucap dhea menunjuk ke arah sepedanya.