Aksa Dan Dhea

Aksa Dan Dhea
03


__ADS_3

"Hmm, tapi.." ucapan Dhea terpotong karena Reva yang langsung berbicara.


"Udah kak Dhea tenang ajah, nanti aku panggilin orang bengkel suruh ambil sepeda kak Dhea dan di benerin" ucap Reva.


"Makasih" ucap Dhea


"Iya kak, sama-sama" jawab Reva.


Reva menjalankan mobil nya menuju ke kos an tempat Dhea tinggal.


"Kak, lurus atau belok kanan?" tanya Reva.


"Berhenti di sini" ucap Dhea.


Reva menghentikan mobil nya dan bertanya.


"Kenapa berhenti di sini kak?" tanya Reva.


"Udah deket, Makasih" ucap Dhea.


Dhea membuka pintu mobil Reva.


Sebelum Dhea keluar mobil, Reva memanggilnya.


"kak Dhea tunggu" ucap Reva.


Dhea membalikkan wajahnya menghadap ke arah Reva.


"Umm.. kak, aku boleh minta nomor telepon kak Dhea?" tanya Reva.


Dhea hanya diam tidak menjawab.


"Itu.., kalo sepeda kak Dhea udah di benerin. aku akan kabarin kak Dhea" ucap Reva.


"Nih handphone aku, catat nomor kak Dhea disini" Reva menyerahkan handphone nya kepada Dhea.


Dhea mengambil handphone Reva dan menuliskan nomor telepon nya.


Selesai menuliskan nomor telepon milik nya, Dhea mengembalikan handphone kepada Reva, Reva menerimanya dan berkata.


"Makasih kak" ucap Reva dengan senyuman.


Dhea keluar dari mobil Reva dan berjalan kaki menuju ke kos an tempat tinggal nya.

__ADS_1


Sesampainya di kos an Dhea langsung membersihkan diri, mengganti pakaiannya, dan melaksanakan sholat Isya.


Setelah itu, Dhea mengerjakan tugas sekolah nya dan kemudian tidur.


.


Sementara di lain tempat dan di waktu yang sama.


Reva sedang berbicara dengan keluarga nya di ruang keluarga.


"Tapi kamu nggak papa kan?" tanya perempuan paruh baya yang merupakan ibu kandung Reva, namanya adalah Anggita.


"Reva nggak papa mah, soalnya ada kak Dhea" jawab Reva.


"Dhea?" ucap laki-laki paruh baya, ayah kandung Reva. yang bernama Hermawan.


"Iya pah, kak Dhea orang yang nolongin aku.


kak Dhea sama Reva juga kayaknya satu sekolah" ucap Reva.


"Oh gitu, lain kali kita harus mengucapkan Terima kasih kepada Dhea" ucap mamah Anggita.


"Iya, papah setuju" ucap papah Hermawan.


"Oh iya..


"Kakak kamu pulang besok pagi" jawab papah Hermawan.


"Kamu mau ikut jemput kakak kamu di bandara?" tanya mamah Anggita


"Ya iya lah mah, Reva kangen banget sama kakak" ucap Reva bersemangat.


"Yaudah mamah akan menghubungi kepala sekolah kalau kamu besok izin nggak berangkat" ucap mamah Anggita.


"Makasih mah" ucap Reva memeluk mamah Anggita.


"papah nggak di peluk?" tanya papah Hermawan.


Reva dan mamah Anggita tertawa, dan Reva langsung menghampiri papah Hermawan dan memeluk nya.


#


Ke esokan harinya, Dhea berangkat sekolah seperti biasanya menaiki angkutan umum.

__ADS_1


Sedangkan Reva dan kedua orang tuanya menaiki mobil milik papah Hermawan yang di kemudikan oleh supir keluarga mereka.


Mereka berangkat ke bandara menjemput kakak Reva yang baru pulang dari luar negeri.


Sesampainya di bandara, pak supir menghentikan mobil.


Papah Hermawan, mamah Anggita dan Reva turun dari mobil dan duduk di kursi bandara.


Setelah beberapa menit menunggu, terlihat dari kejauhan orang yang mereka tunggu berjalan ke arah mereka.


Mereka bertiga berdiri dan menghampiri seorang laki-laki yang tinggi dan tampan.


Reva langsung berlari memeluk laki-laki tersebut yang merupakan kakak kandung nya.


"Kakak.. Reva kangen banget" ucap Reva.


"Tapi kakak enggak tuh" ucap kakak Reva.


Reva yang mendengar jawaban kakak nya melepaskan pelukan nya.


Kakak Reva kemudian tertawa karena lengan nya di cubit oleh Reva.


"Mah, liat tuh kakak.


jahat banget sama aku" ucap Reva mengadu ke mamah nya.


"Aksa.. udah dong jangan begitu, nanti adik kamu ngambek" ucap mamah Anggita memeluk Aksa.


"Iyadeh mah, Ma'afin kakak yah dek" ucap kakak Reva yang bernama Aksa.


Reva kemudian kembali memeluk kakak nya.


Mamah Anggita, Reva dan Aksa berpelukan. tetapi tiba-tiba ada yang berbicara.


"Papah di lupain nih?" tanya papah Hermawan.


Mereka bertiga tertawa kemudian melepaskan pelukan mereka.


Aksa memeluk papah Hermawan dan papah Hermawan membalas pelukan nya.


Setelah mereka berdua melepaskan pelukan, mamah Anggita berkata.


"Yaudah pulang yuk, pasti kamu capek".

__ADS_1


"Iya mah" jawab Aksa.


Mereka berempat pulang ke rumah menaiki mobil yang di kemudikan oleh supir keluarga mereka.


__ADS_2